
Para Mitha pagi itu berdiri lebih cepat dari yang lain karena teringat dengan mama dan adik-adiknya yang ada di kampung, "Silahkan dilanjutkan makanya Mbak saya dengan Edi mau masuk kamar dulu,saya sudah ngantuk," imbuhnya Mitha.
Erka melirik ke Edi, "Oke, hati-hati yah, kalau ada yang ingin kamu inginkan katakan saja kepada kami tidak perlu sungkan ataupun khawatir menggangu kenyamanan kami disini," ujarnya Erka.
"Iy betul sekali apa yang dikatakan oleh Abang Erka, terutama kamu Mitha apa pesan Mama tadi kamu harus banyak makan makanan yang sehat, bergizi dan bernutrisi yang tinggi dan juga harus banyak istirahat berarti Edi ronda malamnya untuk beberapa hari dikurangi lah dulu jadwalnya," kelakarnya Rindu yang mengunyah makanannya yang hampir tersedak dengan candanya sendiri.
Malam itu berakhir dengan canda tawa dari beberapa anggota rumah dan berlanjut hingga beberapa jam kemudian.
Rindu bukannya pergi tidur tapi, entah kenapa ia sangat ingin masak makanan khas Korea Selatan hingga Mitha dan Bu Surti serta Mbak Yuni harus berjuang membantunya berjibaku dengan peralatan masak di tengah malam.
Kebanyakan ibu-ibu hamil di luar sana akan ngidam pengen makan makanan yang jarang ditemui sedangkan apa yang terjadi pada Rindu berbeda seratus delapan puluh derajat.
__ADS_1
Rindu setiap hari ingin masak makanan khas dari berbagai negara dan keesokan harinya Rindu memesan kepada asisten rumah tangganya Mbak Yuni untuk membeli bumbu masakan khas Thailand.
Erka Mandala Jauhari dan aku mamanya Bu Halimah hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap Rindu yang luar biasa menurut mereka.
Bu Halimah dan Erka sore hari itu, duduk di sofa ruang tengah sambil menonton film ku menangis membayangkan betapa kejamnya suaminya. Bu Halimah dibuat jengkel sekaligus kesal melihat pelakor yang merajalela di setiap sinetron film ikan terbang itu.
"Sabar Ma, namanya juga film kan tujuannya untuk menghibur dan mengaduk-aduk perasaan penonton," ujarnya Erka.
Edi Prayogo yang ikut menonton hanya tertawa cengengesan menanggapi sikap tantenya itu. Sedangkan dua bumil itu sibuk di dapur membuat masakan khas Thailand Bangkok.
Bu Halimah kadang berfikir sekeras itu yah adat istiadat orang suku Makassar asli sampai-sampai melupakan darah dagingnya sendiri.
__ADS_1
Usia kandungannya Rindu pun sudah tujuh bulan, Rindu dan Erka hari ini barulah akan ke Mall berbelanja keperluan bayi mereka yang insya Allah berjenis kelamin laki-laki sesuai dengan USG beberapa hari lalu.
"Sayang hari ini,apa kita jadi berangkat ke Mall?" Tanyanya Erka ketika melakukan sarapan bersama dengan anggota keluarganya yang lain.
Rindu menatap intens ke arah suaminya itu," rencananya sih gitu Abang tapi,abang kan sibuk ngajar di kampus jadi kemungkinannya aku ditemani sama anak-anak saja Bintang Airen Mandala dengan Kejora Aysila Mandala siap mengantar dan menemani serta menjaga mama dan dede boy mereka kok, iya kan sayang kebetulan hari ini katanya gurunya rapat jadi banyak yang tidak datang sekolah," tuturnya Rindu yang segera menyelesaikan acara makannya.
"Bintang, Ingat jangan sampai Mama capek yah kamu sebagai anak pertamanya papa harus sebagai pelindung mereka yang yah Nak, karena papa yakin Bintang dan Kejora pasti bisa menjalankan tugas yang papa berikan, Papa sangat ingin ikut bersama kalian tapi papa sangat sibuk hari ini banyak anak mahasiswa yang akan mengikuti ujian jadi aku tidak bisa absen ke kampus PPIP hari ini," pintanya Erka panjang lebar.
Bintang dan Kejora menaikkan kedua jari mereka masing-masing pertanda mereka siap selalu. Kedua anak kembarnya sudah duduk dibangku sekolah menengah pertama sehingga sudah bisa diandalkan dengan baik.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
__ADS_1
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."