Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 81


__ADS_3

Kematian adalah hal yang mutlak terjadi pada tiap-tiap jiwa.


"Sesungguhnya sholat ku ibadah ku hidupku dan matiku hanya Allah untuk allah Tuhan semesta alam."


Kematian tidaklah menunggu kita untuk bertaubat, tetapi kita lah yang menunggu kematian dengan bertaubat.


Keesokan harinya, Naufal Adlan Budianto dengan Kejora Aysila Mandala Jauhari sudah berada di dalam mobil. Mereka akan pulang karena, sudah diijinkan oleh dokter untuk rawat jalan saja mengingat kondisi dan keadaan kesehatan Kejora dengan bayinya sudah membaik.


"Ini ungkapan perasaanku untuk Naufal Aslam Budianto," Kamu mau sembunyi dimana


Aku bisa mengendus baumu


Jangan pernah lari dariku


Karena kita telah berjanji


Biar matahari bohong pada siang


Pura-pura tak mau panas


Tak perlu menyiksa diri sendiri


Sembunyikan cinta yang ada


Aku tak perlu bahasa apapun


Untuk mengungkap aku cinta kamu


Aku tak pernah beristirahat


Untuk mencintai Kamu sesuai janjiku, promise


Seribu wajah menggoda aku


Yang ku ingat hanya wajah kamu


janjiku tak pernah main-main

__ADS_1


Sekali kamu tetap kamu, semoga Abang tulus,"


"Mas, apa kamu akan datang melamarku di hadapan Papa?" Tanyanya Kejora untuk memastikan hal tersebut.


"Kamu tahu gak, Mas sangat gembira melihatmu makan seperti ini, besok-besok kalau kamu pengen makan apapun tinggal kontak telpon saya saja, ingat jangan pakai sungkan untuk menyampaikan pada Mas apapun menu masakan yang kamu inginkan," harapnya Naufal.


Kejora hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi dan putih bersih itu.


Naufal mengecup keningnya Kejora disaat masih mengunyah makanannya, hingga matanya melotot saking tidak menyangka jika, Naufal akan melakukan hal itu lagi.


Naufal melirik sekilas ke arah Kejora," Mas akan melamarmu hari ini juga di depan papamu, tidak baik jika menundanya terus pasti perutmu akan semakin gede juga, saya tidak ingin ada orang lain yang tahu kalau kamu sudah hamil duluan," ungkapnya Naufal.


Kejora yang mendengar perkataan ketulusan dari Naufal sangat bahagia. Ia tidak menyangka jika pria yang telah merenggut kee pee raa wan nya itu bersiap untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Jujur Mas aku bahagia banget mendengar semua itu, semoga papa menerima pinangannya Mas dan kita segera menikah," timpalnya Kejora.


"Apapun akan Mas lakukan demi kebahagiaanmu sayang," imbuhnya Naufal.


Kejora tanpa segan segera men cii uum bibirnya Naufal dengan penuh kelembutan. Awalnya hanya sekedar kecupan biasa lama-lama berubah untuk menuntut lebih. Tangannya Naufal mulai menelusup ke dalam pakaian yang dipakainya oleh Kejora.


Kejora tidak bisa menolak keinginannya Pria yang telah memberikan dia calon baby. Kejora tanpa ragu menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari Naufal.


Naufal segera mengatur posisi kursi mobilnya agar nyaman di tempati untuk keduanya. Naufal mulai melakukan apa yang dia inginkan. Kejora hanya terdiam dan neee niik maa tiii indahnya tubuh Kejora yang berada di bawah kungkungannya itu. Suara deee saaa haan dari bibirnya Kejora sungguh membuat Naufal semakin tertantang dan tidak ingin melakukannya secara terburu-buru.


"Henmph, Mas," racaunya Kejora yang menggigit kecil bibirnya itu menahan gelombang serangan yang diberikan oleh si jago di daerah sensitifnya Kejora.


Hingga berselang satu jam kemudian, barulah mereka menyelesaikan dan menuntaskan apa yang telah mereka perbuat. Yaitu saling membahagiakan satu sama lainnya.


Naufal mengecup punggung tangannya Kejora yang sudah kembali memakai seatbelt nya itu. Mobilnya yang masih terparkir di area rumah sakit menjadi saksi bisu hubungan keduanya.


"Sayang calon istriku,apa kamu bahagia?" Tanyanya Naufal sebelum menyalakan mesin mobilnya itu.


Kedua bola matanya Kejora bersinar," saya sangat bahagia Mas dengan apa yang telah kita lakukan barusan," jawabnya Kejora dengan malu-malu seraya menundukkan kepalanya itu.


"Kalau gitu gimana kalau kita ke apartemennya Mas kita lanjutkan hal ini?" Pintanya Naufal.


Kejora menatap ke arah dalam bola matanya Naufal," Mas antar aku pulang dulu katanya tadi mau melamar aku," imbuhnya Kejora.

__ADS_1


Naufal menepuk keningnya itu," ya Allah… aku sampai lupa gara-gara kamu ini loh," pungkasnya Naufal yang menertawai dirinya sendiri.


Naufal Aslam Budianto segera menyalakan stok kontak mesin mobilnya itu. Perlahan-lahan mobil yang dikendarai keduanya sudah bertolak dari parkiran mobil yang sudah hampir dua jam terparkir di sana dalam keadaan bergoyang. Tidak ada satupun yang curiga atau mempertanyakan hal itu, karena mereka tidak ada yang peduli dengan keadaan disekitarnya.


Perjalanan mereka tempuh sekitar satu jam lebih karena, Naufal dengan sengaja memilih rute perjalanan yang cukup jauh. Mobilnya memutar arah karena masih ingin bersama dengan kekasihnya itu. Kejora tersenyum bahagia dengan apa yang terjadi padanya hari ini.


Where do you want to hide?


I can smell your smell


Never run from me


Because we promised


Let the sun lie at noon


Pretending not to be hot


No need to torture yourself


Hide existing love


I don't need any language


To reveal I love you


I never rest


To love you according to my promise, promise


A thousand faces tease me


All I remember is your face


I promise never play


Once you're still you

__ADS_1


__ADS_2