Rain...

Rain...
Rasya pulang


__ADS_3

Hari demi hari berganti, hampir 1 minggu Rasya dirawat dirumah sakit, begitupun dengan Raina, hampir 1 minggu Ia tidak membuka jadwal praktek meski Ia sedang berada di satu Rumah Sakit.


"Sayang, kenapa kamu tidak membuka jadwal check up atau visit ke ruangan? Ini sudah hampir seminggu loh". Ujar Rasya


" Aku kan ingin fokus mengurusimu". Jawab Raina


"Tapi kan Kamu bisa keluar masuk lagian masih 1 rumah sakit. Kasian loh pasien mu". Ujar Rasya.


" Kamu lebih penting dari apapun, Kamu sudah mempertaruhkan nyawamu untukku. Ini yang hanya bisa aku balas ". Ujar Raina sedih.


Rasya sangat terharu mendengar nya.


" Tapi berjanjilah, setelah Aku pulang, Kamu harus kembali dengan aktivitas mu". Ujar Rasya


"Aku akan melakukan itu setelah Kamu sembuh". Ujar Raina


" baiklah terserah Kamu saja". Ujar Rasya.


"Hari ini Kamu sudah boleh pulang seperti yang dokter Ahmad katakan. Jadi, Aku akan bersiap-siap dulu". Raina berdiri membereskan perlengkapan didalam ruangan.


" kemana Risya? Kenapa bukan dia yang membereskan?". Tanya Rasya


"Risya hari ini ada kuis di kampusnua. Tadi dia menelfonku". Ujar Raina yang sedang sibuk membereskan barang.


Rasya mencoba berdiri.


" pelan-pelan". Ujar Raina segera membantu Rasya.


"Tenang. Aku bisa sendiri. Aku bosan berada disitu". Ujar Rasya yang mencoba berjalan.


" bagaimana sekarang?". Tanya Raina


"Sudah mulai membaik meski sedikit ngilu". Ujar Rasya.


" seperti itulah rasanya ibu yang melahirkan secara operasi". Ujar Raina "bahkan lebih besar dari lukamu". Lanjut Raina.

__ADS_1


" iyakah???". Tanya Rasya


Raina hanya menganggukkan kepala.


"Memang sungguh mulia seorang Ibu. Karena itulah Aku tidak ingin menyakiti seorang perempuan. Karena Aku berfikir bagaimana jika adikku Risya mengalaminya". Ujar Rasya.


Raina hanya menepuk pundak Rasya


" sudah selesai, Aku akan ke bagian administrasi untuk menyelesaikan data mu". Ujar Raina.


Rasya berjalan mengambil dompet untuk membayar rumah sakit.


Ia menyodorkan kartu ATM nya kepada Raina


"Untuk apa ini?". Tanya Raina.


" bayar Rumah sakit lah". Ujar Rasya


"Hei tuan, Kamu lupa ya ini Rumah Sakit calon istrimu?" Ujar Rasya


"Ya Tapi kan semua ini aku harus bayar". Ujar Rasya


Raina keluar dari ruangan menuju administrasi.


Tak lama Raina kembali dengan suster


"Sayang, semua sudah selesai. Sekarang kita bisa pulang". Ujar Raina. " Kita naik kursi roda ya". Ujar Raina.


"Gak perlu lah aku bisa jalan sendiri". Ucap Rasya.


" Yasudah, aku bantu ya". Ujar Raina. "Sus, tolong bawakan barang-barang ya". Ujar Raina


"Baik Dok". Ujar suster.


Merekapun berjalan keluar saat melewati ruangan praket Raina, beberapa pasien menyapa Raina.

__ADS_1


" Pagi Dok, hari ini tidak ada jadwal ya ? Kok bukan dokter yang praktek ??". Tanya pasien..


"Iya saya lagi libur, lagi mengurus 1 pasien ini". Raina melirik Rasya.


" Oh ini suami dokter Raina?? Tampan ya cocok dengan dokter yang cantik ". Ujar pasien.


Raina Dan Rasya pun tertawa kecil.


" Yasudah kami permisi dulu ya, dijaga kandungannya ya, In Shaa Allah next check up saya yang akan periksa". Ujar Raina pamit.


Sampai di lobby, satpam membawakan mobil Raina.


"Terimakasih pak". Ujar Raina


Raina membantu Rasya untuk duduk di mobil.


" Aku bisa sendiri". Ujar Rasya.


"You're my baby now jadi diem aja". Ujar Raina.


Raina melajukan mobilnya.


Dalam perjalanan mereka berbincang santai.


30 menit berlalu, sampailah mereka dirumah Rasya. Raina membuka pintu Dan berjalan membantu Rasya.


" Ayo hati-hati". Raina menggenggam tangan Rasya.


Mereka berjalan kedalam Rumah.


"Assalamualaikum". Ujar Rasya


" Waalaikumsalam ". Terdengar suara asing yang menjawab salam dari Rasya.


" Rasya ". Teriak seorang wanita gembira melihat Rasya.

__ADS_1


" Loh Naina". Rasya terkejut.


Naina ?? Siapa Dia ???. Ujar Raina dalam hati.


__ADS_2