
40 menit berkendara, Akhirnya Raina sampai dirumah Rasya.
Ia cukup takjub akan perubahan rumah Rasya. Dulu Ia sangat ingat bagaimana keadaan rumah Rasya yang sederhana. Namun sekarang seperti disulap rumah yg terlihat cukup megah, tidak jauh berbeda dengan Rumah nya.
"Ayo". Rasya memeluk pinggang Raina dengan sebelah tangannya.
Rasya membuka pintu.
" Assalamualaikum ".
" waalaikumsalam, akhirnya pulang juga". Sapa Risya.
"Aaaaa kak Raina". Risya berlari memeluk Raina.
Risya cukup dekat dengan Raina dulu, mereka seperti adik kakak. Setelah 7 tahun tak bertemu, sikapnya tidak berubah.
" Risya sudah besar ya, cantik juga". Raina mencium kedua pipi Risya.
"Kamu apa kabar?". Tanya Raina
" baik kak". Jawab Risya.
"Ayo masuk". Rasya mengajak masuk Raina.
Raina melihat sekeliling rumah.
" indah sekali rumah kalian". Ujar Raina masih melihat sekeliling.
"Iyadong kak Rasya yang desain". Ujar Risya dengan bangga.
" Kalian ngobrol aja dulu, Aku mau bersihin badan dulu ". Rasya pergi menuju kamarnya yang di lantai 2.
" Ayo kak ikut Aku ". Risya menarik tangan Raina. Risya mengajak ke dapur.
" selagi nunggu kak Rasya, kakak disini dulu ya temenin Aku masak". Ujar Risya.
"Kali ini biar Aku yang masak ya". Raina menghampiri Risya.
" Boleh". Jawab Risya gembira.
"Izin berantakin dapurnya ya". Raina tersenyum
" Boleh, nanti juga kak Raina kan yang akan menguasai dapur ini". Ujar Risya menggoda Raina.
Raina hanya tersipu malu.
__ADS_1
Raina mencoba mencari bahan makan yang Ia ingin olah,
Ia menemukan bahan untuk membuat pasta.
"Aku buat pasta aja ya". Ujar Raina
" Terserah kakak aja". Jawab Risya yang lagi duduk menyenderkan dagu di kedua telapak tangannya.
Raina mulai memotong bahan makanan, mengolahnya.
"Ta Da... Spaghetti Bologna sudah jadi". Ujar Raina.
" Hmmmmmmmm wangi nya. Pasti enak". Risya mencoba spaghetti buatan Raina.
"Wah enak kak". ujar Risya gembira.
" serius". Tanya Raina.
Risya mengangguk cepat.
Rasya turun dari kamarnya mencium aroma masakan yang enak.
"Hmmmmmmmm wanginya, jadi lapar". Ujar Rasya yang berjalan menuju dapur.
" Ayo kak sini, kak Raina masak spaghetti nih". Ujar Risya dengan Semangat.
Raina tersipu malu.
" Ayo duduk ". Ucap Raina.
Raina mengambil piring Rasya Dan memberikan Spaghetti buatannya.
Rasya mencoba makanan yang Raina buat.
" wow enaknya". Ujar Rasya gembira.
"Masa?". Raina tersipu
" Serius, Kamu belajar masak dari mana? Aku ga nyangka anak orang terkaya di kota ini bisa masak makanan yang enak". Rasya menggoda Raina.
"Aku kan di London gak hidup mewah, jadi aku harus masak kalo Aku mau makan. Ya karena itu aku perlahan belajar masak. Tapi, untuk masakan Nusantara aku belum bisa karena di London mencari bahan masakan Nusantara susah". Jawab Raina.
Mereka pun makan malam dengan penuh kebahagiaan.
selesai makan, mereka menuju ruang TV.
__ADS_1
Mereka mengobrol santai duduk didepan TV.
" Kak Raina, kapan balik dari London?". Tanya Risya
"7 bulan lalu". jawab Raina
" kakak hebat ya bisa menyelesaikan study cepet Banget bisa jadi dokter spesialis dalam 7 tahun". Risya memandang Raina kagum
"kakak menyelesaikan 5 tahun. 2 tahun kakak kerja di salah satu Rumah sakit di Manchester". jawab Raina
" wah cepet Banget kak. emang hebat kakak". Risya menepuk bahu Raina.
"Aku gak betah di sana lama-lama, makanya Aku kebut. sampe pernah kakak masuk Rumah Sakit karena belajar g berhenti-berhenti". jawab Raina
" Kamu tuh kelewat pintar apa bodoh sih? kok belajar dipaksa?". Ujar Rasya marah.
"Ya mau gimana lagi, Aku Takut jika terlalu lama disana". Ujar Raina.
" Takut kenapa kak?". Tanya Risya kepo.
"Takut orang yang kakak cintai direbut orang". Raina tersipu malu.
" kkhhhmmm Kkhhmmmm". Rasya oura-pura batuk sambil tersenyum.
"ciyeeeeee kakak ciyeeeeee". Risya sendorong pelan bahu Rasya.
merekapun berbincar santai, sesekali tertawa. terlihat, Raina sangat bahagia.
Raina memandang Rasya & Risya.
Terimakasih Ya Allah untuk hari ini. ucap Raina dalam hati.
jam telah menunjukkan pukul 8, Raina pamit pulang kepada Risya.
" Kakak pulang dulu ya, makasih untuk malam ini". Raina memeluk Risya Dan mencium pipi Risya.
"Makasih juga atas Spaghetti nya ya kak. Harus sering main kesini ya". ujar Risya
" In Shaa Allah". jawab Raina
"Kakak pulang dulu ya". Raina memeluk Risya lagi.
" Yang sabar ya kak. Kak Rasya pasti akan perjuangkan hubungan kalian". Risya berbisik ditelingan Raina.
"Makasih ya doakan kami berdua". jawab Raina.
__ADS_1
Rasya & Raina pun pergi meninggalkan Rumah Rasya.