Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 50


__ADS_3

Mia dan Mirwan yang melihat kedatangan Nuafal sang pemilik kafe berjalan bersama dengan Kejora membuat mereka saling berpandangan satu dengan yang lainnya.


Naufal berbalik badan ke arah depan ketika mendengar pintu berderit. Naufal terpana melihat penampilan dari Kejora. Ia cukup terkesima dan terkesan dengan gaya berpakaian dan berhijab dengan model baru yang dipakai oleh Pelangi Arunika Arman.


"Cantik!" Lirihnya Naufal Arkansa Dirga RIzal yang tak bisa berkata-kata mengungkapkan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya itu.


Mirwan menyenggol lengannya Mila," coba kamu lihat mereka berdua berjalan bareng, mereka sangat cocok dan serasi yah," bisiknya Mirwan.


"Iya,kok kita sepaham, mereka seperti pasangan kekasih yang baru saja menyatakan perasaannya, tapi itu hanya berlaku dalam benak kita saja entah apa akan jadi kenyataan atau tidak!" Pungkasnya Mia.


"Saya berharap semoga mereka berjodoh yah Abang, Pelangi gadis yang baik sopan santun dan sholeha,andai saja saya seorang pria pasti sudah jatuh cinta pada Pelangi tapi sayangnya saya jatuh cinta pada Mirwan Malik," lirihnya Mia yang kemudian berjalan meninggalkan Nirwan yang berdiri mematung sambil mencerna perkataannya Mia gadis yang mulai ia sukai beberapa bulan terakhir ini.


"Apa benar yang dikatakan oleh Mia, apa jangan-jangan aku hanya salah denger yah," batinnya Nirwan Malik yang kembali melanjutkan pekerjaannya untuk merapikan beberapa kursi dan meja yang baru selesai dipakai oleh pengunjung kafe.


Kejora berjalan menghampiri Mia, karena cukup kebingungan dengan apa yang akan ia lakukan.


"Apa gadis yang bernama Pelangi itu bekerja disini sebagai pelayan?"


Mia yang melihat Pelangi berdiam diri dan seperti orang yang bingung dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"Pelangi, apa kamu sudah beli hp baru?" Tanyanya Mia.


"Ehh hp baru!" Beonya Kejora.


"Iya hp baru kamu kemarin bilang habis gajian mau singgah ke Mall untuk beli hp pengganti hp kamu yang rusak," ungkapnya Mia.


"Ehh itu a-nu Mbak uangku dicuri," jawabnya Kejora dengan asal saja karena tidak tahu harus jawab apa.

__ADS_1


Nirwan yang mendengar perkataan dari Kejora membuatnya cukup terkejut dan reflek berteriak. Beberapa orang yang sudah datang ke kafe itu segera menolehkan kepalanya ke arah Nirwan.


"Maaf," ucap Nirwan yang meminta maaf karena sudah cukup membuat keributan sehingga beberapa pengunjung melihat kearahnya.


Naufal yang berjalan ke arah ruangan kerjanya terkejut mendengar seluruh gaji Pelangi dicuri oleh orang. Nirwan dan Mia Audina sudah berjalan ke arah Pelangi yang sedang berharap kebohongannya tidak ketahuan oleh orang lain.


"Ya Allah… apes benar nasibmu Pelangi, padahal kamu sudah lama menginginkan hp itu," imbuhnya Mia.


Kejora menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu, "Benar sekali Mbak, saya sangat pengen punya hp juga tapi, apa mau dikata mungkin itu sudah menjadi rezeki orang lain, insya Allah kalau ada rezeki baru aku beli," jelasnya Kejora.


"Tapi, kamu enggak apa-apa kan? Tidak ada yang terluka padamu?" Tanyanya Nita Nurmansyah seraya memutar-mutar tubuhnya Kejora.


"Anu ehh kepalaku yang terbentur di tembok, tapi sudah agak baikan, tapi enggak tau kenapa seolah banyak hal yang aku lupakan," ungkap Kejora Aysila Mandala yang berpura-pura untuk menutupi kenyataan yang agar tidak ada satupun dari mereka yang curiga jika kedepannya ada yang bertanya tentang hal-hal yang sudah terjadi beberapa waktu lalu.


"Ya Allah… malang sekali nasibmu Pelangi, andai kami punya uang lebih pasti kami akan bantu pinjamkan uang untuk kamu beli hp itu. Tapi kami sudah kirim biaya untuk bapak sama Ibu di kampung," imbuh Nita.


"Tidak perlu seperti itu juga Mbak, saya tidak punya uang untuk ke dokter, Insya Allah… semuanya akan sembuh jika beberapa hari ke depan.


Mereka kemudian melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda. Nuafal diam-diam mencuri dengar pembicaraan karyawannya.


"Kasihan sekali nasibnya Pelangi, sejak dulu selalu hidup dalam kekurangan apalagi kakek neneknya sudah meninggal dunia," batin Naufal.


Waktu terus berlalu, sudah sekitar enam bulan posisi mereka tertukar. Pelangi menjalani kehidupannya sebagai seorang istri yang sangat bahagia dengan suaminya Noah sedangkan, Kejora menikmati kehidupannya yang jadi gadis miskin. Sesekali ia mencari informasi tentang kehidupan papa dan adik angkatnya.


Pelangi berjalan ke arah meja makan yang sudah terdapat Noah duduk di atas kursi khusus untuknya.


" Ini pakailah, saya harap kamu bisa membeli pakaian yang lebih bagus dari yang kamu pakai itu, dan tolong belajarlah untuk merias wajahmu, aku akui kamu sudah cantik tapi, kamu tetap perlu memakai make up agar kamu kelihatan pantas untuk berdiri di sampingku," jelas Noah seraya menyodorkan sebuah kartu kredit berwarna hitam itu.

__ADS_1


Pelangi spontan memperhatikan dengan seksama seluruh tubuhnya dari atas hingga bawah. Ia tersenyum tipis karena, apa yang dikatakan oleh suaminya itu benar adanya.


"Tapi ngomong-ngomong tadi ia bilang aku cantik, berarti ia sudah sadar jika punya istri yang cantik perlu dijaga dan dirawat dengan baik entar ada pria yang tertarik padaku baru kamu tahu rasa," umpatnya Pelangi yang memikirkan banyak kemungkinan besar yang akan terjadi kedepannya ia melamun dengan banyak hal.


"Makanlah makananmu itu, jangan hanya berkhayal sesuatu yang tidak mungkin menjadi kenyataan," dengus Noah yang sering keheranan melihat sikap dan perilaku Pelangi yang aneh dimatanya.


Pelangi tersentak terkejut ketika Noah menegurnya itu," baik aku akan makan,"


Pelangi dengan patuh segera menyelesaikan makannya tanpa ada bersuara sedikitpun hanya dentingan sendok garpu yang terdengar selanjutnya. Noah meninggalkan meja makan menuju ruangan kerjanya sebelum berangkat ke perusahaan.


"Martin, tolong hubungi beberapa salon dan penata rias wajah yang mampu memberikan pelatihan khusus cepat untuk Kejora karena, aku ingin membawa dia ke salah satu pesta rekan bisnisku malam minggu nanti," perintah Noah.


"Siap Tuan Muda saya akan segera mencari orang-orang yang paling cocok untuk Non Kejora, apa ada lagi?" Tanyanya balik Pak Martin.


"Kamu sesekali ajak dia keluar melihat indahnya kota Kuala Lumpur kasihan padanya sudah 6 bulan lebih dia di sini tapi, sekalipun belum pernah kamu ajak jalan-jalan," usulnya Noah.


"Baik Tuan Muda," timpalnya Noah.


Martin segera berjalan ke luar untuk melanjutkan dan menyampaikan amanah yang diberikan oleh Noah khusus untuknya. Noah segera dibantu berjalan bersama asisten pribadinya untuk segera ke perusahaan.


"Dimas, gimana kabarnya Mami Annisa dan Papi Rizal? Mereka tidak curiga kan jika pernikahan kami ini hanya di atas kertas?"


Dimas mendorong kursi roda milik Noah. Ada alasan khusus sehingga Noah belum jujur dan terbuka pada kedua orang tuanya jika, ia sudah bisa jalan karena ia mencari tahu siapa orang yang telah mensabotase rem mobilnya yang blong ketika ia berada di Jakarta.


Kejora Aysila Mandala adalah tunangannya sejak kecil. Kedua orang Kejora bersahabat dengan kedua orang tuanya. Sedangkan mamanya Kejora sudah meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu. Tapi, Noah tidak mencintai Kejora sedikitpun. Sebenarnya Noah mencintai kakak kembarnya Kejora yang meninggal dunia dalam kecelakaan maut sekitar sepuluh tahun lalu.


Usia Kejora ketika mengalami kecelakaan mobil adalah tiga belas tahun sedang Noah Javier Atmanegara sudah berumur tujuh belas tahun. Karena itulah, ia menutup pintu hatinya untuk perempuan manapun.

__ADS_1


"Aku cukup penuhi permintaan mami untuk menikahimu tapi,maaf untuk mencintaimu aku tidak mungkin bisa aku sangat mencintai perempuan yang mirip dengan wajahmu," batinnya Noah.


__ADS_2