
"Sayang apa kamu tidak dingin, kenapa harus duduk di sini seorang diri sedangkan cuacanya sangat dingin," imbuhnya Noah Javier Rizaldi.
Batinnya Pelangi sembari menatap salju yang turun seakan-akan tidak ada habisnya.
Pelangi memegangi dadanya itu, "Ya Allah… kenapa hatiku merasakan kerinduan yang sangat, tapi dengan siapa aku kangenin aku seolah sudah lama sekali tidak bertemu," lirih Pelangi hingga air matanya menetes membasahi pipinya tanpa ia sadari.
"Tidak apa-apa kok Abang, saya hanya ingin nikmati indahnya salju, lagian kapan lagi saya bisa lihat langsung dengan kepala mataku hujan salju seperti ini," kilahnya Pelangi yang berusaha untuk menutupi jika ia sedang menangis.
Noah yang mendengar suaranya Pelangi yang serak-serak basah seksi itu, terkejut mendengar suara Pelangi yang tidak seperti biasanya ia dengar. Ia kemudian membalikkan badannya Pelangi agar mereka langsung berhadapan satu sama lainnya.
Pelangi spontan menundukkan kepalanya agar suaminya tidak melihat kondisinya yang berantakan karena,air matanya, hidungnya, matanya yang sembab.
Noah segera menangkupkan dagunya Pelangi agak mendongak ke atas," ini buktinya jika kamu dalam keadaan yang tidak baik saja, apa yang terjadi padamu katakan sejujurnya pada Abang," pintanya Noah.
Pelangi menggelengkan kepalanya tanda tidak terjadi sesuatu padanya," saya baik-baik saja kok Abang, tidak perlu khawatir dengan keadaanku, ngomong-ngomong Abang dari mana saja kok baru pulang?" Tanyanya Pelangi yang disengaja mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Noah mengangkat tubuhnya "Jangan coba-coba berkelok dari kenyataan yang ada, apa Abang menyakitimu,apa Abang berbuat salah, atau apa kamu menyesal menyerahkan semuanya hidupmu untuk Abang? Tolong bicaralah jangan seperti ini, kalau kamu seperti ini sama saja membuat Abang sedih dan juga tidak tahu harus berbuat apa padamu," cercanya Noah tak mengerti dengan sikapnya Pelangi.
Mereka saling bertatapan satu sama lainnya, hingga air matanya Pelangi luruh seketika itu juga. Pelangi semakin menitikkan air matanya itu.
Pelangi memegangi kedua pipi suaminya itu," Abang sama sekali tidak punya salah apapun sama Pelangi, hanya saja," ucapannya Pelangi terpotong karena tak sanggup untuk melanjutkannya.
"Kalau saya tidak punya salah, kenapa kamu menangis tersedu-sedu seperti? Please ngomong dong sayang!" Tegasnya Noah yang tidak habis pikir dengan tingkah lakunya Pelangi yang tidak biasanya.
Noah segera pergi dari hadapannya Pelangi sambil menghempaskan kedua tangannya Pelangi dengan cukup kasar. Noah pergi dengan perasaan dongkolnya. Ia sangat sedih dan kecewa, jika Pelangi bersikap seperti itu main rahasia segala dengannya.
"Abang, stop! Tungguin aku agar aku bisa menjelaskannya!" Jeritnya Pelangi.
Noah kemudian berhenti sejenak lalu mengarahkan tatapan tajamnya ke arah Istrinya itu, "Pelangi! Apa saya tidak penting dimatamu? Apa saya ini tidak pernah kamu anggap sebagai orang yang selalu siap membantumu?!" Pekik Noah yang meninggikan suaranya itu.
Pelangi tersentak kaget mendengar teriakannya Noah, suaminya yang baru dinikahinya itu. Sehingga air matanya Pelangi semakin menjadi saja membanjiri wajahnya cantiknya itu. Noah yang melihat hal itu, reflek memeluk tubuh istrinya itu.
__ADS_1
"Maafkan Abang sudah membentakmu, bukan niat Abang untuk menghardikmu sayang, hanya saja saya sedikit kesal dengan kamu tidak jujur padaku, jadi Abang mohon berterus terang kepada Abang kau kenapa harus menangis seperti ini?"
Pelangi pun membuka suaranya untuk bicara, "Abang aku merindukan Papa dan Mama," ucapnya spontan Pelangi yang membuat Noah cukup kaget, karena untuk pertama kalinya Pelangi mengatakan jika dia kangen dengan kedua orang tuanya itu.
Noah mengelus punggung tangannya Pelangi," sayang kalau seperti itu besok kita pulang ke Indonesia Jakarta untuk bertemu dengan papamu," bujuknya Pelangi.
"Seriusan Abang kita akan pulang besok?" Tanyanya Pelangi yang merengek meminta pulang ke negara asalnya.
"Abang akan memenuhi keinginan kamu, tapi dengan satu syarat, kamu harus makan sudah waktunya makan siang, sarapan pagi juga kamu sudah lewatkan,"
"Tapi, boleh kagak Abang gendong ke sofa, soalnya masih sakit," cicitnya Pelangi Arunnika Rahmany Mandala Jauhari yang merengek dan memperlihatkan popay eyes nya itu.
Noah Javier Rizaldi tanpa ragu mengendong tubuhnya Pelangi," maafkan Abang ini semua ulahnya Abang sendiri yang terlalu bersemangat sampai-sampai kamu harus berjalan seperti penguin," candanya Noah.
Pelangi mengalungkan tangannya ke lehernya Noah, "Abang si jagonya gede sizenya jadi seperti ini sudah jadinya," guraunya Pelangi yang langsung menutup mulutnya lalu menahan tawanya itu.
__ADS_1