
Kebahagiaan terpancar dengan jelas dari raut wajah kedua pasangan suami istri itu yang sudah sejak lama mendamba akan memiliki anak keduanya.
Annisa tersenyum penuh bahagia," Mbak coba lihat ke layar komputernya itu jabang bayi kalian dan saya perkirakan usianya sudah jalan tiga bulan sesuai dengan perkembangan janinnya yang masih kecil," jelasnya Annisa.
"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah atas segala nikmat dan karunia-Mu," gumamnya Erka yang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya itu atas kehamilan Rindu.
Walaupun mereka sudah dikaruniai dua anak sekaligus yaitu anak kembar perempuan yang sudah duduk di kelas enam sekolah dasar. Bintang Airen Mandala dengan Kejora Aysila Mandala.
Tapi, entah kenapa Rindu merasakan kebahagiaan mereka belum lengkap tanpa kehadiran baby boy di dalam keluarga kecil mereka. Walopun Erka Mandala Jauhari sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Selamat sayang kamu akhirnya hamil juga dan semoga apa yang kamu impikan dan harapkan untuk memiliki bayi cowok terpenuhi, tapi bagi Abang yang paling penting kalian berdua sehat dan selamat hingga nanti lahirannya itu sudah cukup masalah jenis kelaminnya Abang tidak permasalahkan kok," ungkapnya Erka sembari mengecup sekilas keningnya Rindu.
Rindu yang masih berbaring segera bangun dan tanpa aba-aba memeluk tubuhnya Erka dengan penuh kebahagiaan.
"Makasih banyak Mbak Annisa sudah memeriksaku, kami sudah terlalu merepotkan,"
"Tidak apa-apa kok, lagian jarang-jarang kami kedatangan tamu ataupun keluarga soalnya mereka berada di luar pulau jadi kami sangat bersyukur kalian bisa berkunjung dan kalau bisa ini bukan kedatangan kalian yang terakhir kalinya saya dan Mas Rizal berharap kalian sering-sering lah mampir," pintanya Annisa.
"Makasih banyak Mbak, Mas sama Mbak juga kapan-kapan datanglah ke rumah supaya kalian juga tau rumah kami di mana, Mas mama Halimah titip salam sama Mas loh katanya kapan lagi datang kerumah untuk mencicipi masakannya Mama," tutur Erka sebelum keluar dari dalam ruangan praktek tersebut.
__ADS_1
"Insya Allah… kalau tidak sibuk kami sekeluarga akan singgah yang paling penting masakan kesukaan ku harus tersedia yah, tolong sampaikan pada mama jika aku datang nasi lemang harus tersedia dan juga songkolo begadang jangan lupa yah," kelakarnya Rizal yang menjadi makanan pavoritnya jika nginap di rumahnya Erka semasa mudanya mereka.
"Siap Mas pesan dan amanahnya akan saya sampaikan kalau gitu kami pamit pulang dulu karena masih ada tempat yang akan kami datangi," ujarnya Erka lalu segera berpamitan kepada sahabatnya itu dan istrinya sang dokter kandungan.
"Hati-hati di jalan dan kamu Erka ingat istri kamu lagi berbadan dua jadi untuk itunya kamu harus kurangi dulu untuk sementara waktu kasihan Rindu tubuhnya kalau harus digempur terus sama kamu," guraunya Rizal yang tahu persis gimana karakter dan sifat serta wataknya Erka yang sangat mencintai Istrinya itu dan apa yang dikatakannya tidak akan dilakukan oleh Erka tanpa ia katakan sebelumnya.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan halaman rumahnya yang cukup besar itu dibanding dengan rumah lainnya.
"Syukur Alhamdulillah sudah sampai juga, tapi Abang coba dengar rumah sepertinya ramai kira-kira ada siapa yah?'" tanyanya Rindu yang keheranan setelah mendengar suara keributan dari dalam rumahnya yang sepertinya suara cempreng kedua anaknya itu.
"Tidak perlu penasaran seperti itu juga sayang Abang yakin pasti itu ulah kerjaannya siapa lagi kalau bukan putri cantikku,"
Rindu kembali mengapit tangannya Erka seraya berjalan ke arah dalam rumahnya. Rumah lamanya Erka dan Rindu baru satu yang disewa oleh seseorang sedangkan rumahnya Erka masih kosong karena memang Erka sengaja untuk mengosongkan untuk sementara waktu.
"Iya Mama, Senja juga bantu Mama dan papa berdoa agar kami punya dede bayi lagi," pungkasnya Senja yang ikut nimbrung dengan pembicaraan mereka.
Rindu tersipu merona malu mendengar perkataan anggota keluarganya itu. Dia tidak menduga jika anak-anaknya akan meminta hal semacam itu, padahal mereka juga baru nikah tidak mungkin setelah pulang dari bulan madu,dia akan langsung hamil.
Tapi, demi kebahagiaan mereka, Rindu dan Erka hanya menganggukkan kepalanya dan setuju dengan permintaan mereka.
__ADS_1
"Bintang, Kejora jangan nakal yah sayang, bantu jagain adik Senja kasihan nenek Halimah jika harus menjaga kalian bertiga," ujarnya Rindu sambil mencium pipi kedua anaknya secara bergantian.
"Jangan khawatir Mama, kami pasti akan anteng saja dan tidak akan buat gaduh rumahnya nenek dan juga akan bantu jagain adek Senja," tukasnya Kejora Aysila Mandala.
Erka ngelus puncak surau anak keduanya itu dengan penuh kasih sayang," Papa bangga pada kalian dan sangat bersyukur karena selain putrinya Papa cantik, pintar dan juga baik hati suka tolongin orang lain lagi," pujinya Erka Mandala Jauhari dengan penuh kebahagiaan dengan sifat dan karakternya kedua anaknya itu.
"Percayakan semuanya pada the twins Papa, kami sudah besar bukan anak kecil lagi jadi jangan terlalu khawatir dan mencemaskan dengan kondisi dan keadaan kami di sini, mama dan papa fokus dengan kegiatan kalian berdua oke!" Imbuhnya Bintang Airen Mandala yang berpikir dewasa dengan keluarga kecilnya itu.
Setelah berbincang-bincang beberapa saat kemudian, Erka dengan istrinya Rindu Adinda Chandani Burhan sudah berangkat ke hotel ternama bintang lima yang sudah mereka pesan beberapa hari sebelumnya.
"Hati-hati Papa, Mama… jangan kendor gaspoll saja!" Teriaknya Bintang yang berteriak ketika mobil kedua orang tuanya sudah meninggalkan daerah komplek perumahan tersebut yang masih sanggup keduanya dengar.
Pintu berdaun dua itu terbuka lebar dan masuklah kedua pasutri itu dengan raut wajahnya yang penuh kebahagiaan yang tidak terkira gembiranya. Kejora dan Bintang sedang berkejaran dengan Senja dan juga seorang pria yang sama sekali tidak dikenalnya Rindu.
"Sayang putrinya Mama kok berlarian di dalam rumah apa yang terjadi kenapa kalian seperti ini? Kasihan Nenek loh jam segini harus istirahat kalian malah gangguin," tukasnya Rindu.
"Edi!" Teriaknya Erka yang melihat adik sepupunya itu yang sebagai dalang dibalik keributan dan kekacauan yang terjadi di dalam rumahnya.
Edi Prayogo yang mendengar teriakannya dari Abang sepupunya itu segera menghentikan langkahnya lalu berjalan ke arah Erka.
__ADS_1
Edi memeluk tubuhnya Ersam dengan eratnya, "assalamualaikum Abang laam tidak jumpa, apa ini kakak ipar?"
Tanyanya Edi yang berusaha mengalihkannya pembicaraan mereka.