
Bayinya Mitha dengan Edi Prayogo menjadi pelipur lara Rindu. Awalnya Rindu belum mengetahui dan sadar dengan apa yang terjadi sebenarnya. Tapi,lambat laun akhirnya dia sadar bahwa anak yang sedang bersamanya adalah anak dari sepupu suaminya.
Waktu terus berlalu, trauma yang dialami oleh Kejora pun sudah sembuh dan berangsur membaik. Walaupun masih kadang ada rasa takut jika naik mobil. Erka sama sekali tidak mengijinkan Rindu mengendarai mobilnya seorang diri.
Erka mencari supir pribadi yang benar-benar bisa diandalkan untuk menjaga dan melindungi Rindu di jalan raya.
Rindu pun bisa berdamai dengan kenyataan yang ada. Yaitu menerima kehilangan bayi dan anak sulungnya. Hati ibu mana yang akan tahan dan bisa menerima begitu saja apa yang sudah terjadi dengan nasib malang yang menimpa keluarga kecilnya.
Baby Aryan Arjuna Mandala nama bayi keduanya. Baby Aryan pun sudah diaqiqah dengan acara privat dan keesokan harinya baru memberikan sumbangan kepada beberapa panti asuhan dan juga panti jompo, atas kebahagiaan yang mereka terima.
Enam bulan sejak kecelakaan maut itu terjadi. Paramitha hari ini, adalah acara pulang ke keluarga besarnya di Makassar sesuai dengan adat istiadat orang suku Makassar.
Keluarga besarnya Edi Prayogo yang ada di Sumatera Selatan dan juga pulau Jawa berdatangan dan berbondong-bondong untuk meramaikan mendatangi Makassar.
Tapi, tidak termasuk Rindu dengan anaknya karena mengingat kondisi mereka. Paramitha juga sudah hamil anak keduanya itu yang sudah jalan dua bulan. Semua acara prosesi pulang mabajik terlaksana dengan lancar dan meriah. Mereka sangat bahagia karena beberapa bulan terpisah dengan anak kandungnya mereka.
"Edi maafkan Mbak yah enggak bisa hadir dalam acaramu yang ada di Makassar," keluhan Rindu yang sebenarnya sangat ingin pergi tapi, dokter menganjurkan kepada Rindu untuk beristirahat lebih banyak di rumah.
"Tidak apa-apa kok Mbak, kami hanya ingin mengucapkan beberapa kata sebelum kami pulang ke Makassar karena kemungkinan besarnya saya akan kembali menetap di Makassar Alhamdulillah tempat kerja saya sudah meminta saya untuk pulang, makasih banyak sudah menampung dan menerima kami di sini dengan segala kekurangan kami," ungkapnya Edi Prayogo.
"Benar sekali Mbak, saya sangat bahagia karena walaupun saya jauh dari keluarga kandung sendiri, tapi selama saya tinggal di sini yang hampir dua tahun Alhamdulillah saya seolah hanya pindah rumah saja sedangkan hati dan kasih sayang mama dan ayahku juga ada di sini," terangnya Paramitha Karenina Usman.
Rindu menyeka air matanya itu," Mbak sangat sedih mendengar kamu akan balik ke Makassar, sebenarnya Mbak sangat sedih jika kamu pergi, pasti rumah ini akan kembali sepi jika kalian pergi, tapi tidak mungkin kami akan menahan kamu disini terus sedangkan kamu juga punya kehidupan sendiri, Mitha gimana dengan baby Aryan apa kamu juga akan bawa pergi?" Tanyanya Rindu yang seperti anak kecil saja.
Paramitha memegang kedua genggaman tangannya Rindu," Mbak baby Aryan adalah putranya Mbak sejak Mbak mulai menggendongnya saya sudah mengikhlaskan semuanya lagian aku juga sudah hamil lagi loh Mbak, Alhamdulillah sudah jalan tiga bulan," jelas Mitha seraya mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit padahal buat baru jalan tiga bulan.
__ADS_1
"Serius kamu hamil lagi dek?" Tanyanya Rindu yang sangat antusias mendengar hal baik itu.
Mitha menganggukkan kepalanya dengan senyuman bahagia nya pula.
"Mitha,apa yang kamu katakan itu apa benar adanya Sayang? Kok main rahasia segala sih," ucapnya Edi Prayogo yang langsung memeluk dari belakang tubuh istrinya itu.
"Syukur Alhamdulillah, semoga kalian sehat dan selamat hingga lahiran,kami sangat bahagia mendengarnya," timpalnya Erka Mandala Jauhari.
Erka memeluk tubuh adik sepupunya itu yang sudah seperti adik kandungnya sendiri. Rindu pun berpelukan dengan Mitha sebagai salam perpisahan untuk beberapa bulan kemudian.
"Maafkan aku yah Tante, mungkin selama aku dan suamiku tinggal disini terlalu banyak kesalahan yang kami perbuat dan sudah merepotkan,maka dengan ini saya meminta maaf ya sebesar-besarnya atas kekhilafan itu," ujarnya Mitha sembari memeluk tubuh Tante dari suaminya itu.
"Tante sangat sedih melepas kepergian kalian, Tante harap jika ada waktu tolong datanglah jenguk kami, ingat rumah ini selalu terbuka lebar kapan pun yang kalian mau, kami akan selalu menunggu kedatangan kalian bersama dengan anak kalian nanti,"
"Aunty Mitha kalau sampai Makassar jangan lupakan Kejora Aysila Mandala yah Aunty," tuturnya Kejora yang memeluk tubuh Mitha.
"Aunty tidak mungkin bisa melupakan Kejora yang cantik,baik hati sholeha dan pintar, pasti aunty akan selalu merindukan Kejora,"
"Makasih banyak aunty,saya jadi bisa tenang melepas kepergian aunty semoga aku masih diberikan umur yang panjang untuk bertemu lagi, aku akan bantu Aunty untuk jagain Dede Aryan jadi Aunty bisa tenang untuk pulang ke Makassar,"
Mitha mengelus puncak rambutnya Kejora dan tak lupa mengecup sekilas keningnya Kejora juga.
"Bintang Aunty merindukanmu semoga kelak kamu segera ditemukan, Aunty doakan keselamatan untukmu Nak," Mitha menyeka air matanya sebelum masuk ke dalam mobilnya yang siap mengantarnya ke bandara internasional Soekarno Hatta.
Sepuluh tahun kemudian…
__ADS_1
Seorang perempuan berjalan ke dalam sebuah rumah sakit dengan langkah kakinya yang cukup panjang. Dilihat dari raut wajahnya yang cantik itu tersirat guratan kesedihan, ketakutan, kekhawatiran sekaligus bercampur menjadi satu.
"Kakek, saya mohon bertahanlah,kalau kakek pergi siapa lagi yang akan menemani Pelangi Kek," gumamnya Pelangi yang berjalan dengan tergesa-gesa.
Pelangi melihat ke arah beberapa perawat yang sedang berjalan beriringan.
"Maaf Sus, saya mau tanya dimana ruangan ICU berada?" Tanyanya Pelangi.
"Mbak jalan terus saja pas ujung jalan belok kanan di situ sudah ruang ICU yang Mbak cari," jelasnya.
"Makasih banyak Mbak atas informasinya,"
Pelangi segera melangkahkan kakinya menuju tempat ICU tersebut. Ia segera mempercepat langkah kakinya menuju tempat tersebut. Air matanya luruh melihat orang yang satu-satunya sangat berjasa dalam hidupnya itu. Pelangi mencium punggung tangan kakeknya yang sudah keriput dengan penuh kasih sayang.
"Kakek, Pelangi mohon bangunlah, Pelangi tidak tahu harus ke mana lagi jika Kakek pergi meninggalkan Pelangi," ratapnya Pelangi.
Pak Dedy Susanto membuka kedua kelopak matanya itu," Pelangi, kamu sudah datang cucuku," ucapnya dengan lemah.
"Iya Kek, Pelangi sudah pulang kerja, apa ada yang Kakek ingin makan atau mau minum?" Tanyanya Pelangi dengan penuh kelembutan.
"Cucuku jika Kakek meninggal dunia, ini adalah kalung dan cincin pakailah Nak karena Kakek dulu menggadaikannya sewaktu kamu masuk rumah sakit dan beberapa hari yang lalu Kakek sudah bisa menembusnya pakailah Nak karena kalung dan cincin ini sangat berarti untuk kamu kedepannya," tutur Pak Dedi yang sesekali terbatuk-batuk.
Pak Dedi mengalami kecelakaan ketika pulang dari menjual sayur. Pak Dedi ketabrak mobil truk hingga keadaannya seperti sekarang ini. Kedua tangannya harus diamputasi dan kedua kakinya mengalami patah tulang. Pelangi tertidur di kursi panjang yang di depan ruangan ICU.
Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...
__ADS_1