
Pagi hari pun tiba. Matahari memancarkan sinarnya yang begitu indah. Kicauan burung terdengar sangat merdu dihari yang cerah untuk membuka hari baru.
Semua orang dirumah Raina telah bersiap untuk sarapan termasuk Ayesha.
"Selamat pagi semua". Sapa Ayesha.
"Selamat pagi". Balas semua.
"Bagaimana tidurmu ? Nyenyak?". Tanya Mama Raina.
"Alhamdulillah Tante. Oh ya, Terimakasih Om Tante karena telah mengizinkan Ayesha tinggal disini. Aku sangat merasa merepotkan". Ujar Ayesha.
"Tenanglah Ayesha. Kamu sudah kita anggap sebagai anak sendiri. Jangan sungkan". Ujar Papa Raina.
"Iya, saat Aku di London pun Baba memperlakukan ku seperti anaknya sendiri. Kamu juga sama disini". Ujar Raina.
Ayesha tersenyum dengan perlakuan baik keluarga Raina.
Mereka pun memulai sarapan denagm sedikit berbincang.
"Oh ya Mah Pah rencana kita akan pergi ke villa pagi ini ya mungkin sekitar jam 10 kita akan berangkat". Ujar Rasya
"Oh begitu. Yasudah kalian hati-hati dijalan. Raina juga harus jaga kandungan nya". Ujar Papa.
"In Shaa Allah Papa". Jawab Raina.
" Risya ikut juga?". Tanya Mama
"Oh nggak mah Risya mau ketemu sama dosen pembimbing mau bahas skripsi Risya yang sudah sampai bab Akhir". Ujar Risya.
"Wah Risya sebentar lagi selesai Aldo bakal buru-buru ngelamar nih". Ledek Raina
Risya terlihat nampak malu-malu. Yang lain hanya tertawa mendengarnya.
Setelah sarapan mereka bersiap untuk pergi ke villa. Pukul 9 Rangga telah sampai dirumah Raina.
"Assalamualaikum". Rangga mengucap salam
"Waalaikumsalam". Balas Rasya yang sedang dihalaman.
" Sudah siap bro ?". Tanya Rangga.
"Sudah. Ini cuma tinggal tunggu kamu". Ujar Rasya. " Ayo masuk". Rasya mengajak Rangga masuk.
"Assalamualaikum". Rangga mengucap salam
"Waalaikumsalam. Eh Rangga, ada yang rindu nih". Ledek Raina menyenggol bahu Ayesha.
Ayesha terlihat malu-malu.
"Ayesha, apa kabar? Bagaimana istirahat mu?". Tanya Rangga.
__ADS_1
"Alhamdulillah baik". Ujar Ayesha malu-malu.
"Kalian mengobrol saja dulu, kita mau bersiap". Ujar Raina menarik tangan Rasya.
"Kamu sudah siap?". Tanya Rangga yang duduk disebelah Ayesha
Ayesha hanya mengangguk.
Rangga tersenyum Dan mengelus rambut Ayesha.
"Kamu cantik sekali hari ini". Ujar Rangga tersenyum.
Ayesha tersenyum malu.
"Kamu sudah memberi kabar pada Baba?". Tanya Rangga.
" Sudah Semalam". Ujar Ayesha.
"Kamu sudah sarapan ?". Tanya Rangga.
" Sudah". Balas Ayesha.
Mereka berdua terlihat canggung unruk mengobrol.
"Oh ya, Aku sudah berbicara dengan orang tua ku mengenai Kamu. Mereka ingin bertemu denganmu. Aku mengatakan setelah kita pulang dari villa kita bertemu orang tua ku ya". Ujar Rangga menyentuh tangan Ayesha.
"Aku merasa gugup mendengarnya". Ujar Ayesha.
"Budaya kita berbeda. Aku Takut orangtua mu tidak suka". Ujar Ayesha.
"Tenanglah, orangtua ku juga lama tinggal di Manchester, mereka tahu bagaimana kehidupan disana". Ujar Rangga. "Aku bersama Kamu. Jangan khawatir". Rangga mencoba menenangkan Ayesha.
Sudah pukul 10 mereka berpamitan untuk pergi ke villa milik Rasya. Mereka hanya menggunakan satu mobil karena hanya berempat.
Rasya menyetir disebelah nya Rangga. Lalu Raina Dan Ayesha dibelakang.
"Villa milik Rasya itu di daerah pegunungan. Disana sangat indah. Tempat ini sangat terkenal disini". Ujar Rangga.
"Iya betul. Kamu tahu ? Kedua orang tua Rasya itu sangat romantis. Ketika mereka masih hidup, mereka selalu kesana hanya berdua". Ujar Raina.
"Kenapa seperti itu?". Tanya Ayesha.
"Karena mereka bilang pasangan suami istri juga butuh waktu berdua". Jawab Rasya.
" oh so sweet orangtua mu". Ujar Ayesha.
Selama perjalanan mereka berbincang seru hingga tertawa bersama.
"Sayang tidak ada Sandra ya. Kalau Dia ada lengkap sudah kebahagiaan kita". Ujar Raina.
"Iya. Sekarang dia sedang sibuk di Manchester. Dia bilang Dia ingin pindah ke Singapore. Dia sudah bosan tinggal di Manchester". Ujar Ayesha.
__ADS_1
"Oh ya ? Dia tidak mengatakan padaku". Ujar Raina
"Satu bulan yang lalu Aku ada seminar ke Manchester jadi kita bertemu. Dia bercerita banyak kepadaku. Dia juga sudah berencana untuk menikah". Ujar Ayesha.
"Oh ya?? Ahhhh kenapa Dia tidak bercerita kepadaku". Ujar Raina kesal.
"Tenanglah ini baru rencana. Dia pasti memberitahumu ketika dia siap". Ujar Ayesha.
"Kalau Kamu kapan ??". Tanya Raina
"Kapan apanya?". Tanya Ayesha.
"Menikahlah". Ujar Raina.
"Segera". Ujar Rangga.
"Rangga, awas ya Kamu permainkan sahabatku". Raina mengancam.
"Kita akan bermain setelah menikah. Hahahahahaha". Ujar Rangga.
Ayesha merona saat Rangga berkata seperti itu.
"Kapan Kamu bawa Ayesha kerumahmu?". Tanya Rasya.
"In Shaa Allah setelah pulang dari villa". Jawab Rangga.
"Wah Rangga gerak cepat nih". Ujar Raina.
"Harus dong. Kalau tidak gerak cepat nanti Ayesha dilamar orang bahaya kan". Jawab Rangga.
"Rangga keren". Raina mengaxungi jempol kepada Rangga.
"Aku juga sudah mendapatkan visa untuk pergi ke Inggris". Ujar Rangga. "Aku akan pergi bersama Ayesha bertemu Baba. Kalian jangan beritahu Ayesha sekarang ya ini kejutan untuk nya". Ujar Rangga.
" serius Kamu?". Tanya Raina.
"Bagus bagus. Pergerakan yang cepat". Ujar Rasya.
Ayesha tidak mengerti apa yang mereka katakan.
"Kalian bicara apa?". Tanya Ayesha.
" tidak apa-apa hanya berbicara mengenai jalan". Ujar Raina berbohong.
"Ohhhh". Balas Ayesha.
***Assalamualaikum Reader. Terimakasih karena telah setia membaca novel "Rain...". Jangan lupa untuk Like Komen vote Dan Share ya.
Maaf jika Author telat update karena sekarang bulan suci banyak kegiatan yang harus dilakukan. Semoga para Reader tetap setia menunggu setiap episode novel " Rain...".
Salam manis dari Mrs. A***
__ADS_1