Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 35


__ADS_3

Hari itu Erka Mandala Jauhari dengan Rindu Adinda Chandani berpamitan kepada Ibu mertuanya dan juga Senja keponakannya Erka yang sudah yatim piatu sejak baru berusia sembilan bulan itu.


"Amin, aku sangat berharap Abang, karena aku sudah bayangkan wajahnya itu sangat mirip dengan Abang," ujarnya Rindu yang sudah membayangkan bentuk rupa dan wajahnya anaknya kelak jika masih diberi kesempatan untuk hamil kedua kalinya lagi.


Mereka segere membersikan tubuhnya mereka masing masing. Awal nya Erka akan meminta jatah preman pada istrinya itu di dalam kamar mandi tapi, mengingat rencana awalnya ingin memeriksa kondisi kesehatan dari dua dan Rindu juga.


Bintang dan Kejora segera berlarian ke arah dalam rumahnya ketika mendengar berita gembira langsung dari mulut neneknya yang mengatakan jika mamanya sudah positif hamil.


"Sayang alamat temannya ada di mana apa jauh dari sini?" Tanyanya Rindu ketika sudah berada di dalam mobilnya sambil memasang seatbelt di tubuhnya itu.


Erka tersenyum simpul," kamu tenang saja jarak dari rumah sepertinya kalau enggak macet sih hanya kurang lebih butuh setengah jam perjalanan saja."


"Lumayan jauh juga kalau gitu aku tiduran boleh yah Abang soalnya mataku ngantuk banget engga mau melek lagi nih," ujarnya Rindu.


Erka mengelus puncak hijab istrinya itu," silahkan sayang kamu tidur saja dulu kalau sudah sampai aku akan bangunin kamu kok," pungkas Erka yang tersenyum tipis.


Hanya butuh beberapa detik saja, Rindu sudah tertidur lelap dalam istirahatnya. Erka hanya tersenyum melihat tingkahnya Rindu yang tidak seperti biasanya.


"Tumben ia tidur padahal biasanya perjalanan jauh gimana pun kalau bukan malam pasti tidak akan tidur," gumaman Erka yang masih setia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saja karena kondisi jalan siang itu cukup padat.


Tiba-tiba telponnya Erka berdering dan ia melihat jika ada orang yang nelponnya.


"Edi," beonya Erka.


Edi Prayogo Usman adalah adik sepupunya Erka yang tinggal di pulau Sulawesi Selatan karena bekerja di sana sejak sekitar lima tahun lalu.


"Assalamualaikum," sapanya Erka.


"Waalaikum salam, Abang ada di mana sekarang?" Tanyanya Edi dari seberang telepon.


Erka memasang headset bluetooth di telinganya untuk memudahkannya untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui telpon genggam.


"Aku lagi di jalan nih, emang ada apa?" Tanyanya balik Erka yang sudah tahu pasti ada sesuatu yang terjadi pada adiknya itu.

__ADS_1


"Abang boleh kirim alamat rumahnya Abang soalnya aku mau ke rumah ketemu dengan Tante, boleh dikirim alamat lengkapnya!" Pintanya Edi yang sebenarnya berada di bandara baru saja sampai dari Makassar.


"Oke tunggu aku kirim sharelock alamat rumahku," imbuhnya Erka lagi.


"Aku tunggu yah Abang,kalau bisa secepatnya," ucapnya Edi yang berbicara seperti merasakan kecemasan yang sangat berlebihan.


Erka segera mengirim alamat rumahnya kenomor hpnya Edi," apa yang terjadi padanya? tapi menurut aku sepertinya ini masalah yang agak rumit," gumamnya Erka.


Berselang beberapa menit kemudian, mobil mereka sudah sampai di depan klinik khusus ibu dan anak. Erka memarkirkan mobilnya dengan rapi sesuai anjuran dari tukang parkir yang bertugas di depan klinik tersebut.


Erka segera membangunkan Rindu," sayang kita sudah sampai nih, bangun dong,"


Erka menepuk kecil pipinya Rindu hingga Istrinya itu mengerjapkan kedua pasang matanya dengan bulu matanya yang hitam dan lentik itu walaupun tanpa maskara.


Rindu perlahan membuka matanya dan sedikit terkejut melihat tulisan di depan klinik tersebut yang bertuliskan klinik khusus ibu dan anak dokter Annisa.


"Kok kita ke sini Abang? Katanya tadi mau bertemu dengan teman lamanya," imbuhnya Rindu yang keheranan dengan keputusan suaminya itu.


Erka hanya tersenyum sambil menoel hidung mancungnya Rindu dengan senyuman khasnya," emang ini adalah rumahnya teman aku yang kebetulan istrinya adalah dokter kandungan."


"Aku dua rius bahkan lebih dari dua rius malah," candanya Erka.


"Kalau gitu yuk Abang kita turun soalnya aku pengen ketemu dengan istrinya Abang mumpung dapat konsultasi gratis," guraunya Rindu yang sangat antusias dan bersemangat untuk bertemu dengan Annisa istri dari salah satu dosen yang mengajar di kampus pelayaran tempat Erka mengabdi.


Bu Halimah yang sedang menidurkan Senja sambil membacakan bacaan dongeng segera menghentikan kegiatannya itu sementara waktu karena mendengar bel rumahnya berbunyi.


Ting tong…


"Siapa yah yang datang bertamu siang-siang begini yah?"


Bu Halimah berjalan tergesa-gesa ke arah depan pintunya karena orang yang menekan tombol belnya belum berhenti juga sedari tadi sudah membunyikannya. Ibu Halimah segera memutar kenop pintu rumahnya dengan sedikit jengkel karena menganggu ketenangan istirahatnya yang baru berencana akan tidur siang.


Tapi matanya terbelalak melihat siapa orang yang berada di balik pintu itu," Edi,"

__ADS_1


Edi Prayogo yang mendengar namanya disebut segera meraih tangan kanan tantenya lalu mencium punggung tangannya itu.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi Tante," salamnya Edi dengan senyuman lebarnya.


Edi Prayogo adalah anak dari kakak perempuannya Bu Halimah yang tinggal di daerah Sumatera.


"Waalaikum salam Nak, kapan datangnya kemari kok datang enggak ngasih kabar terlebih dahulu sebelum kamu datang? Tante pikir kamu kerjanya di daerah Makassar kan?"


"Iya Tan, Eh anu itu anu panjang ceritanya Tante," elaknya Edi.


Bu Halimah kembali terkejut melihat siapa sosok orang yang sedari tadi berlindung di balik punggungnya lebarnya Edi Prayogo. Perempuan itu segera meraihnya tangan Bu Halimah seperti yang sering dilakukan tadi oleh Edi dengan tantenya itu.


Bu Halimah menatap intens ke arah Edi yang seolah meminta penjelasan kepada Edi langsung.


"Kenalkan ini istriku namanya Paramitha Tante," ungkapnya Edi sambil memperkenalkan diri Paramitha Rahmany Daniel perempuan yang baru sekitar satu minggu yang lalu dinikahinya itu.


"Istri!? Kamu nikahnya kapan Nak?" Tanyanya Bu Halimah yang semakin dibuat terkejut dengan kejutan dari keponakannya itu.


"Tant, kita masuk dulu yah entar aku akan jelaskan semuanya capek nih sedari tadi berdiri terus," canda Edi yang memaksakan dirinya untuk tertawa.


"Hehehe maaf yah Nak, Tante hanya terkejut saja kok kedatangan kalian yang tiba-tiba tanpa memberitahukan sebelumnya kepada Tante, mari masuk silahkan istirahat dan anggap rumah sendiri dan maaf yah rumahnya agak kecil," candanya Ibu Halimah yang tersenyum ramah.


"Rumah Tante gede loh masa sebesar ini dibilang kecil, dibanding dengan rumahku di Makassar kalah jauh lah dengan rumahnya Tante," balasnya Paramitha yang meladeni candaan dari Tante suaminya itu guyonan yang cukup garing.


Mereka berjalan tergesa-gesa menuju ke dalam ruangan tamunya untuk mempersilahkan duduk kedua anak muda itu kedua pasangan pengantin baru itu.


"Kalian duduk dulu yah, Tante ke belakang mau ke dapur buatkan kalian minuman, dan ambilin kalian kue yang kebetulan istrinya Erka sudah buat kemarin semoga kalian suka," imbuhnya Bu Halimah yang langsung berdiri dari posisi duduknya itu.


"Tan tidak perlu repot-repot kok, aku sudah makan soalnya," tolaknya dengan halus oleh Paramitha.


"Tidak repot kok ini juga hanya minuman ringan dan kue kering saja, tidak banyak butuh waktu lama,"


Edi Prayogo yang melihat kepergian tantenya ke dapur segera berpamitan kepada istrinya itu," sayang kamu tunggu aku yah, aku mau bicara dengan Tante dulu,"

__ADS_1


Paramitha hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari mulut suaminya itu. Edi berencana untuk meminta bantuan kepada tantenya itu.


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...


__ADS_2