Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 28


__ADS_3

Rindu dan Ardian segera menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Ardian tidak menyangka jika perempuan yang sudah memikat hatinya itu ternyata adalah anak istri dari salah satu rekan kerjanya di kampus.


"Abang Erka," sahutnya Rindu yang segera mempercepat langkah kakinya menuju Erka yang juga berjalan ke arahnya.


Rindu langsung meraih tangannya Erka untuk ia cium punggung tangannya itu dengan penuh kasih sayang dan takzim. Erka mengecup sekilas keningnya Rindu di hadapan banyak orang yang berlalu lalang. Erka sama sekali tidak risih memperlihatkan kemesraannya di depan orang lain yang kebetulan berjalan di jalan yang mereka lalui.


Ardian hanya melongok tak percaya melihat pria yang dikabarkan bersifat dingin,acuh tak acuh, pendiam dan tidak suka mengobrol santai dengan lawan jenisnya itu.


"Pantesan dia jaga jarak dari semua dosen wanita yang berniat mendekatinya karena sudah memiliki seorang istri yang sangat cantik, betapa beruntung dan bahagianya memiliki istri yang cantik, sholeha dan pengertian seperti Rindu, ya Allah… aku juga pengen punya pasangan setidaknya seperti Rindu," batinnya Ardian.

__ADS_1


"Abang perkenalkan ini Pak Ardian yang sudah dengan suka rela membantuku untuk menunjukkan ruangan Abang," imbuhnya Rindu dengan memperlihatkan gigi gingsulnya yang manis dimatanya Erka.


"Makasih bro sudah bantuin istriku hingga ke sini," ujarnya Erka seraya merangkul pinggangnya Rindu dengan posesif.


Erka seakan memperlihatkan hak kepemilikannya di depan matanya Ardian, karena Erka sangat tahu dengan jelas siapa Ardian yang sebenarnya. Pria lajang yang mengoleksi banyak perempuan di sisinya yang sama sekali belum berniat dan berencana untuk menikah.


"Kalau gitu saya permisi dulu Pak Erka kebetulan saya masih ada kelas di lantai tiga di gedung B," ujarnya Ardian yang meminta pamit karena tidak sanggup melihat sifat bucin Erka langsung di depan kedua matanya itu.


"Abang, sudah makan siang apa belum?" Tanyanya Rindu yang sama sekali tidak keberatan diperlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri.

__ADS_1


Erka menoel hidung mancungnya Rindu," belum, Abang baru ingin pulang ke rumah, tapi kamu sudah datang jadi Abang batalkan saja kepulanganku," jawab Erka.


Rindu yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum manis," kalau gitu kebetulan saya bawakan makanan untuk Abang, semoga Abang suka dengan masakanku," terangnya Rindu dengan mengangkat paper bag agak tinggi hingga ke depan wajahnya Erka.


"Bagaimana kalau kita makan di ruangan Abang saja," pintanya Erka seraya menarik tangan kanannya Rindu agar segera berjalan mengikuti langkah kakinya menuju ruangan pribadinya itu.


Beberapa orang yang berpapasan dengannya di jalan yang mereka lalui itu tersenyum sembari menyapa Erka. Tapi,ada beberapa orang yang menatap jengkel dan keheranan dengan penuh tanda tanya besar tentang siapa dan apa status hubungan mereka berdua. Padahal jelas-jelas Erka menikahi Rindu dengan status sebagai salah satu dosen di kampus pelayaran PIP.


"Siapa sih perempuan itu pakai hijab tapi, kecentilan dan sok cantik banget padahal pakai hijab tapi, tidak tahu malunya bermanja-manja dengan Pak Erka Mandala Jauhari!' gerutunya seorang dosen perempuannya yang baru sekitar dua minggu bekerja di kampus tersebut.

__ADS_1


Erka dan Rindu tidak perduli dengan tatapan mata nyalang mereka dan beberapa orang. Bagi mereka dunia ini serasa milik berdua saja. Tapi, kadang kegelisahan hati Rindu muncul ketika sudah setengah tahun usia pernikahan mereka,tapi belum dikaruniai anak juga. Walaupun mereka sudah memiliki dua anak kembar yang sangat cantik yaitu Bintang Airen Mandala dengan Kejora Aysila Mandala di dalam kehidupan pasangan suami istri itu.


__ADS_2