Rain...

Rain...
Menuju pernikahan


__ADS_3

Dirumah Rasya, semua sibuk mempersiapkan seserahan yang Ingin dibawa, Rasya pun sibuk menerima telepon dari banyak orang.


Besok adalah hari bahagia untuk Rasya & Raina.


Rasya duduk di balkon kamarnya.


Risya menghampiri


"Kakak baik-baik aja kan?". Tanya Risya menyentuh kedua pundak Rasya.


Rasya melihat pada Risya " duduklah".


Risya pun duduk disebelah kakanya.


"Selamat ya kak sebentar lagi, keinginan kakak menikahi kak Raina akan terwujud". Ujar Risya menggenggam tangan Rasya.


" terimakasih dek, berkat support Kamu juga kakak bisa seperti ini". Ujar Rasya.


Om Radith datang dengan membawa sebuah kotak


"Om, mari sini duduk". Ujar Rasya


" Rasya, Om disini ingin memberikan ini". Om Radith memberikan kotak yang Ia bawa.


"Apa ini Om?". Rasya menerima nya.


" Bukalah". Ujar Om Radith

__ADS_1


Saat Rasya membukanya, Ia kaget.


"Itu adalah perhiasan Mamamu, sebelum Mama mu meninggal, Ia memberikan ini kepada Om atas persetujuan Papa kalian". Om Radith mengehela nafas " Mamamu bilang, tolong berikan perhiasan ini untuk Rasya saat Ia menikah nanti. Mamamu bilang ini sebagai hadiah dan permintaan maaf untuk menantunya, karena Ia tidak bisa hadir dalam pernikahan Anak nya". Ujar Om Radith meneteskan Air mata.


Rasya & Risya pun meneteskan Air mata.


"Terimakasih mah, pasti Raina akan menyukai ini". Rasya memeluk kotak itu.


Risya memeluk kakaknya.


" Mama pasti bangga pada kakak, karena kakak akan menikahi wanita yang baik". Ujar Risya.


Rasya hanya memandang Dan tersenyum.


"Terimakasih Om atas ini semua". Ujar Rasya


"Aamiin. Terimakasih Om". Rasya memeluk Om Radith.


" bersiap lah, sebentar lagi kita akan pergi ke pulau". Ujar Om Radith.


Om Radith pun keluar dari kamar Rasya.


"Kamu bisa bersiap juga". Ujar Rasya kepada Risya


" Baik kak". Risya pun keluar dari kamar Rasya.


Rasya pun tengah bersiap untuk keberangkatannya malam ini.

__ADS_1


Di Rumah Raina pun sedang sibuk mempersiapkan siraman Dan pengajian.


semua terasa khidmat sampai saat waktu sungkeman. Raina menangis saat meminta maaf pada Papa nya karena sebelum dapat restu, dia menjadi kurang ajar pada Papanya.


"Papa, Maafkan Raina yang selalu membangkang pada Papa. maafkan semua kesalahan Raina. Izinkan Raina untuk menempuh hidup baru dengan lelaki pilihan Raina.". Ujar Raina memeluk Papa


" maafkan papa juga yang selalu memaksakan kehendak padamu".


"Mama, Terimakasih karena Mama selalu jadi Malaikat pelindungku. maafkan Aku jika Aku masih tidak sempurna untuk menjadi anakmu. tolong ajarkan aku menjadi wanita tangguh, penyayang seperti Mama". Ujar Raina memeluk Mamanya.


" Smoga selalu bahagia anakku". ujar Mama Raina memeluk Raina


Acara sangat khidmat banyak kebahagiaan didalamnya.


setelah acara selesai, mereka bersiap untuk pergi ke pulau.


"Sand, kok aku deg degan ya". Ujar Raina memegang dadanya.


" tenanglah, besok Kamu akan bertemu dengan Rasya. Btw udah itu belum??". Tanya Sandra meledek.


"Apa??? Gila Kali ya, dia bukan British yang seenaknya nidurin anak orang. Asal Kamu tau ya 2 Kali aku menciumnya dia sangat marah". Ujar Raina


" really ??? Hahahahahahaha masih ada ya lelaki lugu seperti dia". Ujar Sandra tertawa.


"How lucky I'm right". Ujar Raina mengedipkan matanya.


" ya ya ya you're too much lucky woman". Sandra menepuk kedua tangannya.

__ADS_1


Merekapun tertawa bersama sebelum hari itu tiba.


__ADS_2