
Keesokan harinya, Noah Javier Rizaldi dengan Pelangi Arunnika Rahmany terpaksa mengakhiri masa liburan sekaligus honey moon mereka berdua. Hal itu dikarenakan karena, kejadian beberapa hari ini yang terjadi padanya Pelangi.
"Sayang apa semua barang-barang kita sudah kamu packing?" Tanyanya Noah ketika melihat beberapa koper milik mereka berdua.
Pelangi menatap ke arah suaminya itu," Alhamdulillah semuanya sudah beres dari semalam kok suamiku," jawabnya Pelangi.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, berarti sudah siap berangkat saja yah," ujarnya Noah.
Pelangi menaikkan jempolnya ke hadapannya Noah," siap!"
Noah segera menghubungi beberapa anak buahnya, karena mereka akan pulang ke Jakarta Indonesia bukan ke Kuala Lumpur Malaysia lagi. Anak buahnya yang ikut dengan mereka sejak awal berjumlah sekitar lima orang itu pun sudah siap pulang ke tanah air tercinta setelah beberapa tahun tinggal di luar negri.
__ADS_1
"Kalau lapar kamu ngomong saja langsung pada Abang tidak perlu sungkan," pintanya Noah ketika mereka sudah duduk anteng dalam pesawat yang tinggal menunggu waktu tinggal landas pesawat tersebut.
"Aku enggak lapar kok Bang, kan tadi sudah makan punyanya Abang," candanya Pelangi yang berbisik di telinganya Noah.
Noah yang mendengar candaan dari Pelangi cukup dibuat terkejut, matanya melotot saking kagetnya mendengar perkataan dari mulut istrinya itu. Pelangi tersenyum penuh misteri dan maksud setelah mengatakan hal itu.
Noah sebentar-sebentar ngecek kondisinya Pelangi, karena ia khawatir jika Pelangi akan mabuk perjalanan seperti yang dialami oleh Kejora adik kembarnya itu. Tapi, kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihannya itu tidak terbukti. Pelangi anteng-anteng saja tanpa kendala apapun. Malahan sesekali tertawa cekikikan melihat beberapa komik yang dibacanya.
Pelangi mengelus satu persatu anggota tubuhnya Noah yang ada dibagian wajahnya itu," hidungnya mancung seperti keturunan Eropa, bulu matanya lentik seperti orang timur tengah, bibirnya agak tebal kalau kata orang seksi khas orang pribumi asli, dagunya lancip, rahangnya tegas seperti pahatan dewa Yunani kuno, ya Allah… apalagi yang aku cari dari sosok seorang pria, suamiku seperti paket komplit saja," gumamnya Pelangi yang ternyata Noah sebenarnya terbangun dari tidurnya tapi, berpura pura tertidur karena dia ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh istrinya itu.
Keduanya kembali terlelap karena, perjalanan yang akan mereka tempuh masih lama dan butuh beberapa jam lagi.
__ADS_1
Di Jakarta Indonesia…
"Tidak perlu paman, mereka tidak tahu tentang kehadiranku di dunia ini, jadi bagiku saya sudah jadi anak yatim piatu sejak kecil, kita tidak perlu merepotkan mereka dalam hal ini," tegasnya Naufal.
"Ya Allah... makasih banyak Engkau telah pertemukan aku dengan pria yang mencintaiku dengan setulus hatinya, walaupun kami sempat melakukan kesalahan besar, tapi aku bersyukur karena ada yang mengikat hubungan kami," batinnya.
Naufal semakin sibuk mengurus pernikahannya, Kejora Aysila Mandala Jauhari yang sudah selesai menyelesaikan ujian skripsi nya, turun tangan langsung untuk membantu calon suaminya itu.
Seperti sekarang ini, Kejora sibuk mengurus pembukuan kafenya sedangkan suaminya sibuk mengatur serangkaian acara dan kegiatan pernikahan mereka bersama dengan pihak wo wedding organizer tersebut.
"Kenapa wajahnya sangat ganteng jika dalam kondisi yang serius seperti itu, perempuan mana yang akan menolak pesona seorang pemilik kafe bernama Naufal Aslam Budianto itu dengan sejuta pesona, kharisma dan kepribadiannya yang baik humble, humoris dan penyayang itu membuatku semakin jatuh cinta saja, dia tidak akan segan memperlakukanku bak seorang ratu di dunia ini, walaupun di depan umum, gimana enggak buat aku semakin mencintainya, semoga saja sikapnya dan rasa cintanya padaku tidak akan pernah pudar, luntur dimakan waktu semoga saja semakin besar dari jari ke hari rasa itu yang dia rasakan semakin bertambah besar "gumamnya Kejora Aysila Mandala Jauhari.
__ADS_1