
Saat Rasya sedang meeting, Raina menunggu hingga tertidur.
2 Jam berlalu, Rasya selesai meeting Dan masuk kedalam ruangan. Ia melihat Raina yang tengah tertidur. Rasya jongkok di lantai hendak membangunkan Raina.
"Sayang, bangun". Rasya mengusap pipi Raina.
Raina tak menggubris.
Akhirnya Rasya mencium Raina.
Raina terkejut langsung duduk.
"kamu bikin kaget aja". Raina memukul bahu Rasya.
"Aku bangunin Kamu gak bangun jadi Aku bangunkan dengan cara lain". Ujar Rasya tertawa.
"Kalau ada yang lihat bagaimana coba?". Tanya Raina kesal.
"memang kenapa? kamu Istriku ini". Ujar Rasya.
" Sudah sore ayo kita pulang". Rasya berdiri meraih tangan Raina. "Pelan-pelan berdiri nya".
"Iya sayang". jawab Raina yang mulai berdiri.
"Kamu mau minum dulu?". Tanya Rasya.
"Mau Tapi yang dingin ya". ujar Raina
Rasya mengambil air mineral botol di kulkas yang ada di ruangannya lalu memberikan kepada Raina.
"Nanti aja minumnya di mobil". ujar Raina.
Mereka berdua pun keluar ruangan menuju lift.
"Selamat sore Pak Ibu". semua staff menyapa Rasya Dan Raina.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju mobil. Sampai di Parkiran, Rangga berlari mengejar mereka.
"Sya tunggu". teriak Rangga.
"Ada apa?". Tanya Rasya.
"Acara 4 bulanan Raina kapan?". Tanya Rangga.
"Kamu mengejar kita cuma mau Tanya itu?". ujar Rasya.
"Memang kenapa?". Tanya Rangga.
"Tidak apa-apa. acaranya hari jumat jam 2 siang". ujar Rasya
"oh OK. yasudah kalian bisa pulang sekarang. hati-hati ya". Rangga melambaikan tangan.
"Aneh Banget sih Kamu Ngga". ujar Raina
Rasya Dan Raina pun masuk kedalam mobil.
"Assalamualaikum". Rasya Dan Raina mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam. kalian sudah pulang". ujar Mama.
Rasya Dan Raina mencium tangan Mamanya.
"Sudah mah". jawab Raina.
"kamu ikut Rasya ke kantor nya?". Tanya Mama
"Iya mah. Tadi siang Aku ngidam makanan sunda, Rasya mengantarku setelah itu Aku ke kantor Rasya". Ujar Raina.
"Yasudah kalian istirahat dulu. Mama mau masak makan malam". ujar Mama meninggalkan Rasya Dan Raina.
Rasya Dan Raina pun berjalan menuju kamar.
__ADS_1
"Sayang, Aku mandi duluan ya". ujar Raina
Rasya menarik tangan Raina lalu menggendong nya seperti pengantin.
"Mandi bareng yuk". Rasya berjalan menggendong Raina menuju kamar mandi.
mereka berdua berendam bersama di Bathtub.
"Entah setelah punya anak kita masih bisa seperti ini atau tidak". ujar Rasya
"Hahahahahaha iya, pasti kita sibuk bermain dengan Dia". ujar Raina.
"Sayang, Kamu jaga baik-baik anak kita ya, jangan kerja terlalu lelah. Ingat setelah 7 bulan Kamu harus cuti bekerja". ujar Rasya memeluk Raina yang bersandar di dadanya.
"Iya sayang, Kamu berdoa terus ya untuk kesehatan kita". ujar Raina
"In Shaa Allah. Aku tidak sabar menunggu buah cinta kita lahir". Rasya mengelus perut Raina.
"menurut Kamu Dia perempuan apa Laki-laki?". Tanya Raina.
"Hmmmmmm mungkin perempuan yang cantik seperti Kamu". Rasya menarik hidung Raina.
"Kamu ingin anak perempuan?". Tanya Raina.
"Laki-laki atau perempuan tidak masalah. Aku hanya bisa berdoa semoga Anak kita lahir dengan selamat Dan normal". ujar Rasya.
"Kalau keinginan kamu?". Tanya Raina lagi
"Kalau diberi keinginan Aku mau anak perempuan". ujar Rasya.
"Kenapa? biasanya laki-laki suka berharap Anak laki-laki yang pertama". Raina merasa penasaran.
"Ya biar Aku bisa memiliki 2 wanita cantik dihidupku". ujar Rasya. " Sudah ah jangan lama berendamnya nanti Kamu masuk angin". ujar Rasya.
Mereka berdua pun keluar dari Bathtub nya.
__ADS_1