Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 51


__ADS_3

Kejora mulai terbiasa bekerja di kafe tersebut. Setiap hari ia bekerja dengan sungguh-sungguh dan giat. Walaupun, dalam kehidupannya selama ini belum pernah merasakan bekerja banting tulang mencari uang karena, mendiang mamanya Rindu Adinda Chandani dan papanya Pak Erka Mandala Jauhari selalu memanjakan semua anak-anaknya.


Kejora Aysila Mandala adalah tunangannya sejak kecil. Kedua orang Kejora bersahabat dengan kedua orang tuanya. Sedangkan mamanya Kejora sudah meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu. Tapi, Noah tidak mencintai Kejora sedikitpun. Sebenarnya Noah mencintai kakak kembarnya Kejora yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut sekitar sepuluh tahun lalu.


Usia Kejora ketika mengalami kecelakaan mobil adalah tiga belas tahun sedang Noah Javier Atmanegara sudah berumur tujuh belas tahun. Karena itulah, ia menutup pintu hatinya untuk perempuan manapun.


Kejora dengan berpura-pura kecurian dan kepalanya terbentur di tembok membuatnya kehilangan beberapa memori ingatannya yang sengaja ia lakukan hal itu, sehingga beberapa sahabat seperti Nirwan, Mia Audina, Mila Karmila dan juga pria yang diam-diam sayang padanya yaitu Naufal Arkansa Dirga.


"Aku harus seperti ini terus,agar mereka tidak curiga jika aku adalah bukan Pelangi teman mereka tapi, Kejora," batinnya Kejora Aysila Mandala yang segera mengemas beberapa barang-barangnya karena sudah siap pulang.


"Pelangi kami balik duluan yah, masih ada urusan yang penting soalnya," pamitnya Mia dan Mirwan kedua pasangan kekasih itu.


Pelangi yang sedang mengatur dan menghitung beberapa pemasukan hari ini agar ia bisa mencatat ke dalam buku besar menghentikan kegiatannya setelah mendengar perkataan dari mulutnya Mia.


Pelangi mendongakkan kepalanya ke arah Nirwan Bakrie," tidak apa-apa kalian pulang duluan saja, aku akan pulang setelah pembukuan selesai," timpalnya Kejora.


"Kamu sekarang yang gantiin Mbak Mila yah, apa kamu paham cara pembukuannya apalagi pakai komputer," tanyanya Mia yang sedikit tidak percaya dengan pekerjaan barunya Pelangi apa dia sanggup melaksanakannya.


"Insya Allah… kalau pekerjaan kecil dan gampang seperti ini insya Allah.. aku masih bisa mengerjakannya kok," kilahnya Pelangi.

__ADS_1


"Kalau gitu kami pamit yah, hati-hati, assalamualaikum," ujarnya Mia yang sudah meninggalkan ruangan kafe yang sudah terpasang di depan pintu masuk closed.


Kejora dengan serius mengerjakan pekerjaan baru yang diberikan oleh Naufal khusus untuknya. Naufal diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Kejora. Naufal sudah menjanjikan hadiah khusus untuk Kejora jika,ia mampu untuk meyelesaikan tugasnya sebelum jam sebelas malam.


Kafe yang buka jam 10 pagi dan akan tutup jam 20:30 malam setiap hari Senin sampai Jumat. Sedangkan setiap akhir pekan weekend akan buka dari jam 9 pagi dan tutupnya jam 11 malam.


"Alhamdulillah akhirnya selesai juga, aku akan dapat hadiah dari Bos kan pekerjaanku selesai sebelum jam sebelas malam, ini juga baru pukul sembilan empat lima juga," gumamnya Kejora sambil merenggangkan kedua kakinya, tangannya dan seluruh tubuhnya yang cukup kaku karena sudah hampir dua jam duduk di depan meja kasir.


Kejora segera merapikan semua pekerjaannya dengan rapi, karena dia sudah lelah dan bersiap untuk pulang.


"Tapi ngomong-ngomong aku mau pulang ke mana, sedangkan aku sama sekali tidak mengetahui alamat rumahnya Pelangi," cicitnya Kejora.


"Gimana dengan pekerjaannya, apa sudah selesai?" Naufal berjalan ke arah Kejora yang segera menghentikan langkahnya itu.


Kejora tersenyum sumringah," Alhamdulillah semuanya sudah beres sesuai yang Bapak inginkan dan saya yakin Anda tidak akan kecewa," imbuh Kejora kemudian berjalan ke arah meja kasir untuk mengambil beberapa buku pembukuan kas kafe.


Kejora menyodorkan sebuah buku album yang cukup besar khusus untuk pencatatan transaksi yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki usaha. Naufal sedikit ragu untuk mengambil dan juga memeriksa buku itu. Naufal melihat dengan intens ke arahnya Kejora yang tersenyum lebar.


Naufal dibuat terkejut dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Kejora," ini semuanya sesuai dengan yang aku perintahkan, sedikitpun tidak terdapat kesalahan, ternyata gadis ini diam-diam memiliki kemampuan yang terpendam, kenapa tidak sedari dulu sih aku suruh dia bekerja jadi kasir," bathinnya Naufal.

__ADS_1


Kejora tersenyum tipis menanggapi raut wajahnya Naufal yang berubah-ubah setiap saat," gimana dengan hasil pekerjaan saya Pak? Saya dapat hadiah kan?" Kejora memajukan wajahnya ke arah wajahnya Naufal hingga jarak mereka hanya terkikis beberapa centimeter saja.


Naufal yang melihat dari jarak yang sangat dekat membuat, jantungnya Naufal berdebar-debar dan berdendang ria. Wajahnya blushing ketika mereka sangat berdekatan.


"Ya Allah… kenapa wajahnya semakin cantik dilihat seperti ini? Jantungku entah kenapa bisa berdetak dengan hebat, ada aura yang diperlihatkan oleh Pelangi tidak seperti dulu," Naufal membatin sambil memegang dadanya.


Kejora yang melihat Naufal terdiam sesaat dan senyum-senyum aneh membuat Kejora penasaran.


"Ini orang juga apa yang terjadi padanya, tiba-tiba terdiam dan seperti orang yang kesambet saja, apa disini ada hantu atau makhluk halus yang tiba-tiba datang secara juga sudah jam hampir jam dua belas malam juga,"


Kejora menggoyangkan jarinya di depan matanya Naufal langsung," Hey! Hallo sepada sepatu, apa Pak Naufal masih hidup!?" Kejora semakin dibuat khawatir dengan kondisinya Naufal.


"Ehh, aku masih sadar dan tidak mungkin kesambet apapun itu, karena kamu sudah bekerja dengan baik aku akan memberikan hadiah sesuai dengan janjiku sebelumnya,"


Naufal berjalan ke arah dalam ruangan pribadinya," anak itu belajar dari mana, setahu aku Pelangi hanya tamatan sekolah menengah atas saja."


Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.


Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.

__ADS_1


"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."


__ADS_2