Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 34


__ADS_3

Rindu hanya terdiam dan tersipu malu mendengar perkataan suaminya itu.


"Tidak perlu minta maaf istriku itu wajar terjadi kok yang paling penting jangan diulangi lagi yah, kamu tidak perlu khawatir dengan kedua anak kembar kita karena mereka sudah besar dan sangat mengerti dengan keaadaan mamanya kok,"


Erka mendudukkan tubuhnya Rindu ke atas kursi yang di depannya sudah terhidang beberapa makanan yang sengaja dimasak khsusus oleh Erka untuk istrinys yang ngidam


Rindu yang melihat tubuh suaminya yang hanya dibalut handuk saja segera berdiri dari baringnya. Rindu sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri karena, hanya melihat roti sobek dan tubuh sispack milik Erka Mandala Jauhari membuatnya kehilangan kontrol tidak seperti biasanya itu.


Rindu mengelus perutnya Erka yang datar dengan senyuman penuh maksudnya. Tangannya yang gemulai menyentuh satu persatu setiap inci perut Erka. Sedangkan Erka yang diperlakukan seperti itu hanya tersenyum menanggapi perbuatan Rindu.


Malahan Erka sangat menyukai keputusan dan inisiatif istrinya yang tidak seperti hari sebelumnya. Erka menghentikan elusan tangan jari lentiknya Rindu di atas tubuhnya karena sudah merasakan keanehan dan kenikmatan yang luar biasa yang tak bisa ia pungkiri.


"Istriku apa yang kamu inginkan, apa yang terjadi padanya padamu?"


Tatapan matanya Rindu seperti seolah mendamba sesuatu yang lebih dari hanya sekedar elusan saja. Rindu segera bangkit lalu mendekat ke arah telinganya Erka.


"Abang aku ingin dimanja hari ini oleh tanganmu ini," ujarnya Rindu yang begitu syahdu dan merdu kedengaran di telinganya Erka.

__ADS_1


Erka tanpa banyak pikir segera menggendong tubuhnya Rindu dan mengunkungnya di bawah tubuhnya itu.


"Kamu yang menginginkannya jadi jangan sekali-kali meminta Abang untuk berhenti sebelum Abang merasakan yang ingin aku rasakan," ucapnya Erka yang tanpa basa-basi lagi segera memulai aksinya itu.


Mereka memenuhi kewajiban masing-masing pagi itu dengan penuh kebahagiaan dan kelembutan satu dengan yang lainnya.


"Abang aku sangat mencintai Abang, duniaku gelap tanpa kasih sayang dan cintanya Abang," cicitnya Rindu sambil menikmati perlakuan Erka di atas permukaan kulitnya itu yang sudah tidak terbungkus dengan selembar kain pun.


Pasangan suami istri itu sama-sama bergelut dengan berusaha membahagiakan pasangannya satu dengan yang lainnya. Tanpa ada keraguan dan kebimbangan dalam hati mereka. Erka sangat bahagia dengan kehidupan rumah tangganya itu.


Nafas keduanya ngos-ngosan saling beradu dengan kecepatan irama yang mereka ciptakan sendiri. Hubungan yang tercipta dalam ikatan tali suci pernikahan membuat mereka tak mampu berkata-kata lagi. Hanya kilatan mata mereka yang saling beradu membuktikan bahwa mereka saling memberikan dan menyalurkan kebahagiaan satu sama lain.


Erka membisikkan sesuatu kata-kata di telinganya Rindu," hari ini aku akan memenuhi keinginan dan permintaan kamu untuk memiliki seorang putra," imbuh Erka sebelum tumbang di sampingnya Rindu.


Beberapa menit kemudian, Erka segera berinisiatif untuk mengajak istrinya memeriksakan kondisi kesehatannya di dokter terdekat.


"Sayang kebetulan hari ini Abang libur, apa kamu bisa temani Abang bertemu dengan teman lama Abang?" Tanyanya Erka ketika selesai menunaikan kewajibannya terhadap istrinya itu.

__ADS_1


Rindu hanya mengangguk sambil tersenyum lebar di hadapan Erka. Suaminya itu langsung mengecup sekilas bibirnya Rindu sebelum bangkit dari baringnya.


"Kalau gitu Abang bersiap dulu kamu juga tapi, kalau mandinya gantian sepertinya terlalu lama kalau gitu kita mandi bareng saja gimana sayang?" Tanyanya Erka seraya megerlingkan matanya itu.


Rindu hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulut manis suaminya sambil mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Erka.


"Abang aku berharap semoga saja aku segera hamil dan calon bayi kita itu cowok kayak tetangga kita Bu Santi yang baru dua hari melahirkan anak cowok lucu sekali," timpalnya Rindu sambil turun dari gendongan Erka karena sudah berada di dalam bathub.


"Kita terus berusaha kok sayang, jadi kamu perbanyak berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar doa dan usaha kita membuahkan hasil yang sesuai dengan yang kamu inginkan inginkan," pungkasnya Erka sambil menyalakan shower dan menuangkan sabun aromaterapi ke dalam buthub tersebut.


"Amin, aku sangat berharap Abang, karena aku sudah bayangkan wajahnya itu sangat mirip dengan Abang," ujarnya Rindu yang sudah membayangkan bentuk rupa dan wajahnya anaknya kelak jika masih diberi kesempatan untuk hamil kedua kalinya lagi.


Mereka segere membersikan tubuhnya mereka masing masing. Awal nya Erka akan meminta jatah preman pada istrinya itu di dalam kamar mandi tapi, mengingat rencana awalnya ingin memeriksa kondisi kesehatan dari dua dan Rindu juga.


Bintang dan Kejora segera berlarian ke arah dalam rumahnya ketika mendengar berita gembira langsung dari mulut neneknya yang mengatakan jika mamanya sudah positif hamil.


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...

__ADS_1


__ADS_2