Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 21


__ADS_3

Rindu seakan-akan beruforia kembali ke masa lalu beberapa tahun lalu. Sehingga ia melupakan keadaan keduanya. Rindu segera menarik tangannya dengan paksa karena, ia baru teringat dengan kehadiran Senja dalam hidup dan hubungannya mereka.


"Maaf seharusnya apa yang kita lakukan barusan tidak boleh terjadi, ingat Abang itu sudah punya istri dan anak," cicitnya Rindu yang berusaha untuk menahan laju air matanya itu.


"Rindu, Abang sangat bersyukur dan berterima kasih kepadamu karena kamu datang memenuhi panggilanku untuk bertemu denganmu," imbuhnya Erka Mandala Jauhari.


Rindu hanya tersenyum menimpali perkataan dari Erka. Ia hanya sesekali menikmati minuman yang disuguhkan khusus untuknya.


"Abang ternyata masih hafal dengan semua minuman dan makanan kesukaanku," batinnya Rindu.


Erka menggenggam tangannya Rindu sambil berbicara sesuatu hal yang sangat penting," Rindu, apa boleh Abang bertanya sesuatu padamu?' tanyanya Erka yang memandangi kedalam kedua bola matanya Rindu.


Rindu sedikit salah tingkah dan grogi diperlakukan seperti itu, ia menundukkan wajahnya saking malu-malunya menatap ke arah Erka. Wajahnya merah merona malu.


"Angkat wajahmu karena Abang ingin lebih lama memandangi wajahmu yang semakin cantik dengan pakaian dalam balutan muslimah seperti ini," pujiannya Erka yang semakin membuat Rindu tersipu malu.


"Tadi, Abang mau ngomong apa katakan padaku apa itu Abang?"


Hemmm, Erka berdehem panjang sebelum mengucapkan pertanyaannya. Ia memperhatikan dengan seksama mimik wajahnya Rindu yang sama sekali tidak membuatnya jenuh dan bosan sedikitpun.


Erka mengambil sebuket bunga mawar yang sedari tadi sudah dipersiapkan sebelumnya, tapi dia simpan di bawah kolong meja.


Rindu yang melihat betapa indahnya dan cantiknya bunga itu dibuat sungguh terkejut. Ia sangat menyukai dan menggemari bunga mawar dengan berbagai macam warna apapun itu. Erka kembali menaikkan sebuah kotak buludru berwarna merah ke atas meja mereka.


"Maukah kamu menjadi istriku sekaligus pendamping hidupku kelak hingga kita menua nanti melewati hari-hari disisa hidup kita?" Pintanya Erka yang melamar Rindu di dalam kafe tersebut yang sudah diiringi dengan musik bernuansa romantis yang mengiringi acara lamaran Erka.


Rindu shock dan saking terkejutnya ia langsung spontan berdiri dari tempat duduknya. Ia tidak menyangka jika, Erka akan menjadikan ia adalah istri kedua yang kedepannya akan dicap sebagai pelakor dan sekaligus perebut suami orang. Ia menutup mulutnya karena tidak menduga pria beristri yang disayanginya ini, akan meminangnya di depan orang banyak padahal yang dia ketahui jika, Erka sudah memiliki anak yang sangat lucu dan comel dan juga istri tentunya.


"Abang, apa sadar dengan apa yang Abang katakan?!" Tanyanya Rindu dengan tegas dan sedikit marah.


Erka mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan perkataannya Rindu.

__ADS_1


"Maksudnya?! Emangnya apanya yang salah, apa aku tidak pantas untuk menjadi suamimu?" Tanyanya Erka yang kebingungan dan terheran-heran dengan reaksinya Rindu tersebut.


Rindu berdiri di depannya Erka seraya tersenyum," ya Allah… apa Abang amnesia sehingga sampai-sampai lupa dengan status sendiri! Apa perlu aku ingatkan!?" Ketusnya Rindu yang menatap jengah ke arah Erka pria yang sangat ia cintai tapi,ia tidak mungkin egois dan rakus untuk memiliki sepenuhnya pria yang sudah beristri.


Erka hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulutnya Rindu perempuan kedua yang disayanginya dengan setulus hatinya dalam hidupnya itu.


"Status!" Beonya Erka dengan santainya dia hanya duduk sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan enjoy sama sekali tidak terprovokasi ataupun marah dengan sikapnya Rindu yang sudah marah-marah padanya itu.


Rindu menautkan kedua alisnya melihat tingkahnya Erka yang seolah tidak mempedulikan status pernikahannya menurut pandangannya Rindu sendiri.


"Iya status Abang,apa lupa jika Abang itu sudah menikah dan memiliki seorang putri yang sangat cantik, tapi entah kenapa hari ini Abang ingin menjadikan saya Istrinya lagi yang kedua! Maaf saya emang sangat mencintai Abang, tapi sory jika saya harus menjadi istri keduanya Abang, no way!" Geramnya Rindu sembari menggoyangkan jari telunjuknya di depan matanya Erka yang hanya terdiam dan memperhatikan dengan seksama tingkahnya Rindu yang membuatnya tersenyum penuh maksud.


Rindu mengerutkan kening melihat Erka yang bukannya berbicara atau pun menyanggah perkataannya. Ia hanya tersenyum smirk dan memberikan ijin dan waktu yang sebesar-besarnya untuk Rindu berbicara mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada di dalam pikirannya saat itu juga.


"Hahaha!!" Suara tawanya Erka Mandala Jauhari membahana di dalam kafe tersebut.


Rindu melihat Erka dengan tatapan matanya yang tidak percaya sedikit pun melihat reaksinya Erka yang menurutnya di luar dugaan.


Tanpa kau ada di hati


Ceria ini tak kan ada


Tanpa kau ada di sisi


Kekasihku, kau bunga mimpiku


Tiada yang lain hanya dirimu


Yang kusayang dan selalu kukenang


'Kan selalu bersama dalam suka dan duka

__ADS_1


Dirimu satu yang kumau


takkan lagi ada selain dirimu


Cinta suci hanyalah untukmu


Dengarlah kasih, kaulah dambaanku


Walau kan datang badai menghadang


Kita kan selalu bersama


Tetap satu dalam cinta


Tiada yang mampu merubah


Wajah manis yang lembut dan ayu


Bagaikan untaian mutiara


Takkan kulepas hingga akhir masa


Kan selalu bersama dalam suka dan duka.


"Rindu semoga apa yang aku katakan semua itu kamu bisa mempercayainya," ujarnya Erka.


Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:


Majikan Ayah Dari Anakku


Garis Tanganku

__ADS_1


Makasih banyak all readers..


__ADS_2