Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 26


__ADS_3

Rindu segera memasukkan ke dalam kotak makanan yang sudah disiapkan terlebih dahulu. Sedangkan Senja dan Bu Halimah menyantap makan siangnya kala itu.


Rindu bergegas ke kamarnya untuk segera bersiap mengantarkan makanan untuk Erka Mandala Jauhari. Salah satu dosen muda yang bekerja di kampus pelayaran PIP Jakarta.


"Semoga saja Abang Erka menyukai bekal makan siang yang aku buatkan khusus untuknya," gumamnya Rindu yang segera menyelesaikan make-upnya secepatnya dan memeriksa tatanan hijabnya.


Rindu menuruni tangga satu persatu dengan suasana hati yang bahagia dan eksaitik untuk bertemu dengan kekasih halalnya suaminya sekaligus papa dari kedua anak kembarnya itu.


"Mama, aku pamit dulu yah kalau Kejora dengan Bintang pulang katakan padanya aku ke kampus," imbuhnya Rindu sembari meraih tangan kanan mama mertuanya itu lalu diciumnya dengan penuh hikmah.


"Mama yakin suamimu itu pasti bahagia setelah melihatmu membawakan dia makanan dan pasti akan memuji masakan kamu nantinya," timpalnya Bu Halimah.


Rindu tersenyum bahagia mendengar perkataan dari mulut mertuanya itu," amin… Syukur Alhamdulillah kalau Abang Erka menyukainya Ma, kalau gitu aku pamit Ma, assalamualaikum," ujarnya Rindu Adinda Chandani ketika meninggalkan ruangan dapur tempat keponakannya dan ibu mertuanya berada.


Rindu mengemudikan mobilnya seorang diri tanpa bantuan dari pak Abdul suami dari bi Surti. Dia ingin kali ini mandiri dan menikmati indahnya ibu kota Jakarta siang itu yang cukup terik sinar mataharinya. Rindu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saja, ia lumayan beruntung siang itu karena tidak terkena dan terjebak kemacetan.

__ADS_1


Hanya butuh waktu kurang lebih satu jam, Rindu sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran. Rindu berjalan sambil menenteng paper bag di tangan kirinya itu dengan senyuman yang terus mengembang menghiasi wajahnya.


"Kampus tempat kerjanya Abang lumayan besar yah, pantesan karena dari seluruh daerah milih untuk lanjutkan sekolahnya di sini," gumam Rindu sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling lokasi area kampus.


Rindu tidak ingin memberitahukan kepada Erka jika ia datang sehingga ia tidak menghubungi nomor hp suaminya itu. Padahal sama sekali Erka tidak mengetahui rencana kedatangannya Rindu.


"Aku mungkin sebaiknya bertanya kepada orang lain untuk mengetahui dimana letak ruangan dosen berada," cicitnya seraya melihat banyak orang yang berlalu lalang di sekitarnya.


Rindu melihat pria yang berpakaian santai tapi, dengan potongan gaya rambut yang pendek dan rapi seperti beberapa anak taruna akademi pelayaran yang berjalan ke arahnya.


Pria itu segera berhenti dan melihat ke arah Rindu dengan tatapan matanya yang sulit untuk diartikan.


"Silahkan Mbak, emangnya mau tanya apa insya Allah… saya akan jawab selama saya bisa dan tahu jawabannya," timpalnya pria itu.


"Saya mau tanya di bagian mana ruangan dosen berada? Karena saya orang baru ke sini jadi tidak tahu tempatnya," terangnya Rindu yang tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ohh gitu, kebetulan saya juga mau ke kantor dosen jadi Mbak bisa ikut bersama saya saja, dengan senang hati saya akan membantu perempuan yang paling cantik yang aku lihat hari ini," pintanya Pria itu yang mengusulkan bantuannya kepada Rindu sekaligus memuji dan memberikan gombalan recehannya di depan Rindu.


Rindu hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan dari pria tersebut.


"Dia perempuan yang cantik sepertinya masih singel, aku harus mendekatinya dan harus mendapatkan perhatian dan paling penting bisa melewati malam yang begitu panjang," Pria itu membatin.


Mereka kemudian berjalan ke arah kantor yang cukup jauh dari tempat parkiran. Mereka berbincang-bincang santai sambil berjalan menapaki setiap langkahnya menuju kantor khusus untuk para dosen pengajar di kampus pelayaran.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Majikan Ayah Dari Anakku


Garis Tanganku


Makasih banyak all readers..

__ADS_1


__ADS_2