Rain...

Rain...
bahagia lah selalu Adikku


__ADS_3

Rasya menghampiri tempat tidur Dan duduk di bibir tempat tidur.


"Ini sayang air minum nya". Rasya memberikan gelas air minum untuk Raina


" makasih sayang". Raina mengambilnya Dan meminumnya lalu menaruh nya di meja disebelahnya.


"Bagaimana keadaanmu?". Tanya Rasya.


" Aku baik-baik saja. Gak perlu kaya gini juga". Ujar Raina mencoba untuk duduk disamping Rasya.


"Hati-hati". Ujar Rasya membantu Raina


"Sayang, Aku gak nyangka Kamu setuju dengan rencana Aldo". Ujar Raina memandang Rasya dengan penuh kebahagiaan.


" Aku lihat Dia memiliki niat baik pada Risya. Lagi pula Dia lelaki yang baik ". Jawab Rasya.


Rasya tersenyum. " Gak nyangka adik kecil ku ternyata sudah besar".


Raina tersenyum memandang Rasya Dan mengelus pundaknya.


Ditempat lain Risya mengantar Aldo keluar


"Do, Kamu buru-buru Banget bilang sama kak Rasya". Ujar Risya.


"Buru-buru gimana? Lusa Aku sudah harus terbang ke Australia. Nanti liburan semester kita tunangan ya". Aldo memegang kedua pipi Risya.


" Kamu yakin dengan semua ini?". Risya masih ragu dengan rencana Aldo.


"Yakin lah, kenapa ? Gak mau?". Tanya Aldo.

__ADS_1


" ya nggak sih". Ujar Risya bingung.


"Selesai kan skripsi Kamu segera setelah wisuda Aku akan datang Dan kita bertunangan setelah selesai KOAS kita menikah. Ok". Aldo memegang kedua tangan Risya.


Risya tampak malu saat Aldo memandang wajahnya.


" Yasudah Aku jalan dulu ya Takut kejebak macet. Sampai bertemu besok. Assalamualaikum ". Aldo mencium kening Risya.


Risya masih canggung dengan perlakuan Aldo.


" Wa.... Waalaikumsalam. Hati-hati ya Do". Ujar Risya masih dengan wajah merahnya.


Tak lama Mama Dan Papa pulang. Turun dari mobil bertemu Risya.


"Itu seperti mobil Aldo". Ujar Mama


"Oh gitu, yaudah ayo masuk". Mama Dan Risya masuk kedalam rumah disusul Papa.


" Kamu sudah tahu soal Raina Hamil?". Tanya Mama


"Sudah Mah. Aku seneng Banget bakal punya keponakan. Pasti lucu deh". Ujar Risya bahagia.


" kita lihat keadaan Raina yuk". Ujar Mama.


Merekapun berjalan ke kamar Raina.


Mama mengetuk pintu kamar Raina, Rasya membuka nya.


"Eh Mama. Silahkan masuk Mah". Rasya memberi jalan kepada Mama & Risya.

__ADS_1


" Sayang, bagaimana keadaanmu?". Tanya mama menghampiri Raina


"Alhamdulillah baik Mah". Ujar Raina yang sedang duduk.


" oh ya Aldo sudah pulang?". Tanya Rasya.


"Ah udah kak barusan". Jawab Risya.


" mah, tau gak ?? Tadi Aldo melamar Risya loh". Ujar Raina.


"Hah ??? Kamu serius?". Tanya Mama kaget.


"Belum resmi Mah, Aldo hanya baru bilang kalau dia akan menikahi Risya setelah KOAS nya selesai Dan Aldo ingin Smembawa Risya ke Australia". Jawab Rasya.


"Ya Allah selamat sayang". Mama memeluk Risya. " jangan Khawatir, Aldo adalah anak yang baik Dan bertanggung jawab". Mama mengelus pundak Risya.


Risya dari tadi hanya diam karena merasa malu. Ia yang belum pernah berpacaran sekalinya ingin memiliki hubungan langsung diajak menikah.


"ciyeeeeee ada yang malu". ledek Raina.


" ihhhhhh apa sih kakak". Risya malu menutup wajahnya.


Yang lain hanya tertawa melihat tingkah polos Risya.


"Risya, jika memang ini pilihanmu, bertanggung jawab lah". Rasya mendekati Risya Dan berjongkok dihadapan Risya. Rasya menggenggam tangan Risya. " Kamu sudah dewasa sekarang. Jagalah dirimu baik-baik ". Rasya memeluk adik kecil nya yang sekarang tumbuh dewasa.


Risya merasa terharu Dan Ia pun meneteskan Air mata. begitu juga dengan Mama Dan Raina.


" bahagia lah selalu Adikku". ujar Rasya.

__ADS_1


__ADS_2