Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 71


__ADS_3

Naufal memarkirkan mobilnya tepat di pintu masuk rumah ibu kostnya Pelangi. Ia berjalan ke arah dalam pekarangan rumahnya Pelangi. Tapi, matanya melotot ketika melihat pintunya tergembok dengan rapi. Padahal Naufal Arian Budianto sudah bertanya tentang Pelangi di kafenya, tapi pekerjanya mengatakan jika sampai siang hari itu, Pelangi belum muncul juga.


Erka segera berpamitan meninggalkan ruangan itu,ia bergegas pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan putri bungsunya itu.


Naufal Arian Budianto segera menuju rumahnya Pelangi. Ia berniat untuk bertemu langsung dan membicarakan tentang apa maksud dari perkataannya itu yang tiba-tiba memutuskan secara sepihak hubungan mereka. Naufal mengendarai mobilnya menuju rumah kontrakannya Pelangi. Karena kondisi cuaca yang kurang mendukung.


Sejak subuh hingga sekarang sudah jam sepuluh pagi,hujan terus mengguyur Ibu kota Jakarta tanpa hentinya. Hingga beberapa ruas jalan yang dilaluinya sudah tergenang air hujan.


"Ya Allah… kenapa dengan rumahnya harus tergembok seperti ini, kemana perginya Pelangi?" Gumamnya Naufal yang berusaha untuk melihat situasi di dalam rumah itu melalui kaca jendela kamarnya Pelangi.


Naufal melihat jika, keadaan di dalam kamar itu bersih dan rapi sehingga seolah seperti sama sekali tidak ada orang yang menghuni rumah itu.


Gerak geriknya Naufal dilihat langsung oleh ibu kostnya Pelangi yang punya rumah tersebut yang disewakan kepada Pelangi beberapa tahun terakhir ini.


"Maaf adek, apa Adek pacarnya Pelangi?" Tanyanya ibu-ibu itu yang memakai daster batik bunga-bunga kembang besar.


Naufal segera mengalihkan perhatiannya dari dalam kamar dan memutar badannya ke arah belakang.


"Ehh Iya Bu benar sekali, kalau boleh tahu ngomong-ngomong Pelangi ada di mana yah Bu?" Tanyanya Naufal penuh selidik.

__ADS_1


"Ohh apa Pelangi tidak mengatakan padamu jika hari ini hari terakhir Pelangi harus melunasi tunggakan pembayaran kosannya yang sudah jatuh tempo,tapi katanya Pelangi dia tidak berniat untuk melanjutkan lagi masa kini kontrakan rumahnya dan semalaman berpamitan kepada Ibu, jika dia akan pulang kampung," jelasnya panjang lebar Bu Hamidah sang pemilik rumah.


Bagaikan disambar petir kenyataan itu kembali menghancurkan, memupuskan dan menjatuhkan harapan dan angan-angan yang ingin bertemu dengan Pelangi.


"Itu tidak mungkin Bu, pasti ada kekeliruan disini aku yakin itu, tolong ibu katakan padaku yang sebenarnya, karena aku yakin jika Pelangi tidak mungkin pergi dari sini!" Teriaknya Naufal sembari memegang kedua tangannya Bu Hamida.


"Maafkan saya, tapi itu kenyataannya yang terjadi, saya tidak punya hak untuk menyuruh Pelangi untuk tetap tinggal di sini jika, ia ingin pergi dari rumahku,"


Air matanya luruh seketika itu mendengar perkataan dan juga penjelasan dari mulutnya Bu Hamidah. Ia mengelus wajahnya dengan gusar dan tidak tahu harus berbuat apalagi.


Bu Hamidah memegang lengannya Naufal Arian Budianto," Nak jika kalian dijodohkan dan ditakdirkan bersama insha Allah… kalian pasti akan bertemu kembali jangan mudah pesimis dan berputus asa dengan Rahmat dan kebesaranNya Tuhan yang Maha Kuasa yakinlah akan indah pada waktunya," nasehatnya Bu Hamidah sebelum meninggalkan Naufal yang terpuruk, hatinya hancur berkeping-keping hingga dinginnya cuaca siang itu tak mampu meredakan kesedihannya.


Perumahan elit pondok indah kapuk Jakarta…


Seorang gadis masih meringkuk di atas kasurnya saking lelahnya menangis hingga kedua matanya sembab hidungnya memerah. Ia tidak ingin hidup dalam status titipan dari perempuan lain yang mirip dengan wajahnya itu.


"Mas Naufal Arian maaafkan aku yang harus mengakhiri hubungan kita, cincin ini masih aku pakai sebagai bukti jika kita pernah melalui kehidupan ini walaupun hanya sekejap saja," cicitnya Kejora Aysila Mandala yang mencium cincin yang diberikan oleh tunangan sebentarnya itu.


Air matanya semakin menetes membasahi pipinya ketika ia kembali teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu ketika ia menyerahkan segalanya untuk pria yang dicintainya itu.

__ADS_1


"Aku bodoh sekali menyerahkan kehormatan dan kee pee raa waa naan ku untuk pria yang salah mencintai, Mas Naufal mencintai Pelangi Arunnika Rahmany asli bukan Kejora Aysila Mandala, jadi kalau kamu tahu tentang siapa aku sebenarnya pasti kau akan meninggalkanku jadi sebelum itu terjadi lebih baik aku yang pergi duluan," lirihnya Kejora.


Apa yang dilakukan oleh Kejora dilihat langsung oleh papanya itu. Erka tidak memarkirkan mobilnya dengan baik dan langsung berlari naik ke tangga lantai dua rumahnya untuk segera bertemu dengan salah satu anak kembarnya itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu putriku, kenapa sepertinya kamu sangat menderita," bathin Pak Erka yang sedih melihat anaknya terpuruk yang kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup rapat.


Erka membuka pintu kamar anaknya itu dan berpura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dan yang dilihatnya langsung.


"Sepertinya ada yang lapar," kelakarnya Pelangi yang tertawa cengengesan menutup mulutnya itu.


"Kamu mau makan apa istriku?" Tanyanya Noah.


Pelangi kembali wajahnya blushing mendengar perkataan dari mulutnya suaminya yang menyebut namanya dengan panggilan istriku.


"Ya Allah… Tuan Muda Noah ternyata bisa sweet juga, tapi kenapa selama kami menikah ulang untuk kedua kalinya selalu menyapaku dengan sebutan istri yah," lirihnya Pelangi.


"Gimana kalau kita makan di restoran itu, katanya teman makanannya enak-enak dan halal tapi, harganya enggak buat kantong menipis," tuturnya Noah.


"Serius!?" Tanyanya Pelangi yang sangat antusias dan eksaitik banget menyambut sarannya Noah.

__ADS_1


__ADS_2