Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 59


__ADS_3

"Mbak Azizah tolong bantuin anak menantuku, jangan biarkan dia yang mengerjakan semuanya aku nikahkan dengan putraku bukan untuk menjadi pelayan di rumah suaminya sendiri," dengusnya Bu Annisa. Azizah dan Aisyah segera mengantikan apa yang dilakukan oleh Pelangi.


Pelangi sama sekali tidak keberatan dengan permintaan dari suaminya. Karena pekerjaan seperti itu sudah biasa ia lakukan.


"Kenapa aku merasa ada yang aku rindukan, tapi tidak tahu siapa orangnya," batinnya Pelangi.


"Tidak apa-apa kok Mi, ini hanya kerjaan ringan dan kecil saja tidak perlu melarang Kejora," tukasnya Pelangi.


"Sini duduknya di samping Mami,kalau kamu disitu entar putraku ngajakin kamu main kuda-kudaan lagi," candanya Annisa.


Mereka berbincang-bincang santai sambil membicarakan rencana syukuran pernikahan mereka dan juga kesembuhan Noah serta bulan madunya Kejora Aysila Mandala dengan Noah Javier Rizaldi.


Bu Anisa menyentuh genggaman tangannya Pelangi," Nak karena kalian sudah menikah hampir dua bulan lamanya dan kebetulan Noah suamimu sudah sembuh total dari lumpuhnya, Mami menyarankan kepada kalian untuk honey moon ke Paris Perancis seperti rencana Mami dan papi sebelum kalian menikah, Mami pengen banget punya cucu karena kakak dan adiknya Noah belum ada yang menikah sehingga mami berharap sama kalian berdua untuk segera memberikan mami cucu karena, Mami yang tersisa yang belum punya cucu seorang pun," Jelas Bu Annisa dengan menitikkan air matanya itu.


"Makasih banyak Abang kamu sudah tulus mencintai, kalau boleh jujur aku sangat bahagia mendengarnya," imbuhnya Kejora.


"Kejora mulai detik ini kamu harus memanggil saya adalah Mas bukan Abang, sedari tadi selalu memanggil dengan sebutan Abang,"


Kejora mendongak ke atas ke arah wajahnya Naufal," apa benar yang Abang katakan, jika hanya aku perempuan yang Abang sayangi sepenuh dan setulus hati?" Tanyanya Kejora yang ingin memastikan hal tersebut.

__ADS_1


Naufal mengapit kedua dagunya Kejora agar keduanya saling bertatapan satu sama lainnya," pegang dadanya Abang, apa kamu bisa rasakan debaran jantungku yang berdegup dengan kencangnya? Itu tandanya aku mencintaimu karena, jujur baru hari ini aku tahu dan bisa bedakan kenapa dengan Pelangi asli aku tidak pernah sama sekali merasakan apa yang sekarang saya rasakan," ucapnya Naufal dengan menyentuhkan telapak tangan kanannya Kejora ke dadanya itu.


Kejora tersenyum cengengesan menangapi perkataannya Naufal," saya sudah terbiasa manggil semua orang itu dengan panggilan Abang seperti semua sepupuku khusus yang cowok karena aku lahir di Sumatera dan sejak berusia delapan tahun barulah Mama Rindu memboyong kami ke Jakarta hingga sekarang, Kakek nenek dari Papa orang Kalimantan sedangkan Mama campuran Sumatra dengan Sulawesi," jelasnya panjang lebar Kejora Aysila Mandala.


"Ohh gitu, tapi mulai sekarang kamu harus memanggilku sapaan Mas bukan yang lainnya," pungkasnya Naufal Adlan Budianto.


"Mas, apa aku boleh minta sesuatu padamu?" Tanyanya Kejora yang meminta sesuatu pada Naufal.


Pelangi kebingungan bagaimana caranya mewujudkan keinginan kedua mertuanya. Andai saja mereka suami istri yang sah mungkin akan semudah membalik telapak tangan, tapi Pelangi hanyalah istri palsu saja karena terjadi kesalahpahaman sebelum hari pernikahan mereka.


Raut wajahnya Pelangi sendu dan kebingungan," ya Allah… apa yang harus aku lakukan kalau seperti ini,mana mungkin aku berjanji untuk mrngandung dan melahirkan cucu untuk Mami sedangkan aku bukanlah anak menantu asli mereka,"


"Kamu hanya tinggal mengiyakan permintaan mereka," bisiknya Noah di telinganya Pelangi.


"Insya Allah… doakan saja yang terbaik untuk kami berdua Mi, Pelangi akan berusaha untuk memenuhi keinginan Mami," timpalnya Pelangi yang menatap ke arah Noah suaminya itu.


"Jadi bulat sudah jika, besok Noah dan Istrinya Bintang eehh maksudnya Mami Kejora Aysila Mandala akan berangkat ke Prancis dalam rangka honeymoon untuk mendapatkan calon penerus keluarga besar Rizaldi," ujarnya Nyonya Annisa.


"Siap Mi, percayakan pada Noah jika sepulang dari Paris insya Allah kalian akan punya cucu dan keponakan yang lucu," ucapnya Noah yang dibarengi dengan candaan seraya sesekali mengecup punggung tangan kanannya Pelangi Arunnika Rahmany.

__ADS_1


Pelangi yang diperlakukan seperti itu sebenarnya sangat geli,tapi demi tidak terbongkarnya rahasia besarnya,ia harus berusaha untuk bersikap tenang dan santai serta harus berakting alami.


"Tuan Muda semakin lihai aktingnya aku sempat berfikir kalau itu kenyataan,"


Pelangi kadang sikapnya Noah buat dia klepek-klepek membayangkan dan memikirkan jika apa yang dilakukan oleh suaminya itu benar adanya. Sedangkan seorang gadis cantik yang seumuran dengan Pelangi berdiri di depan jendela kamarnya.


"Ya Allah… aku sangat kangen dengan Papa, aku juga sudah lama tidak berkunjung ke makam Mama, mungkin esok aku akan berziarah ke makamnya Mama kebetulan besok hari sabtu aku off jadi bisa ke sana," gumamnya sembari menatap ke arah daun pepohonan rindang yang bergoyang tertiup angin.


Air matanya luruh tak ia sadari, hatinya sedih karena telah menyangka jika sikapnya yang kabur dari rumahnya dihari itu pernikahannya membuatnya menyesali perbuatannya itu.


"Maafkan Kejora Pa, saya belum bisa pulang jika bukan papa sendiri yang langsung datang mencari Kejora," cicitnya Kejora.


Dia memikirkan kehidupannya yang berubah drastis hanya dalam sehari saja. Dia yang tidak pernah mencuci piring, mencuci baju dan mengepel lantai semua pekerjaan rumahan itu semuanya ia kerjakan. Tapi, seiring berjalannya waktu ia sudah terbiasa sehingga tidak kesulitan lagi dan tidak kaku untuk melakukan semua ini.


Klakson motor seseorang mampu mengalihkan perhatiannya dari pohon yang cukup rindang itu ke pagar kayu rumah kontrakannya yang tersisa dua minggu lagi akan selesai masa kontrakannya m Sedangkan uang sewanya belum cukup.


"Pak Naufal!" Cicit Kejora yang tersenyum manis.


Kejora segera merapikan hijabnya yang tidak teratur karena tertimpa angin yang berhembus cukup kencang sore itu. Dia tidak ingin ia tampil kacau di depan Pria yang diam-diam Ia kagumi itu. Walupun hanya sekedar memakai bedak putih tabur dan lipgloss saja membuat kadar kecantikannya tidak berubah sedikitpun.

__ADS_1


__ADS_2