
"Ya Allah… bagaimana ini, apa yang akan aku lakukan untuk menutupi kebenaran ini, saya tidak mungkin pindah dari sini, tapi aku tidak mungkin membiarkan dia mengambil putriku dari sisi hidupku, apapun akan aku lakukan untuk menghalanginya untuk mengambil hak asuh anak-ku, emang kamu ayah biologisnya tapi, saya mengandung dan melahirkannya hingga membesarkan keduanya!" umpatnya
Rindu dengan amarahnya yang membludak di dalam kepala dan hatinya. Dengan ketakutan berlebih yang datang mendera hatinya itu.
"Saya tidak boleh membiarkan Abang Erka mengetahui jika dia memiliki dua anak kembar, Aku akan berusaha terus untuk menyembunyikan mereka dari jangkauan Abang Erka kalau perlu pergi jauh dari sini," kesalnya Rindu yang sangat marah dengan pertemuan kedua anaknya dengan mantan kekasihnya itu.
Erka menatap kepergian Rindu dan dua anak kembar yang selalu menolehkan kepalanya ke arah belakang memperhatikannya yang masih setia melihatnya tanpa bergerak dan bergeser sedikitpun dari tempat duduknya itu.
"Aku akan mencari tahu siapa anak kembar itu, bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan secepatnya info tersebut, karena entah kenapa aku merasa kalau kami saling berhubungan," gumamnya Erka lalu segera berlari kecil untuk kembali ke rumahnya.
Erka segera bertemu dengan ibundanya dan ingin menyampaikan mengenai perempuan yang selama ini dia cari. Dia sudah tidak sabar ingin menyampaikan berita gembira tersebut kepada perempuan yang sudah melahirkannya di dunia ini.
"Namaku bukan Erka Mandala Jauhari kalau aku tidak mudah mendapatkan bukti secepatnya, jadi bersiaplah Rindu karena aku akan secepatnya mencari bukti yang akurat siapa Kejora dan Bintang itu!"
__ADS_1
Erka menemui ibundanya Bu Halimah Yacob Jauhari, ia segera menceritakan duduk permasalahannya yang sebenarnya terjadi dari sejak awal hingga apa yang barusan terjadi.
Bu Halimah terkejut mendengar perkataan dari anak keduanya itu," apa yang kamu katakan Nak,apa benar Bu Rindu yang tinggal depan rumah kita adalah perempuan yang kamu cintai beberapa tahun silam yang menyebabkan kamu tidak bisa move on dan menikahi perempuan manapu?" Tanyanya Bu Halimah yang sangat terkejut mendengar berita kebenaran itu.
"Iya benar sekali Bu, apa Ibu sudah mengenalnya dengan baik, dia wanita yang cantik, baik hati, sholeha dan memiliki dua anak kembar yang satu sekolah dengan Senja kalau enggak salah namanya Bintang Airen Mandala dan Kejora Aysila Mandala mereka sudah kelas tiga sekolah dasar," jelasnya Bu Halimah.
"Apa! Nama belakangnya Mandala Bu !?"
Bu Halimah menganggukkan kepalanya," benar sekali mungkin itu nama papanya karena kalau enggak salah sih, katanya tunangannya meninggalkannya ketika ia hamil dan pria itu menikah dengan perempuan lain dan sudah memiliki seorang putri, apa jangan-jangan itu kamu yang dimaksudkan oleh Rindu?" Tanyanya Bu Halimah yang menatap intens ke arah putra semata wayangnya itu sambil menepuk pundak anaknya menggunakan kemoceng.
"Mama mungkin aku harus segera melakukan tes DNA untuk memastikan lebih detail dan lebih terperinci karena jika hasilnya positif anakku maka Rindu tidak akan menolak dan menghindariku lagi dan dengan suka rela mendatangiku," terangnya Erka.
" Itu ide yang sangat bagus Nak, jangan menunda lebih lama lagi karena jangan sampai Rindu pergi dari sini, Kalau seperti itu bawa ke sini menantunya Mama dan juga kedua cucuku, karena setiap kali kedua anakmu itu datang ada perasaan aneh yang muncul dalam dirinya Mama seolah mereka sangat dekat denganku, pantesan hal itu bisa terjadi karena mereka adalah darah daging putraku dan penerus keluarga Jauhari seorang kapten pelaut," jelasnya Bu Halimah dengan penuh dramatis.
__ADS_1
"Siap Ma, aku akan menempuh cara apapun agar mereka menjadi milikku selamanya,aku tidak ingin menundanya lebih lama lagi, doakan saya Mama, semoga Rindu dan kedua putriku kembali kesisiku dan kami tidak akan terpisahkan lagi untuk selamanya," timpalnya Erka sembari meraih tangan mamanya itu karena ingin berangkat ke sekolah kedua putrinya untuk mengambil beberapa helai rambut kedua anaknya itu karena akan segera merencanakan tes DNA.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."
Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:
Majikan Ayah Dari Anakku
Garis Tanganku
__ADS_1
Makasih banyak all readers..