Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 83


__ADS_3

Kejora Aisyla sebenarnya takut dan cemas dengan kondisinya jika ketahuan dari papanya itu.


"Iya Tuan besar," sahutnya Bibi Yuni dengan berusaha mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan itu.


"Tolong buatkan minuman untuk temannya Non Kejora," perintahnya Erka.


"Ya Allah… semoga saja papa tidak marah dan menerima lamarannya Mas Naufal," Batinnya Kejora yang segera menyelesaikan acara mandinya itu.


"Maaf Pak apa benar rumah ini sejak awal Bapak yang punya atau rumah ini sempat orang lain yang duluan punya tapi, Bapak beli dari dia, maaf banyak nanya Pak hanya saja, saya teringat dengan keluarga dari papaku seingatku ia dulu tinggalnya di rumah ini," ujarnya Naufal.


Erka terkejut mendengar perkataan dari Naufal Pria yang di matanya Erka memiliki hubungan khusus dengan anak keduanya itu, "Kira-kira siapa nama orang yang kamu datangi di rumah ini? Kalau boleh tahu,"


"Namanya nenek Ratih Ambarwati adik dari kakek dari pihak bapakku Pak," jawabnya Naufal.


"Apa kamu tidak salah? Karena orang yang kamu sebut tadi itu adalah mamaku neneknya Kejora," jelasnya Pak Erka Mandala Jauhari Umar.


Naufal terkejut dan tidak menyangka satu-satunya keluarga dekat dari papanya itu ternyata adalah calon istrinya.

__ADS_1


"Benar sekali Pak saya sama sekali tidak salah, berarti ini kediaman milik Nenek Ratih, ngomong-ngomong beliau ada fi mana?" Tanyanya Lagi Naufal.


"Mama sudah lama meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu, setahun lebih mamanya Kejora yang bernama Rindu Adinda Chandani Kusuma meninggal barulah neneknya Kejora lagi yang meninggal karena sakit," terangnya Pak Erka.


"Ya Allah… berarti paman adalah adik sepupunya papaku," ucap Naufal yang penuh bahagia.


"Maksudnya kamu anaknya Abang Budi dari istri pertamanya Mbak Niar?" Tanyanya Pak Erka dengan penuh selidik.


Kedatangan bi Yuni memecahkan dan menghentikan pembicaraan mereka berdua yang sudah semakin menemukan titik terangnya dari apa yang dicarinya Naufal selama ini.


Papanya Naufal anak tunggal di dalam keluarganya tapi, karena sudah hampir enam tahun menikah mamanya tidak hamil dan tidak dikaruniai seorang keturunan sehingga kedua orang tuanya Budianto kakak sepupunya Erka menyuruh mereka bercerai.


"Ya Allah… kau anaknya Abang Budi tapi, karena tipu muslihat istrinya itu sehingga kamu tidak diakui,ini juga salahnya Om yang tidak pernah tahu masalah ini sehingga dengan berat hati, Om minta maaf atas kebodohanku yang tidak memperjuangkan hakmu Nak," ucap sendu Erka yang berdiri dari posisi duduknya langsung memeluk tubuhnya Naufal bersamaan dengan kedatangan Kejora menuruni undakan tangga satu persatu.


Kejora keheranan melihat interaksi keduanya yang diluar dugaannya, Kejora menganggap jika akan ada perang dingin yang akan terjadi pada dua orang pria beda generasi itu.


"Pap, Mas Naufal apa yang terjadi?" Tanyanya Kejora dengan kebingungan.

__ADS_1


Kejora berjalan tergesa-gesa ke arah mereka berdua. Bibi Yuni dengan diam-diam memperhatikan apa yang keduanya perbincangkan itu.


"Putriku,kamu kenal dimana Nak siapa namanya?" Tanyanya Erka yang mengalihkan pandangannya dari Kejora ke wajahnya Naufal.


"Eh a-nu sa-ya baru kenal sekitar empat bulan lalu,di kafe miliknya Pa, namanya Naufal Adlan Budianto," jawab Kejora yang sedikit ragu sehingga tergagap, Kejora juga ragu.


"Apa kamu tahu kalau dia adalah anak sulung dari pamanmu Budianto loh," ujar Pak Erka dengan penuh kebahagiaan sambil merangkul pundaknya Naufal.


"Berarti kami berdua sepupu dong, langkah untuk Mas Naufal lamar Kejora Papa tidak akan perrsulit kan?" Tanyanya Kejora yang sangat menantikan jawaban dari itu.


"Nak Naufal memangnya benar apa yang dikatakan oleh salah satu anak kembarku ini?" Tanyanya Pak Erka penuh selidik.


"Anak kembar!" Beo Naufal yang melupakan jika Kejora memiliki saudari kembar.


"Sebaiknya Tuan Besar dan Tuan Muda serta Non Kejora duduk dulu mungkin sambil menyantap kue buatanku yang tidak ada tandingan rasanya dengan teh hangat," candanya bi Yuni.


"Benar sekali apa yang bibi katakan,ayok Nak duduk supaya lebih enak ngobrolnya," pintanya Erka.

__ADS_1


"Makasih banyak Om, thanks Bibi," imbuh Naufal.


"You are welcome handsome," balasnya Bi Sumi membuat ketiganya tersenyum mendengar perkataan dari mulutnya Bu Yuni salah satu asisten rumah tangganya itu.


__ADS_2