
Noah sama sekali tidak beranjak dari samping ranjangnya Pelangi. Sedangkan Pelangi merasa sungkan dan tidak enak hati karena gara-gara dirinya yang mengalami kecelakaan dan calon baby mereka harus pergi untuk selamanya.
"Abang sudah hampir pukul sembilan loh, kok belum berpakaian untuk bersiap ke kantor? Apa aku ambilkan pakaiannya mungkin," ujarnya Pelangi.
Pelangi atau Bintang Airen Mandala yang sudah menyibak selimutnya itu hendak berdiri dari posisi rebahannya segera di cegah oleh Noah Javier Rizaldy.
"Kamu jangan banyak gerak,kamu itu baru saja balik dari rumah sakit harus banyak istirahat dan bedrest saja yang kamu harus lakukan, masalah pakaianku aku masih bisa dan sanggup untuk mengambilnya sendiri kok, Ingat kamu tujuan dalam hidupku walaupun aku sukses dan kaya raya jika kamu sakit bagiku itu sama sekali tidak ada artinya bagiku karena tujuan hidupku sekarang adalah bahagia dan hidup bersamamu hingga menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirku," ungkap Noah panjang lebar.
Pelangi tersenyum penuh kebahagiaan mendengar perkataan dari mulut suaminya itu hingga saking bahagianya air matanya menetes membasahi pipinya itu setitik embun di pelupuk matanya itu jatuh perlahan membasahi pipinya yang sedikit tirus setelah menjalani operasi karena keguguran. Pelangi segera menyeka air matanya itu agar suaminya tidak mengetahui apa yang sudah terjadi padanya.
Pelangi menetralkan perasaannya terlebih dahulu sebelum membuka mulutnya untuk berbicara.
__ADS_1
"Abang gimana dengan kondisinya Mbak Nagita Ayana Shahab, apa dia baik-baik saja?" Tanyanya Pelangi untuk menutupi kegugupannya karena hampir saja ketahuan jika dia menangis.
Noah bukannya menjawab pertanyaan dari istrinya itu malah menarik dengan lembut tubuhnya pelangi ke dalam dekapan hangat pelukannya itu.
"Menangislah jika hatimu sedih dan tertawa lah jika kamu bahagia semuanya jangan ditahan ataupun dipendam agar kamu bisa lega dan tidak terbebani dengan keadaan, Pelangi Abang janji ini yang pertama dan terakhir kalinya Abang melihat air matamu sayang istriku Abang tidak akan ijinkan siapapun lagi yang akan melukai dan menyakitimu ini janjinya Abang padamu,"imbuhnya Noah Havier Risaldi.
Pelangi semakin mengeraskan suara tangisannya itu di dalam pelukan suaminya pagi itu. Hingga beberapa orang yang datang mengunjunginya sudah tidak ketahui kedua pasangan suami istri itu.
"Heemm!! Tamu datang bukannya disuguhi makanan dan minuman ini malah disuguhi dengan kemesraan yang luar biasa indahnya," candanya Kejora yang datang berkunjung bersama suaminya itu setelah mendengar jika adik kembarnya sudah balik dari rumah sakit yang awalnya hendak dan berniat akan ke RS.
Noah dan Pelangi segera melerai pelukan keduanya, pasutri itu grogi,gugup,panik ketahuan berpelukan seolah mereka sepasang muda mudi saja yang kedapatan berbuat aneh. Begitulah suami istri yang menikahi karena tanpa cinta awalnya.
__ADS_1
"Mbak kamu sudah lama yah? Maaf saya tidak mengetahui jika kamu akan datang jadi tidak sempat menyambutmu," ujar Pelangi.
Naufal dan Kejora duduk di salah satu sofa yang kebetulan ada di dalam ruangan tersebut.
"Tidak lama kok, baru nyampe juga padahal kami berencana berdua ingin ke rumah sakit tapi, papa Erka ngomong pada kami kalau kamu sudah pulang, jadi terpaksa arah mobil kami putar menuju ke sini," jelasnya Kejora sedangkan Naufal hanya terdiam memperhatikan istrinya bercengkrama dengan adiknya.
"Mbak gimana kalau nanti aku sembuh total kita berangkat umroh saja, gimana menurut kalian rencanaku ini?" Tanyanya Pelangi.
Ketiga orang yang hadir di tempat itu menatap tak percaya melihat Pelangi yang begitu antusias untuk pergi melaksanakan umroh tersebut.
"Woooo amazing itu ide yang luar biasa, kalau menurut aku sampaikan kepada anggota keluarga yang lain sempat mereka juga minat untuk pergi kalau aku dengan suami pasti sekarang pun mau banget," ucapnya Kejora dengan antusias sembari memegangi punggung tangan suaminya itu.
__ADS_1