Rain...

Rain...
restu Papa


__ADS_3

Tak lama, pintu terbuka lagi. Raina terkejut yang datang Mama Dan Papa


"Papa??". Ujar Raina


Papa Raina berjalan mendekati Rasya.


" bagaimana keadaanmu?" Papa Raina bertanya dan mengusap pundak Rasya.


"Alhamdulillah baik Om". Jawab Rasya tersenyum.


" cepatlah sembuh agar bisa menikahi Raina". Ujar Papa Raina tersenyum


"Apa??". Tanya Raina kaget.


" kenapa ?? Kamu gak mau?". Ujar Papa Raina.


Raina berdiri berlari menghampiri Papanya Dan memeluknya.


"Makasih Pah". Raina menangis


" Papa kangen loh dipeluk Kamu". Ujar Papa Raina.


Raina melepaskan pelukannya.


"Raina, Rasya, maafkan Papa ya. Papa tau apa yang Papa lakukan salah. Maafkan Om ya yang selalu kasar padamu". Ujar Papa Raina.


" tidak perlu meminta maaf Om saya tau Om melakukan itu karena Om sayang dengan Raina ". Ujar Rasya berbesar hati


Papa Raina memeluk Rasya.


" terimakasih Om sudah mempercayai ku untuk menikahi Raina". Rasya melirik Raina. Raina hanya tersipu malu.

__ADS_1


"Segeralah sembuh agar kita bisa membahas pernikahan Kalian". Ujar Papa Raina.


" In Shaa Allah Om". Rasya tersenyum.


Raina sanang berbinar dimatanya.


"Papa keluar dulu ya". Papa Raina keluar untuk menyelesaikan tugasnya.


"Sekarang Kamu pulang dulu ya, mandi tuh sudah 2 hari Kamu tidak mandi". Ujar Mama Raina


" pantes daritadi aku mencium bau asem dari mana". Ujar Rasya meledek Raina


"Rasyaaa". Raina teriak manja.


" yaudah Aku pulang dulu nanti Aku kembali ya". Raina menyentuh pundak Rasya.


"Gak perlu, Kamu bisa istirahat. Lihat tuh wajahmu sudah tidak ada bentukannya". Ujar Rasya.


Raina cemberut.


" Baiklah, nanti siang aku kembali". Ujar Raina


"Gitu dong". Ujar Rasya.


" tenang Kak ada aku yang menjaga nya ". Ujar Risya.


" kalau ada apa-apa hubungi kakak ya". Ujar Raina


"Siap kak". Jawab Risya tersenyum


" aku pulang ya". Raina menyentuh bahu Rasya.

__ADS_1


"Iya sayang, Kamu hati-hati ya". Ujar Rasya.


Raina & Mama nya pun keluar dari ruangan Rasya.


dalam perjalanan Rasya sangat gembira tak lepas senyum didalam wajahnya.


Mama yang melihat ikut bahagia. Akhirnya Ia mendapatkan kebahagiaan nya.


" Smoga senyum itu akan terus ada di wajahmu ya". Ujar Mama menyentuh tangan Raina.


Raina hanya tersenyum.


"Aku gak nyangka Papa akhirnya merestui kita". Ujar Raina.


" Sayang, mungkin menurutmu Papa jahat. tapi, didalam lubuk hatinya, Ia tidak ingin Kau salah memilih pasangan hidup". Ujar Raina


"Tapi Nico". Ujar Raina


" Itu diluar kendali Papa. Papa kenal dokter Angga sudah lama Dan kenal dengan Nico pun sudah lama. entah mengapa sikapnya sekarang berubah. Papa tidak mungkin sembarangan menjodohkanmu". Ujar Mamanya. "Berdoa lah semua akan baik-baik saja". Mama Raina mengelus rambut anaknya.


sampailah dirumah, Raina berjalan menuju kamarnya.


" Kamu mau sarapan? ". Tanya Mama.


"Aku mandi dulu ya Mah". ujar Raina


mama pun menyiapkan makanannya.


dikamar setelah selesai mandi, Raina mencoba istirahat. tanpa Ia sadari Ia tertidur.


Mama Raina yang sudah menunggu setengah jam bingung kenapa anaknya belum juga turun kebawah untuk sarapan.

__ADS_1


Mama Raina berjalan ke atas menghampiri anaknya. saat pintu dibuka Mama melihat Raina tertidur pulas.


" mungkin Ia kelelahan, selama 3 hari Ia tidak beristirahat". ujarnya. "tidur yang nyenyak anakku". Mama Raina mencium kening Raina.


__ADS_2