
Pelangi saking bahagianya mengetahui jika rumah itu adalah milik kedua mertuanya langsung berhamburan memeluk tubuh Maminya Noah Javier Rizaldi.
"Anak menantunya Mami yang paling cantik tiada duanya karena Noah anak tunggal cowok di keluarga kami Rizaldi Harun." Candanya Bu Annisa.
Pelangi sejak mereka menikah, Pelangi langsung diboyong ke Kuala Lumpur Malaysia sehingga sama sekali tidak mengetahui pemilik rumah itu.
"Mami Annisa," teriaknya Pelangi.
"Putrinya Mami, gimana kabarnya Nak, apa Noah memperlakukanmu dengan baik kan?" Tanyanya Bu Annisa seorang dokter spesialis kandungan itu.
Pelangi mengurai pelukannya itu dari tubuhnya Bu Annisa lalu segera meraih tangan kanannya Bu Annisa Tantriana untuk dia cium punggung tangannya itu. Annisa yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari anak menantunya sangat bahagia, karena merasa sangat dihargai dan disayangi oleh putri pertama dari sahabatnya Rindu Adinda Chandani.
Pelangi tersenyum penuh maksud ke arah Mami mertuanya itu, "Alhamdulillah Abang Noah sangat baik padaku Mi, hanya saja kadang ngomel kalau aku banyak tanya," candanya Pelangi Arunika yang melihat ke arahnya Noah suaminya itu.
__ADS_1
Pelangi lalu bergantian berjalan ke arah papi mertuanya serupa dengan apa yang dilakukannya bersama Nyonya Annisa.
"Semoga kalian selalu bahagia dan segera dikaruniai momongan supaya kami bisa menimang bayi kembar kalian," imbuhnya Pak Rizaldi Umar yang berharap cucunya seperti mamanya Pelangi yang terlahir kembar ke dunia ini.
"Amin ya rabbal alamin," Jawab mereka serentak.
Pelangi juga silih berganti cipika cipiki dengan kakak dan adik iparnya itu. Mereka senang dengan kehadiran pasangan suami istri itu.
"Sudah-sudah, kita lanjutkan berbincang-bincangnya di dalam saja, soalnya saya capek pengen dikeloning sama istriku yang paling cantik ini." Ucap Noah sambil memeluk tubuhnya Pelangi dengan erat lalu menarik tangannya Pelangi untuk meninggalkan mami, Papi dan ketiga saudaranya Najwa,Nagita dan Nadira.
Najwa menatap sendu ke arah adik dan iparnya itu," aku ingin hidup normal seperti mereka,tapi pria mana yang akan menikahi perempuan mandul seperti saya ini,ya Allah… semoga rahasiaku ini aman hingga aku tutup usia kelak," batinnya Najwa Ayumi Arsita.
"Untung aku masih kecil masih kuliah jadi terbebas dari bujukan dan rayuan mami dan papi untuk segera menikah dengan pria pilihannya itu," gumam Nadira Ayunda Azzah.
__ADS_1
Mereka kemudian berjalan ke arah dalam rumahnya untuk melanjutkan perbincangan mereka yang sempat terpotong, karena tempat mereka yang cukup tidak enak bersantai bersama.
Noah malah menarik tangannya Pelangi hingga ke dalam kamarnya itu. Pelangi kembali takjub dengan arsitektur dan desain interior kamarnya Noah yang sudah lebih setahun tidak pernah ia tempati itu selama menjalankan usaha papinya di Kuala Lumpur Malaysia.
Satu minggu kemudian, Najwa, Nagita, Bu Annisa dan suaminya Pak Rizaldi Umar dan Pelangi mengikuti pesta pernikahan salah rekan bisnisnya Papanya. Noah mulai masuk ke dalam gedung pesta pernikahan itu sudah mengapit tangannya Pelangi. Mereka berjalan ke arah dalam gedung hotel tersebut dengan tatapan dari banyaknya pasang mata.
Mereka terkejut melihat wajahnya Pelangi yang sangat mirip dengan pengantin mempelai wanitanya. Tuan Erka Mandala Jauhari Usmani berjalan ke arah pintu depan untuk menyambut kedatangan rombongan sahabatnya itu dengan penuh sukacita.
Tapi, matanya terbelalak, mulutnya menganga tidak percaya melihat perempuan yang bersama dengan Noah. Walaupun dia sudah mengetahui kebenaran itu dari besannya, tapi hari ini menjadi saksi langsung atas keajaiban yang terjadi di dalam kehidupannya.
Putrinya yang selama ini dianggap oleh semua orang jika sudah meninggal dunia, ternyata masih hidup dengan keadaan yang baik-baik saja.
"Bintang Airen putrinya Papa," teriaknya Erka sambil segera memeluk tubuhnya Pelangi yang tersentak kaget karena, tiba-tiba ada seorang pria tua yang masih tampan itu diusianya yang hampir kepala lima dalam genggaman tangannya Noah.
__ADS_1
"Putrinya Papa!" Beonya Pelangi Arunnika Rahmany.