Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 40


__ADS_3

Rindu yang merasakan kelelahan yang sangat sekaligus bahagia tak mampu meredakan rasa ngantuk nya. Setelah mandi dan shalat magrib ia langsung terlelap dalam tidurnya dalam keadaan masih memakai mukenah.


Mitha memeluk dari belakang tubuhnya Edi," aku sangat bahagia daeng karena keluarga suamiku itu sangat humble, dengan tangan terbuka menerima kehadiranku dan juga tidak banyak pusing dan menghakimi kesalahan kita berdua."


"Seperti itulah sayang kehidupan keluarga besar kami, aku itu punya saudara dari bapak itu baik-baik seperti Tante Halimah hanya dari pihak mama yang pemikiran mereka masih sedikit kolot, tapi kamu tidak perlu khawatir dengan semua itu selow saja karena cintaku hanya untuk kamu seorang Paramitha Hardani Bahar.


Erka Mandala Jauhari yang masuk ke dalam kamarnya tersenyum melihat tingkah lakunya Rindu yang tertidur pulas di atas sajadahnya dengan mukenah masih dipakainya.


"Kasihan sekali istriku pasti sangat capek sehingga ia ketiduran," gumamnya Erka lalu menggendong tubuhnya Rindu ke atas ranjangnya.


Erka membaringkan tubuhnya Rindu dengan sangat perlahan karena takut jika terjadi sesuatu pada Rindu dengan calon bayi mereka berdua.


Kebahagiaan terpancar dengan jelas dari raut wajah kedua pasangan suami istri itu yang sudah sejak lama mendamba akan memiliki anak keduanya.


Walaupun mereka sudah dikaruniai dua anak sekaligus yaitu anak kembar perempuan yang sudah duduk di kelas enam sekolah dasar. Bintang Airen Mandala dengan Kejora Aysila Mandala.

__ADS_1


Tapi, entah kenapa Rindu merasakan kebahagiaan mereka belum lengkap tanpa kehadiran baby boy di dalam keluarga kecil mereka. Walopun Erka Mandala Jauhari sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Selamat sayang kamu akhirnya hamil juga dan semoga apa yang kamu impikan dan harapkan untuk memiliki bayi cowok terpenuhi, tapi bagi Abang yang paling penting kalian berdua sehat dan selamat hingga nanti lahirannya itu sudah cukup masalah jenis kelaminnya Abang tidak permasalahkan kok," ungkapnya Erka sembari mengecup sekilas keningnya Rindu.


Erka mengecup sekilas keningnya Rindu," makasih banyak sayang kamu akhirnya hamil anak ketiga kita, kali ini Abang akan berjanji menjadi suami siaga yang akan selalu siap menjaga kalian berdua dan juga anak kembar kita," gumamnya Erka.


Erka baru beranjak dari atas ranjangnya, tiba-tiba datanglah kedua anak kembarnya dengan suara cemprengnya. Kejora Aysila Mandala dengan Bintang Airen Mandala segera berlari kencang ke arah papanya.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan halaman rumahnya yang cukup besar itu dibanding dengan rumah lainnya.


"Tidak perlu penasaran seperti itu juga sayang Abang yakin pasti itu ulah kerjaannya siapa lagi kalau bukan putri cantikku,"


Erka segera memberikan kode kepada kedua anak kembarnya itu dengan menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya. Kejora dan Bintang segera menghentikan laju larinya lalu segera menutup mulut mereka agar berhenti berteriak teriakannya.


"Maafkan kami Papa, kami sama sekali tidak tahu jika Mama Rindu tidur,"

__ADS_1


Erka tersenyum simpul," tidak apa-apa kok sayang, Papa tidak marah kok," pungkasnya Erka.


"Karena Mama baru saja tidur,kami pamit kalau gitu, Papa jaga Dede bayi dengan baik yaah kata Nenek Papa enggak boleh dulu terlalu sering tengokin Dede bayi Pa katanya Nenek masih kecil dede bayinya,"


Keduanya segera ngacir dari dalam sana setelah berbicara seperti itu dengan suara ngakaknya masih terdengar hingga ke dalam kamar kedua orang tuanya itu.


Erka ikut tertawa terbahak-bahak setelah mendengar dengan jelas perkataan anaknya. Erka hanya menggelengkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan anaknya itu. Secara tidak salah apa yang dikatakan oleh mamanya Bu Halimah.


"Sungguh keluarga besar yang begitu hangat,baik dan saling menghargai satu dengan yang lainnya, mama aku mendapatkan keluarga yang baru yang sangat baik padaku, kuharap mama di sana tidak terlalu mengkhawatirkan dan mencemaskan keadaanku, insya Allah aku baik-baik saja dengan calon cucunya Mama."


Bu Halimah segera menelpon nomor hp kakaknya yaitu papanya Edi," assalamualaikum Abang," sapanya Bu Halimah.


"Saya sudah tahu apa yang terjadi pada Edi, mau diapa lagi nasi sudah menjadi bubur dek, kita tetap harus dukung apa yang terbaik untuk keduanya agar mereka bahagia dan kedua besan kita segera merestui mereka, karena mungkin seperti itu lah jalan hidup dan kisah percintaan mereka, kita hanya perlu mengarahkan mereka ke hal yang baik saja," timpalnya Pak Prayoga.


"Betul sekali apa yang dikatakan Abang, saya sangat bersyukur dan senang mendengarnya jika Abang dan mamanya Edi sama sekali tidak marah dan menghujat serta menyalahkan mereka, kalau gitu aku minta dia untuk tunggal bersama kami saja dulu kalaupun ke depannya mau pindah jika Mitha sudah melahirkan barulah kita pikirkan cara selajutnya

__ADS_1


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...


__ADS_2