
"Mereka itu pengantin baru berarti jam segini mereka lagi main kuda-kudaan sayang, kalau kamu belum mengerti Abang akan contohin apa yang dilakukan oleh Naufal Aslam Budianto dengan istrinya adik kembarku itu," ucapnya Noah sambil tersenyum penuh maksud yang langsung menggendong tubuhnya Pelangi ala bridal style.
"Aahh Abang!" jeritnya Pelangi yang langsung memeluk erat tubuhnya Noah.
Malam itu kedua pasangan suami istri antara Pelangi Arunnika Rahmany atau Bintang Airen Mandala Jauhari dengan suaminya Noah Javier Rizald, dan Kejora Aysila Mandala bersama Naufal Aslam Budianto menikmati malam mereka yang begitu panjang.
"Semoga kalian bahagia selamanya, selalu dalam lindungan Allah SWT dan hidup sebagai keluarga sakinah mawadah warahmah, Papa bahagia melihat kalian menikah dan menjalankan pernikahan dengan orang-orang yang kalian nikahi," gumamnya Pak Erka Mandala Jauhari Umar sambil memandangi figura foto besar milik istrinya tercinta Rindu Adinda Chandani Kusuma.
Nagita Ayana Agatha segera mematikan mesin mobilnya setelah berada di parkiran kafe tempat janjinya dengan pria mantan kekasihnya itu sekaligus sahabat lamanya. Nasril Alamsyah Yunus sudah duduk sedari tadi, di salah satu kursi kesukaan dan favoritnya seperti kebiasaannya jika mereka bertemu selama ini.
Nagita tersenyum tipis sambil menarik kursi yang ada di depannya Nazril," maaf aku terlambat kerjaan banyak soalnya," imbuhnya Nagita padahal Nazril tidak bertanya maupun mempermasalahkan hal tersebut.
"Kamu semakin cantik saja, tiga tahun lebih tidak melihatmu, kamu semakin tambah cantik saja," pujinya Nazril yang tersenyum tulus penuh kelembutan.
"Kakak bisa saja mujinya padahal adek masih seperti dulu tidak ada yang berubah, hanya tubuhku saja yang aku rasa ukuran dan bobotnya bertambah," candanya Nagita.
Nazril meraih genggaman tangannya Nagita dan tanpa ragu sedikitpun langsung mengecup punggung tangannya Nagita.
"Tata kakak sangat merindukanmu, setiap hari aku tidak pernah tidak memikirkanmu, bahkan setiap nafasku yang berhembus hanya namamu yang mampu aku ingat selalu, wajahmu selalu menari-nari di pelupuk mataku," ujarnya Nazril.
__ADS_1
Nagita awalnya terbuai dengan ungkapan hati dan perasaannya Nazril, tapi dalam sekejap mata ia melihat sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya Nazril. Cincin emas putih pernikahannya yang membuatnya tersadar dari kebahagiaan sesaatnya.
Nagita Ayana Agatha Rizald segera menarik tangannya dari dalam genggaman tangannya Nazril pria yang tak mungkin bisa ia lupakan itu.
"Maaf kak, ini semua tidak boleh terjadi kita tidak seharusnya seperti ini, kakak sudah punya istri sedang saya hanya sahabat kakak tidak akan pernah berubah sampai kapanpun," jelasnya Nagita.
"Saya akan bercerai dengan istriku, tidak lama lagi kami akan berpisah," Ungkap Nazril.
Nagita begitu shock dan terkejut mendengar perkataan dari mulut Nazril, walaupun dalam hatinya ia tidak memungkiri jika ia sangat bahagia mendengar hal itu.
"Ke-na-pa bisa seperti itu kak? Bukannya kalian saling mencintai dan hidup bahagia," terkanya Nagita.
"Ceritanya sangat panjang intinya tidak ada kecocokan diantara kami lagi, kami sudah tidak sejalan," jelasnya Nazriel.
"Ya Allah… aku sudah bersalah dan berdosa karena bahagia di atas keretakan rumah tangga orang lain, astagfirullah aladzim," gumamnya Nagita.
Mereka berbincang-bincang santai malam itu, hingga seseorang datang tanpa terduga langsung menyiram kopi ke atas kepalanya Nagita tanpa terduga.
"Gimana rasanya kesiram kopi, untung saja kopinya sudah dingin jika tidak wajahmu yang cantik itu akan hancur! Dasar pelakor!" Cibirnya seorang perempuan yang datang secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dari keduanya.
__ADS_1
Nafa Sananta datang tiba-tiba hingga Nagita tidak bisa bergerak leluasa untuk menghindari ataupun menghalangi tangannya Naafa. Nagita tersenyum tipis menanggapi omelan dan hinaan dari mulut perempuan yang katanya akan bercerai dengan suaminya yang berada di depannya itu.
"Rasain dasar perempuan gatel, perempuan muu raaa haan sudah tahu pria yang berada di depanmu adalah suamiku masih saja berani bertemu diam-diam di belakangku, gini nih jadinya kalau jadi perempuan enggak laku-laku alias perawan tua," sarkasnya Nafa yang menghina Nagita.
Nagita tidak tinggal diam saja, baru saja ingin membalas perkataan dan hinaan dari Nafa, ternyata Nazriel lebih duluan melakukan apa yang ingin dilakukan oleh Nagita.
Plakk!!
Tamparan yang cukup keras menghujani wajahnya Nafa bagian pipi kirinya itu. Hingga menimbulkan suara yang cukup besar dan membuat pipinya Nafa memerah menahan rasa panas, perihnya dan sakit akibat tamparan keras yang dilayangkan oleh Nazril.
"Mas, demi perempuan lucknut ini, Mas tega memukulku selama pernikahan kita ini, Mas sama sekali tidak pernah mengasariku sedikitpun, tapi sekarang di depan orang banyak Mas lebih memilih dan membela perempuan perebut suami orang dari pada istri Mas sendiri!" Sarkasnya Nafa sembari menunjuk ke arah Nagita Ayana Agathah yang hanya terdiam tanpa kata seraya membersihkan seluruh tubuhnya itu yang terkena noda kopi.
Nazril mengepalkan kepalan tangannya dengan kuat, matanya memerah menahan amarahnya yang bergemuruh di dadanya itu, "Apa!? Jangan buat aku dengan terpaksa membongkar semua apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah tangga kita! Atau apa aku perlu umumkan pada dunia jika kamu adalah… selama ini saya sudah cukup bersabar melihat semua kelakuan busukmu itu, jadi aku mohon padamu tolong minta maaf pada Nagita sebelum aku bertindak kejam padamu!' gertaknya Nazril.
Nafa Sananta nyalinya langsung menciut, raut wajahnya mulai nampak kepanikan, ketakutan dan kecemasan yang berlebih-lebihan. Hingga ia gentar dan tidak seberani sebelumnya. Nafa beranggapan jika, Nazril tidak akan bertindak kasar seperti itu padanya mengingat selama mereka menikah Nazril selalu bersikap lemah lembut dan perhatian padanya itu.
Nafa tidak menduga dan menyangka jika ia akan mendapatkan perlakuan kasar dari pria tidak lama lagi akan bercerai dengannya itu. Nafa menghentakkan kakinya ke atas lantai keramik sebelum meninggalkan ruangan kafe tersebut.
"Saya tidak akan tinggal diam, tunggu pembalasanku padamu perempuan jaa laaang!" Ancamnya Nafa lalu pergi dari sana.
__ADS_1