Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 88


__ADS_3

Noah sempat kesal melihat sikap dari istrinya itu. Dia tidak menduga jika, air mata istrinya Pelangi Arunika Rahmany adalah rasa rindunya pada kedua orang tuanya.


"Tapi, boleh kagak Abang gendong ke sofa, soalnya masih sakit," cicitnya Pelangi Arunnika Rahmany Mandala Jauhari yang merengek dan memperlihatkan popay eyes nya itu.


Noah Javier Rizaldi tanpa ragu mengendong tubuhnya Pelangi," maafkan Abang ini semua ulahnya Abang sendiri yang terlalu bersemangat sampai-sampai kamu harus berjalan seperti penguin," candanya Noah.


Noah memeluk erat tubuh istrinya itu," apa orang yang dia rindukan adalah paman Erka Mandala Jauhari yah dengan istrinya Rindu Adinda Chandani, jangan-jangan potongan fuzel ingatannya yang selama ini hilang sudah kembali,"


"Abang besok benar kan kembali ke Indonesia Jakarta, bukan ke Kuala Lumpur Malaysia lagi?"


Noah menangkupkan kedua tangannya di dagunya Pelangi,"memangnya kamu enggak mau tinggal di KL lagi?"


Pelangi menatap ke dalam bola mata suaminya itu,"Entah kenapa selama beberapa bulan tinggal di Malaysia,ada yang hilang dari dalam hatiku Abang seolah aku sangat merindukan sosok seseorang, tapi gak tahu dengan siapa dan beberapa hari belakangan ini aku selalu bermimpi bertemu dengan dua orang yang selalu ngaku padaku dia adalah papa dan mamaku," ungkap Pelangi.

__ADS_1


"Dua orang,papa mamamu!" Beonya Noah Javier Rizald.


Pelangi menganggukkan kepalanya," tapi aku enggak lihat jelas wajah mereka Abang, agak samar-samar gitu dan semalam aku mimpi ketemu mereka lagi dan pesannya mereka bilang kamu punya adik kembar temuilah dia," terangnya Pelangi yang kembali terisak dalam tangisannya itu.


Noah semakin yakin jika mereka adalah sahabat ayah Rizaldi dan bundanya dokter Annisa.


"Besok pagi kita akan terbang ke Jakarta, jadi sekarang gimana kalau kita makan dulu, kebetulan Abang sudah belikan kamu makanan kebetulan Abang jugy lapar belum makan," imbuhnya Noah.


"Ini sih gara-gara si jagonya Abang yang kegedean jadi aku jalan seperti ratu pinguin saja," ketusnya Pelangi.


Pelangi yang melihat makanan yang sungguh lezat tersebut, tanpa banyak komentar lagi langsung menyantap makanannya itu. Noah hanya tersenyum menanggapi sikap dari istrinya itu.


Noah mengelus puncak suraunya Pelangi yang panjang hitam legam itu, "Abang akan melakukan apapun itu untuk kebahagiaanmu, Abang akan pertemukan kamu dengan keluargamu yang selama ini terpisah denganmu dan dengan adik kembarnu Kejora Aysila Mandala."

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain tepatnya di salah satu kota yang ada di Indonesia tepat Ibu kota Jakarta.


Lamaran dadakan yang dilakukan oleh Naufal Aslam Budianto diterima oleh Pak Erka Mandala Jauhari. Mengingat Naufal adalah keponakannya sendiri. Anak sulung dari sepupunya dari pihak bapaknya Pak Jauhari Umar, tepatnya anak dari adik Papanya Erka yang bernama Januar Umar.


"Jadi kapan rencanamu untuk menikahi putriku ini?" Tanyanya Pak Erka sambil merangkul putri bungsunya itu salah satu anak kembarnya.


Dengan mantap Naufal menjawab," insya Allah sepuluh hari dari sekarang Papa, saya tidak ingin menunda terlalu lama," ujarnya Naufal.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, berarti mulai hari ini papa akan persiapkan semuanya keperluan pesta resepsi dan akad nikahnya kalian berdua," ujar Pak Erka.


"Paman tidak perlu repot-repot, karena rencananya pesta tersebut cukup sehari saja tapi, durasi waktunya lebih lama dari pesta lainnya karena, kita gabung pestanya paman supaya irit waktu saja," jelas Naufal yang arah pandangan matanya selalu tertuju pada perempuan yang sebentar lagi akan menikah dengannya sekaligus calon Ibu dari anak yang berada dalam kandungannya itu.


"Kalau seperti itu keinginanmu, paman hanya akan mengawasi segala persiapannya yang terbilang singkat ini dan juga akan mengirimkan daftar list nama-nama tamu yang akan aku undang, tapi ngomong-ngomong bagaimana dengan ayahmu apa perlu kita datangi rumah saja langsung?"

__ADS_1


"Tidak perlu paman, mereka tidak tahu tentang kehadiranku di dunia ini, jadi bagiku saya sudah jadi anak yatim piatu sejak kecil, kita tidak perlu merepotkan mereka dalam hal ini," tegasnya Naufal.


"Ya Allah... makasih banyak Engkau telah pertemukan aku dengan pria yang mencintaiku dengan setulus hatinya, walaupun kami sempat melakukan kesalahan besar, tapi aku bersyukur karena ada yang mengikat hubungan kami," batinnya.


__ADS_2