Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 41


__ADS_3

Erka masuk dalam kamar mandi karena sudah hampir mau lewat waktu shalat magrib. Erka Mandala Jauhari berniat membangunkan istrinya untuk makan malam bersama.


"Rin, bangun dong sayang sudah waktunya makan nih,"


Sudah banyak kali percobaan dilakukan oleh Erka tapi, tidurnya sama sekali tidak terusik oleh suaranya Erka padahal sudah digoyangkan dengan berbagai macam cara.


"Karena Mama baru saja tidur,kami pamit kalau gitu, Papa jaga Dede bayi dengan baik yaah kata Nenek Papa enggak boleh dulu terlalu sering tengokin Dede bayi Pa katanya Nenek masih kecil dede bayinya,"


Keduanya segera ngacir dari dalam sana setelah berbicara seperti itu dengan suara ngakaknya masih terdengar hingga ke dalam kamar kedua orang tuanya itu.


Erka ikut tertawa terbahak-bahak setelah mendengar dengan jelas perkataan anaknya. Erka hanya menggelengkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan anaknya itu. Secara tidak salah apa yang dikatakan oleh mamanya Bu Halimah.


"Ya Allah… kalau sudah tidur diapain pun akan melanjutkan tidurnya,"


Erka berjalan ke arah bawah karena Bintang putrinya sudah memangilnya.


"Papa dipanggil Nenek untuk makan, katanya sisa Papa yang ditungguin dibawah," teriaknya Bintang Aisyla Mandala dibalik pintunya.


"Tunggu! Papa akan segera ke bawah," balasnya Erka yang segera bersiap untuk turun mengikuti anak pertamanya.


Erka menuruni undakan tangga dengan langkah lebarnya. Erka melihat semua anggota keluarganya sudah berada di kursi masing-masing, seperti Edi Prayogo dengan istrinya Paramitha, Senja keponakannya, mamanya Bu Halimah dan anak kembarnya tidak terlewatkan yaitu Kejora Aysila Mandala dengan Kejora Airen Mandala sudah menghadapi piringnya dengan beberapa menu makanan yang sesuai dengan selera makannya masing-masing.


"Nak istrimu mana kok enggak ikut kamu untuk turun makan?" Tanyanya Bu Halimah yang menghentikan kunyahan makanannya.

__ADS_1


Erka menarik kursi untuk ia duduki," sudah tidur Ma, aku bangunin tapi enggak ada gunanya keasyikan tidur soalnya," jawab Erka.


"Rindu itu sedang hamil jadi harus banyak-banyak makan seperti Mitha juga harus banyak makan nak kalian sama-sama sedang hamil butuh asupan nutrisi makanan yang banyak, Mitha besok suruh antar dirimu untuk periksakan kandunganmu kalau suamimu malas sampaikan pada Tante oke,"


Mitha melirik sekilas ke arah suaminya lalu menimpali perkataan dari Tante suaminya itu.


"Iye Tan, insya Allah… memang besok baru jadwal pemeriksaannya juga," ujarnya Paramitha dengan logat Makassarnya.


"Kalau hamil itu bukan hanya kondisi sang bayi saja yang diperhatikan tapi, ibunya juga sama-sama disayangi, dimanja karena psikologi dan perasaannya ibu hamil itu kadang berubah-ubah jadi utamakan hatinya istri yang harus tenang dan jangan banyak pikiran, ingat itu Edi,"


"Siap Tante," timpal Edi sambil menyentuh lengannya Mitha.


"Makasih banyak Tante,kami sangat bahagia karena diperhatikan oleh Tante seperti ibu kandung kami sendiri," tutur Paramitha.


Rindu tersenyum ramah lalu berbicara," maaf sudah buat kalian menunggu,aku ketiduran soalnya Ma," ujarnya Rindu yang menyesal karena ulahnya sendiri.


"Tidak apa-apa kok Nak, kamu silahkan makan saja karena kamu sedang hamil jadi ingat banyak makan makanan yang bergizi tinggi terutama makanan yang banyak mengandung zat besinya, Erka ingat baik-baik biasanya perempuannya yang sedang mengandung itu adalah banyak maunya dan juga ada makanan khusus untuk ingin dia makan itu lah namanya ngidam, Mama harap sama kamu penuhi semua rasa ngidamnya istri kalian, kalau Mitha apa yang paling ingin kamu makan sekarang? Seperti halnya dengan Rindu nih pasti ada beberapa makanan yang sangat kamu inginkan tidak perlu sungkan ataupun enggan untuk meminta pada suami kalian karena itu sudah sangat jelas menjadi tanggung jawab semua pria yang sebagai suami," terangnya Bu Halimah dengan panjang lebar menjelaskan beberapa tentang perempuan ibu hamil.


"Insya Allah… Mama saya akan penuhi semua rasa ngidamnya istriku mumpung punya waktu yang banyak dan berada terus disampingnya Rindu beda dulu ketika istriku hamil anak pertama kami yang kembar itu saya berada jauh dari sampingnya Rindu," imbuh Erka sembari mengecup punggung tangannya Rindu yang memperlihatkan kebucinannya di hadapan orang lain.


Mitha menatap sendu kearah tante dari suaminya itu," syukur Alhamdulillah semua keluarganya Abang Edi sangat baik dan menerima kedatanganku di dalam keluarganya mereka bahkan tidak membedakan anak kandung sendiri dengan hanya keponakan, semoga mereka semua bersikap seperti ini terus hingga kapan pun," batinnya Paramitha Larasati.


Edi Prayogo yang melihat tatapan matanya Mitha segera menggenggam kepalan tangannya Mitha," semoga kamu bisa hidup dengan tenang dan bahagia disisinya Abang hingga rambut kita memutih dan cucu kita sudah banyak," cicitnya Edi.

__ADS_1


Mitha wajahnya langsung memerah mendengar perkataan dari mulut suaminya sendiri.


"Ya Allah… betapa bahagianya hatiku mendengar perkataan dari mereka semua semoga aku bisa pulang dengan cepat berkumpul dengan ayah dan mama di kampung aku juga nantinya akan melahirkan dengan selamat pula," Mitha membatin.


Rindu hanya tersenyum mendengar pasangan pengantin baru itu walaupun ia baru melihat keduanya hari ini tapi, sudah yakin jika mereka adalah pasangan suami istri yang baru beberapa bulan menikah.


"Sayang pasti kamu belum kenal mereka,ini adik sepupuku yang tinggal di Makassar kalau perempuan yang besar perutnya itu yang bakalan seperti kamu nantinya yang cantiknya tidak mengalahkan kamu itu adalah istrinya, sayang kalau bisa kamu bantu ia karena ini kehamilan pertamanya dan kalian kan sama-sama ibu hamil jadi bisa saling bertukar pikiran dan masukan," pintanya Erka sambil terus menggenggam tangan kirinya Rindu.


Rindu menatap ke arah Mitha dan Edi," selamat datang di rumah kami yang sederhana ini, semoga kalian betah kalo enggak betah dibetahkan saja," candanya Rindu yang melihat mimik wajah kedua pasutri itu sangat serius.


"Hahaha istriku bisa saja bercandanya, ingat anggap rumah sendiri tidak perlu sungkan karena kita ini semua bersaudara, tapi maaf yah kedua putri kembarku itu orangnya kepo dan banyak ulahnya jadi harap dimaklumi yah," jelas Erka yang tertawa terbahak-bahak diakhir perkataannya.


"Silahkan dilanjutkan makanya Mbak saya dengan Edi mau masuk kamar dulu,saya sudah ngantuk," imbuhnya Mitha.


"Oke, hati-hati yah, kalau ada yang ingin kamu inginkan katakan saja kepada kami tidak perlu sungkan ataupun khawatir menggangu kenyamanan kami disini," ujarnya Erka.


"Iy betul sekali apa yang dikatakan oleh Abang Erka, terutama kamu Mitha apa pesan Mama tadi kamu harus banyak makan makanan yang sehat, bergizi dan bernutrisi yang tinggi dan juga harus banyak istirahat berarti Edi ronda malamnya untuk beberapa hari dikurangi lah dulu jadwalnya," kelakarnya Rindu yang mengunyah makanannya yang hampir tersedak dengan candanya sendiri.


Suasana malam hari itu menjadi ramai karena seolah mereka sengaja untuk mengerjai Edi yang sepertinya masalah naik turun gunung kalau istri sedang hamil tidak tahu apapun. Maklumlah pengalaman pertamanya mereka berdua.


"Mbak Rindu dengan Abang Erka bisa saja, saya tidak bisa dekat-dekat loh selama hamil katanya bau badanku ini padahal aku sudah semprotkan beberapa parfum dengan berbagai merek, tapi tetap saja aku berakhir tidur diatas sofa," curhatnya Edi.


Rindu, Erka, Edi dan Paramita belum bangkit dari meja dan kursi dapur mereka masih di sana sambil bercanda bareng.

__ADS_1


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...


__ADS_2