Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 91


__ADS_3

"Silahkan masuk Tuan Muda," imbuhnya anak buahnya itu.


Kedatangan Noah di sekitar bandara membuat perhatian semua kaum hawa memandanginya dengan tatapan memuja. Mereka mengira jika, Noah adalah artis Turki yang menginjakkan kakinya di Jakarta untuk konser.


Pelangi hanya menoleh sekilas dengan senyuman mengejeknya itu," Abang aku sangat mencintaimu, tapi untuk berperilaku seperti itu di depan khalayak ramai mungkin aku sulit untuk memenuhi keinginanmu itu,maaf," lirih Pelangi.


Anak buahnya yang ingin menjadi supir pribadinya Noah segera dicegahnya," tidak perlu, kamu bareng yang lain saja,saya yang akan menjadi supir pribadi dari istriku sendiri," tolaknya Noah Javier Rizaldi.


Anak buahnya tanpa sepatah katapun langsung menyingkir dari depan pintu mobil dengan model balap itu. Model dengan merk kuda jingkrak berwarna merah itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalan Ibukota Jakarta.


"Abang kita mau ke mana, kok enggak pulang ke rumah kontrakanku saja," tukasnya Pelangi.


"Tidak mungkin saya tinggal di rumah yang sempit seperti itu, lagian rumah kontrakanmu sudah lama enggak kamu bayar sewanya, apa kamu ingin ditendang dari sana!" Sarkas Noah yang tidak menyangka jika istrinya itu mengusulkan agar mereka tinggal di kosan yang bukan miliknya itu.


Pelangi kembali menyadarkan kepalanya ke sandaran jok kursi tersebut, ia tidak menampik perkataan dari suaminya itu.

__ADS_1


"Benar juga lagian sudah hampir enam bulan aku tinggalkan pasti Ibu Widya selaku yang punya rumah kontrakan akan menyewakannya pada orang lain," batinnya Pelangi dengan pandangan matanya terarah pada jejeran bangunan yang dilaluinya itu.


Berselang beberapa menit kemudian, mobil mereka memasuki daerah kawasan elit. Pelangi kembali ingin bertanya,tapi ia urungkan nanti suaminya menjawab dengan perkataan yang membuatnya jengkel.


"Tidak usah bertanya entar kena omelannya lagi," gumamnya Pelangi yang menatap satu persatu rumah yang ia lewati.


Pelangi memuji satu persatu dari bentuk arsitektur rumah itu. Semua rumah yang berdiri di perumahan elit itu nampak megah dan mewah serta tidak ada jelek.


"Pasti penghuni rumah ini orang Sultan yah, tidak mungkin orang biasa seperti saya bisa tinggal di rumah itu, kalau mimpi mungkin aku bisa hidup dikalangan kaum jetset," gumam Pelangi yang melupakan siapa sebenarnya suaminya itu.


"Rumahnya gede yah,apa enggak capek tuh tukang bersih-bersihnya jika setiap hari harus bekerja keras membersihkan seluruh penjuru rumah ini," cicitnya Pelangi.


Perkataannya itu masih mampu di dengar oleh telinganya Noah tak hanya tersenyum tipis menanggapi ucapannya Pelangi perempuan yang sangat ia cintai, tapi kadang membuatnya jengkel dengan sikapnya yang kadang lambat lowding berpikir.


Noah mengelus puncak hijab yang dipakainya oleh Pelangi yang berwarna pink itu, "Kamu akan tahu siapa pemilik rumah megah dan mewah yang seperti kamu katakan jika, pintu besar itu terbuka lebar maka kamu tidak akan menerka dan menduga-duga siapa pemiliknya." Noah tersenyum tipis ke arahnya Pelangi.

__ADS_1


"Tapi kita kesini untuk apa? Apa Abang mengenal baik dengan pemilik rumah itu?" Tanyanya Pelangi yang tidak bisa menghilangkan rasa keponya itu yang sudah mendarah daging.


Sikap ini lah yang kadang membuat Noah gemes dan kadang kesal jika, rasa kepo akutnya muncul. Mobil mereka berhenti tidak jauh dari tepat depan pintu. Setelah pintu berdaun dua itu terbuka, beberapa orang berjalan ke arah luar menyambut kedatangan kedua pengantin baru itu yang baru saja pulang dari bulan madunya.


"Selamat datang menantu cantiknya Mami," sapanya Bu Annisa Tantriana dengan merentangkan kedua tangannya ke arahnya Pelangi yang masih berdiam diri di dalam mobil menatap ke arah empat perempuan satu laki-laki itu.


Mulutnya Pelangi Arunika Rahmany menganga lebar membentuk huruf O tidak percaya jika, pemilik rumah besar yang sedari tadi dikagumi dan dipuji nya itu adalah rumah mama mertuanya sendiri.


"Ya Allah.. Ternyata ini rumahnya kedua orang tuanya Abang Noah berarti mertuaku yang punya, woo aku ini Istri sultan rupanya," Pelangi membatin.


Pelangi segera turun dari mobilnya karena, dokter Annisa masih dalam posisi yang seperti sejak Pelangi datang. Pelangi segera mempercepat langkahnya menuju ke arah Bu Annisa lalu berhamburan memeluk tubuhnya Bu Anisa.


"Mami Annisa," ujarnya Pelangi.


"Anak menantunya Mami yang paling cantik tiada duanya karena Noah anak tunggal cowok di keluarga kami Rizaldi Harun." Candanya Bu Annisa.

__ADS_1


Pelangi sejak mereka menikah, Pelangi langsung diboyong ke Kuala Lumpur Malaysia sehingga sama sekali tidak mengetahui pemilik rumah itu.


__ADS_2