
Pagi cerah bersinar terang pagi ini. Raina sudah bersiap mengawali hari mulai beraktivitas kembali setelah 1 minggu tidak bekerja. Sebenarnya Ia malas, Tapi karena permintaan Rasya, Dia menurut saja. Anggap saja melatih ketaatan pada suami. Begitulah dalam benak Raina.
Disisi lain, Rasya yang sedang duduk dihalaman belakang rumah menikmati sarapan yang telah disiapkan. Rasya mencoba mengambil gawainya untuk menelpon semua keluarga inti atau mengganti kedua orangtua nya.
"Assalamualaikum, Om Zain". Rasya mengucapkan salam
" Waalaikumsalam, Rasya apa kabar Kamu nak ???". Ujar Om Zain
"Alhamdulillah baik Om". Jawab Rasya. " begini Om rencana In Shaa Allah minggu depan Rasya ingin melamar seseorang. Om Tante Nisya Dan Nina bisa datang kan ?? Sebagai pengganti Mama Papa". Rasya menjelaskan.
"Ma Shaa Allah akhirnya Kamu akan segera menikah. Dengan siapa Kamu menikah ??? Pasti, Pasti kita akan datang segera untuk membantumu mempersiapkan diri". Ujar Om Zain Dan sudah terdengar riyuhan dibalik telepon. " Lusa Om Dan keluarga akan terbang menuju kesana ya". Ujarnya lagi.
"Alhamdulillah, baik Om terimakasih Dan salam kepada Tante Dan kedua sepupuku". Ujar Rasya
" Nanti disalamkan. Yasudah Assalamualaikum ". Ujar Om zain
"Waalaikumsalam". Rasya membalas salam Om nya.
Rasya terus menghubungi, kerabat dekatnya Dan sahabat lamanya untuk datang di acara lamarannya.
__ADS_1
Disisi lain kedua orang tua Raina pun sibuk dengan menelpon keluarga inti untuk hadir diacara lamaran Raina.
" Assalamualaikum, Dirga". Ujar Papa Raina
"Waalaikumsalam kak. Ada apa menelpon". Ujar Dirga
" begini, Kamu bisa membantu kakak? ". Tanya papa Raina
" bantu apa kak?"
Papa Raina menjelaskan bahwa Dirga harus membantu pengawalan Saar acara berlangsung Dan mengabari semua keluarga inti hadir dalam acara lamaran Raina.
"Baik kak, Aku akan melaksanakan semuanya". Ujar Dirga
"Hai kak, gimana keadaan kakak?". Risya menghampiri Rasya.
" Alhamdulillah sudah membaik". Jawab Rasya. "Jangan lupa nanti siang Kamu temani Rain untuk berbelanja". Tambahnya
" Siap. Tapi, Aku juga boleh ya mempersiapkan untuk diriku juga??". Risya tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"Boleh, Tapi pakai kartumu sendiri ya". Ujar Rasya tersenyum
" Ahhhhhhh kakak". Risya cemberut.
"Hahahahahaha nanti kakak transfer OK. Jangan Kamu Gunakan kartu calon kakak iparmu". Ujar Rasya.
" OK siap". Risya mengacungkan jempolnya sambil tersenyum lebar. "Aku jalan sekarang ya ada 2 kelas dosen killer". Ujar Risya " setelah dari kampus Aku akan langsung ke Rumah Sakit ". Tambah Risya.
" Baiklah, jangan membuat kakak iparmu menunggu". Ujar Rasya.
"Calon kakak ipar". Ujar Risya meledek.
Rasya hanya tersenyum.
Selamat pagi sayang. Aku mencintaimu.
Terimakasih karena telah memilihku menjadi pasanganmu untuk selamanya. Rain, Aku akan Berusaha menjadi suami Dan Imam yang baik untukmu. Tetaplah mencintaiku seperti ini bahkan lebih, karena Akupun akan melakukan hal yang sama untukmu. Sebentar lagi Aku akan memilikimu seutuhnya Dan itu adalah hal terindah yang ada dihidupku. Aku berdoa smoga semua rencana kita berjalan dengan baik. I love you. Semangat untuk aktivitas mu hari ini. Rasya mengirim chat untuk Raina.
Raina membaca pesan dari Rasya. Ia sangat terharu membacanya hampir meneteskan Air mata Tapi dia urungkan karena Dia harus menjalankan tugasnya.
__ADS_1
Sayang, terimakasih juga telah mencintaiku selama ini. Kamu bahkan rela menungguku lama. Sayang, mungkin Aku tidak sempurna. tapi, Aku akan mencoba menjadi lebih baik lagi kedepannya. Sayang, tetaplah sabar dalam menghadapi sifat childish ku, tetap memanjakanku saat Aku bersamamu Dan selalu melindungiku. Aku sangat tidak sabar untuk memulai hidupku bersamamu. Sayang, Kamu adalah kado terindah yang Allah berikan padaku. Bahkan Aku selalu berfikir, hal baik apa yang Aku lakukan sehingga Allah memberikan Malaikat baik untuk menjadi pendamping hidupku. I love you sayang for today, tomorrow and ever. Raina membalas pesan Rasya.
"Jangan lupa untuk Like, komen & vote. Krisa sangat diperbolehkan asal dengan kata2 yang baik*