Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 7


__ADS_3

"Andai saja saya masih single mungkin saya akan tertarik padanya," candanya Bu Reni yang mengundang gelak tawa dari semua orang.


Rindu bersyukur karena walaupun mereka ceplas-ceplos tapi, satu sama lain masih tetap saling menghargai dan memiliki rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang tinggi pula.


Rindu bahagia dengan kedatangan tamunya siang itu, tapi entah kenapa ketika pria duren sawit disaat sosok pria itu menjadi topik pembicaraan hangat mereka, hatinya merasakan kepo dan penasaran dengan pria itu.


Sudah hampir setahun Rindu tinggal di kompleks perumahan tersebut. Tapi, ia masih sering bertanya-tanya siapa sebenarnya papa dari anak kecil berusia lima tahun itu yang bernama Senja sering datang ke rumahnya bermain dengan kedua anak kembarnya.


Seperti saat ini, Senja sengaja meminta ijin kepada neneknya untuk nginap di rumahnya, bagi Rindu itu sama sekali tidak masalah yang paling penting kedua anaknya bahagia.


"Mama, apa boleh adek Senja nginap di rumah kita?" Tanyanya Bintang ketika sedang duduk sambil nonton film kesukaan kedua anak kembarnya itu.


Rindu yang mendengar pertanyaan dari anak sulungnya itu tersenyum simpul sambil menjawab pertanyaan dari anaknya," itu tidak masalah sayang, kapan dan berapa lama pun Senja nginap di sini Mama tidak masalah yang paling penting neneknya ngijinin Senja untuk nginap," imbuhnya Rindu seraya sesekali menyesap minuman hangatnya sore itu karena cuacanya cukup dingin sehingga bi Surti berinisiatif untuk membuat wedang jahe dengan goreng pisang.


"Bu Surti minumannya Senja sangat suka, apa aku boleh bawain juga Nenek satu gelas, kasihan pasti nenek kedinginan karena harus bobo sendiri!" Harapnya Senja di depan Bi Surti.


Bi Surti menatap ke arah Nyonya rumahnya, tidak mungkin ia langsung berinisiatif untuk menjawab permintaan dari Senja anak tetangganya itu.

__ADS_1


Rindu tersenyum tulus," Bi Sur, pakai botol sekalian saja supaya minumannya tidak tumpah dan sekalian juga langsung diantarin yah Bi!" Pintanya Rindu.


"Baik Nyonya,"


Senja berjalan ke arah Rindu lalu memeluk tubuhnya Rindu," makasih banyak aunty Rindu, Senja sangat berterima kasih kepada Aunty cantik," imbuhnya Senja dengan suka cita.


Bi Surti berjalan ke arah luar karena akan memenuhi permintaan anak tetangganya, tapi ketika masuk ke dalam area rumah Senja, ia berpapasan dengan seorang pria yang bodynya yang cukup tinggi, tegap dan besar dan masih muda kelihatannya.


Bi Surti memperjuangkan dengan lekat wajahnya pria itu," sepertinya aku pernah lihat pria itu, tapi yang jadi masalah di mana?" Gumamnya Bu Sutri.


Bi Surti segera menghentikan sesaat langkah kakinya itu lalu menatap ke pria itu," saya diminta sama Nyonya saya untuk mengantarkan minuman ini untuk Ibu Rahmi atas perintah dari Nyonya saya, Pak!" Jelasnya Surti.


"Kalau gitu, makasih banyak Bu sudah menyempatkan waktunya untuk membawa minuman dan makanan untuk Ibuku," pungkasnya pria itu.


"Sama-sama Pak,saya permisi pulang dulu, assalamu Alaikum," sapanya Surti lalu berjalan ke arah luar pagar dan kembali memakai payungnya karena sedikit hujan gerimis.


"Waalaikum salam," jawabnya Pria itu yang terus menatap dengan seksama kepergian Bi Surti dari hadapannya menuju rumahnya Rindu yang masing-masing langsung berhadapan dengan rumahnya itu.

__ADS_1


Bi Surti masih kepikiran dengan pria yang baru pertama kali dilihatnya," ya Allah… kenapa perasaanku mengatakan aku sering melihat pria itu,tapi entah kenapa saya susah sekali untuk mengingat baik-baik dimana aku pernah melihatnya," cicitnya Surti yang menutup rapat pintu pagar rumahnya dengan memasangkan gembok seperti semula.


Sedangkan dalam ruangan keluarga itu ketiga sang putri cantik sedang brrnain dan sesekali berhenti untuk mencicipi dan menikmati beberapa sajian kudapan yang sengaja dibuat oleh Bi Sutri untuk sebagai teman santai mereka di kala itu.


Keesokan harinya, suara pintu diketuk dari luar. Bu Surti hari itu bersama suaminya Pak Rudi sedang pergi ke pasar tradisional untuk berbelanja keperluan dapur. Sehingga Rindu lah yang terpaksa harus menyudahi sarapannya pagi itu. Sedangkan ke-dua anak kembarnya sudah pergi ke sekolah, tinggallah dia bersama Senja menyantap makanannya pagi hari itu.


"Sayang, kamu bisa tunggu aunty dulu yah, soalnya ada yang mengetuk pintu rumah kamu enggak apa-apa kan Aunty tinggal sebentar dulu!" Tanya Rindu lalu melap bibirnya dengan selembar tissue.


"Silahkan Aunty cantik," jawab Senja yang mulutnya penuh dengan makanan.


Rindu segera berjalan ke arah depan,"siapa yah yang bertamu pagi sekali,ini kan baru jam delapan pagi," lirih Rindu lalu segera memutar kenop pintu rumahnya itu.


Setelah pintu itu terbuka lebar, mulutnya tiba-tiba menganga lebar, matanya melotot dan terbelalak saking tidak percayanya melihat orang yang berdiri di depannya ketika itu.


Suara langkah kaki kecil mendekati mereka yang sejak tadi berdiri mematung tanpa ada yang berbicara dan berniat untuk memecahkan keheningan diantara mereka. Hingga suara seseorang anak kecil mampu membuat mereka langsung menoleh ke arah sumber suara.


"Papa!!" Teriaknya Senja yang berlari kencang lalu memeluk erat tubuhnya pria yang berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


__ADS_2