
Setelah seharian Raina & Rasya bersenang-senang, Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
"Aku akan melamarmu sekarang, doakan Aku ya". Rasya memandang Raina Dan menggenggam tangannya.
" Apa Kamu yakin secepat ini setelah pertemuan kita?". Tanya Raina
"Cepat dari mana ? Aku sudah menunggu 8 tahun Rain, Aku gak mau menyia2kan moment ini, kalau Kamu ada yang ngelamar duluan Aku gak tau hidupku akana seperti apa". Jawab Rasya.
" kalau Kamu fikir ini yang terbaik Aku ikut aja. Tapi Aku gugup". Jawab Raina dengan menggenggam erat tangan Rasya.
"Loh kok Kamu yang gugup. Harusnya Aku dong". Rasya tertawa.
Rasya memegang kedua pipi Raina.
" Lihat Aku, gak perlu gugup, cukup berdoa sama Allah. Ok". Rasya melepas tangannya dari pipi Raina.
Raina hanya menganggukkan kepalanya.
"Ayo turun". Ujar Rasya
Mereka berdua turun Dan berjalan memasuki rumah Raina.
" Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam. Baru pulang kalian". Jawab Mama Raina.
" Iya Ma ".
" Maaf Tante, Om ada ?". Tanya Rasya
"Ada, Kamu mau apa?". Tanya Mama
" Saya mau ada urusan Tante ". Jawab Rasya.
Raina menatap Rasya Dan menggelengkan kepalanya mengisyaratkan jangan sekarang.
Rasya hanya tersenyum.
__ADS_1
" Bisa saya ketemu?".
"Bisa. Tunggu sebentar ya". Mama Raina pergi menuju kamar untuk memanggil Papa.
Rasya Dan Raina telah duduk diruang tamu. Orangtua Raina pun datang menghampiri.
" Assalamualaikum Om". Rasya berdiri bersalaman dengan Papa Raina.
"Waalaikumsalam. Ada apa?". Tanya papa Raina.
"Bismillahirahmannirahiim". Rasya berbisik.
" Begini Om, saya mau melamar Raina". Jawab Rasya dengan serius.
"Melamar?". Tanya Papa
" Iya Om".
"Bukannya kalian baru kenal? Kenapa bisa langsung melamar?". Tanya Papa Raina
Papa Raina mencoba mengingat. Wajahnya berubah sedikit kesal saat Ia ingat soal Rasya dulu.
"Oh jadi Kamu yang dulu bawa anak saya bolos sekolah? Yang buat anak saya jadi malas untuk sekolah Dan nilai2nya menjadi turun". Jawab papa Rasya dengan wajah yang marah.
" Berani sekali Kamu menapakkan wajahmu dihadapan saya. Dan sekarang mau melamar anak saya? Jangan harap". Papa Raina sangat marah.
Raina terkejut.
"Pah. Itu kan masa lalu, Aku telah menepati janjiku pada Papa". Ujar Raina
" iya Dan Kamu lupa atas janjimu itu! Papa bilang apa ? Jangan pernah dekat dengannya lagi Dan sekarang apa ? Bahkan Dia melamarmu. No Raina Big no!" Jawab Papa Raina dengan rasa marah.
"Pah". Raina tak kalah marah.
" Papa gak mau punya menantu yang bukan seorang dokter. Dan perlu Kamu ketahui Papa telah berencana menjodohkan mu dengan Anak dokter Angga. Namanya Nico dan dia adalah dokter bedah lulusan Universitas ternama dunia". Jawab Papa Raina dengan tegas.
Rasya, Raina Dan Mama nya terkejut.
__ADS_1
"Apa Pah dijodohkan?? No Papa no. Aku gak mau. Yang Aku cinta hanya Rasya Dan Aku hanya mau menikah dengannya". Jawab Raina.
" tidak ada kata tidak Raina, Nico akan pulang bulan depan. Dan setelah kepulangannya Kamu harus menikah dengannya". ucap Papanya tegas
"Pah". Raina menangis.
" sekarang Kamu pergi dari rumah ini". Papa Raina mengusir Rasya.
Raina memandang Rasya sambil menangis.
"It's OK". Rasya mencoba menenangkan Raina.
" baik, saya pamit dulu" Rasya berdiri Dan mencoba bersalaman Tapi papa Raina menolak.
"Assalamualaikum". Rasya pun pergi.
Raina mengejar Rasya.
" Sya, lakukan sesuatu ". Raina menangis menahan Rasya pergi.
" tenang Rain, Aku akan mencoba mengagalkan perjodohan itu". Ujar Rasya mencoba menenangkan Raina.
"Sekarang Kamu masuk Dan istirahat. Aku pulang dulu". Rasya mengusap air mata Raina.
" janji ya ".
" In Shaa Allah calon istriku". Rasya mencubit pipi Raina.
Raina tersenyum.
"Yaudah Aku pulang dulu ya. Assalamualaikum".
" waalaikumsalam. Hati-hati dijalan. Dan I love you". Ujar Raina
"Love you too". Jawab Rasya.
Rasya pun pergi.
__ADS_1