
"Astagfirullah, Rasya". Raina berlari menuju Rasya.
" Kamu gak apa-apa kan??". Tanya Raina
"Aku gak apa-apa kok". Ujar Rasya
Suster sedang membetulkan infusan Rasya yang bergeser.
" lihat tanganmu berdarah". Ujar Raina menyentuh tangan Rasya.
"Dok, sudah saya betulkan, saya permisi keluar". Ujar suster.
" Kamu mau ngapain ?? Mau ke toilet ?? Kan bisa memencet tombol". Ujar Raina Panik
"Aku ingin mengejarmu. Maafkan Aku Rain, Aku sudah kasar terhadapmu. Rain, jangan salah faham padaku, Aku tidak ingin menciummu karena hanya ingin menjagamu. Saat kita melakukan sesuatu, kita akan menginginkan yang lebih dari itu. Makanya Aku mencoba menahannya. Aku tidak ingin menyentuhmu sekarang". Ujar Rasya.
Raina hanya menangis Dan memeluk Rasya.
" Maafkan Aku Sya, Aku memang salah". Ujar Raina.
"Maafkan Aku juga yang berbicara kasar padamu". Ujar Rasya.
Raina melepaskan pelukannya.
" Sudah jangan menangis". Rasya mengusap air mata Raina.
"Maafkan aku". Raina menangis manja seperti anak kecil meminta maaf pada ibunya.
Rasya hanya mengacak-ngacak rambut Raina.
" manis Banget sih ". Ujar Rasya gemas.
__ADS_1
Raina membereskan rambutnya sambil memajukan mulut nya meledek Rasya.
" Kamu sudah makan?". Tanya Raina
"Sudah. Tuh bekasnya masih ada". Ujar Rasya
" baguslah". Raina mengusap rambut Rasya
"Rain, Aku serius Kamu mau kapan kita menikah? Papamu sudah merestui kita". Ujar Rasya memegang tangan Raina.
" tunggu Kamu sehat dulu baru kita bicarakan. Kamu nih, ngebet banget". Raina memukul pelan tangan Rasya.
"Kamu juga ngebet Banget itu tadi nyosor-nyosor". Rasya tertawa kecil.
" Ish masih dibahas aja". Ujar Raina
"Aku gak mau kejadian kemarin terulang lagi, Aku mau selalu menjagamu dimanapun Dan kapanpun". Ujar Rasya.
" gimana Nico sekarang?". Tanya Rasya
"Habis dia ditangkap Om Dirga". Ujar Raina. " Papanya memohon pada Papa Tapi Papa menolak Dan Dia meminta maaf padaku". Ujar Raina kesal.
"Andai Aku tidak begini, habis dia kemarin. Kurang ajar dia berani mencium Dan menyentuhmu". Ujar Rasya emosi.
" tenang Sayang, Om Dirga pastikan dia akan membusuk di penjara". Ujar Raina.
Saat mereka mengobrol, tiba-tiba pintu diketuk ternyata dokter Ahmad datang.
"Selamat sore Pak Rasya & dokter Raina". Ujar dokter Ahmad
" sore Dok ".
__ADS_1
" kita mau lihat jahitan pak Rasya". Ujar dokter berjalan menuju tempat tidur Rasya.
Dokter mencoba membuka baju Rasya.
"Rain, berbalik lah". Ujar Rasya
" Loh kenapa? Aku juga mau lihat jahitanmu". Tanya Raina
"Ini aurat tau". Ujar Rasya.
Dokter Ahmad hanya tertawa kecil.
" OK OK aku berbalik". Raina berbalik arah.
Dokter membuka perban Rasya. Melihat jahitannya.
"Ini Alhamdulillah sudah sedikit kering. Paling tunggu 1 minggu untuk membuka perban baru. Tapi, harus dijaga baik-baik". Ujar dokter.
" Jadi saya sudah boleh pulang?". Tanya Rasya.
"Gak ya Sya. Kamu masih lemah. Gak lihat tadi Kamu jatuh saat ingin berdiri". Ujar Raina ketus.
" loh tadi jatuh? Kenapa?". Tanya dokter Ahmad.
"Tidak apa-apa Dok. Saya hanya ingin ke kamar mandi". Ujar Rasya berbohong.
Gak mungkin kan Aku cerita kita bertengkar hanya karna Aku dicium Rain. Ujar Rasya dalam hati.
" harus hati-hati ya Pak, masih untung ini jahitannya tidak kenapa-kenapa". Ujar dokter. "Mungkin 2 hari lagi baru bisa pulang". Dokter menambahkan.
" Baiklah Dok ". Rasya menyerah.
__ADS_1
" Baiklah, saya keluar dulu. Jika terjadi sesuatu hubungi saya.". Dokter pun keluar ruangan.