
"Mbak Aisyah kenapa semua pakaianku dipindahkan? Ngomong-ngomong mau dipindahin kemana?" Cercanya Pelangi yang melihat kesibukan memindahkan barang-barang pribadinya yang dilakukan oleh beberapa asisten rumah tangga milik suaminya itu.
Wajahnya Kejora langsung blushing memerah saking terpana sekaligus malu karena,hanya membuka pengait helm saja kesusahan.
"Makasih banyak," lirih Kejora sambil menyerahkan helm yang sedari tadi melindungi kepalanya.
"Sama-sama, masuklah sebelum kamu terlambat,"
Mbak Aisyah menghentikan sementara waktu kegiatannya," katanya Nyonya Besar Annisa dengan suaminya Pak Rizaldi kedua mertuanya Nona Muda akan datang dari Jakarta," jelas Mbak Aisyah.
"Oh gitu yah,"
Tiba-tiba pikirannya Pelangi tersadar tentang apa yang akan terjadi kedepannya," apa! Berarti saya akan satu kamar dengan Tuan Noah berarti kemungkinan besar untuk itu bisa terjadi, aahh tidak!!" Teriaknya Pelangi yang berusaha untuk mengontrol emosi dan meredam suaranya sehingga tidak ada yang mampu mendengar apa yang sedang terjadi padanya itu.
Mbak Aisyah mengerutkan keningnya melihat tingkah lakunya Pelangi yang menurutnya aneh," maaf apa Nona Kejora baik-baik saja?"
"Eehh a-ku a-nu baik-baik saja kok," elaknya Pelangi.
Pelangi pun turun tangan untuk membantu pemindahan barang-barangnya hingga semuanya beres. Pelangi menselonjorkan kakinya di atas sofa buludru, sambil sesekali mengurut kakinya itu.
__ADS_1
"Lumayan capek juga yah, padahal pekerjaan seperti ini sudah sering aku lakukan tapi, kenapa kali ini aku mudah kelelahan apa karena sudah hampir dua bulan aku hanya makan tidur naik turun tangga doang yah," lirihnya Pelangi.
Gelas yang berisi minuman jus alpukat kesukaannya berada tepat di depan matanya itu, "Apa kamu dulu bekerja di kafe Sentosa Island kan?"
Pelangi tanpa banyak pikir segera mengambil gelas yang berisi full dengan minuman kesukaannya. Ia pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari orang itu.
"Kok kamu tahu jika, aku pernah bekerja di kafetaria Sentosa?" Tanyanya balik Pelangi seraya menyeruput minuman dinginnya itu yang sungguh menyegarkan dan menghilangkan haus dan dahaganya dalam sekejap mata saja.
"Namamu Pelangi Arunnika Rahmany?"
Pelangi kembali mengangguk sambil memejamkan matanya itu dengan bersandar di sandaran kursi. Gimana tidak bisa santai dan rileks jika, kakinya dipijit oleh orang itu.
Orang yang suka rela memijit dan mengurut kakinya Pelangi tersenyum lebar," berarti kamu benar Bintang aku tidak salah orang lagi,"
Pelangi hampir saja tertidur pulas,tapi suara intrupsi dari orang yang memijit sangat pelan kembali berucap.
"Kamu punya kalung dan cincin dengan inisial B dan juga kamu bukanlah cucu dari almarhum Pak Dedy Rahmani dan kugy Bu Siti kan? Apa yang aku katakan benar adanya kan?"
"Betul… betul…" Pelangi tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya sendiri.
__ADS_1
Noah betapa bahagianya melihat senyuman dan tawa bebas dari Pelangi.
"Makasih banyak atas kejujurannya,"imbuhnya Noah Javier Rizaldi.
Pelangi segera membuka matanya karena heran dengan orang yang berterima kasih padanya," ke-na-pa meski berterima ka…" ucapannya terpotong setelah menyadari siapa orang yang sudah memijit dan melayangkan beberapa pertanyaan yang sudah dijawabnya.
Pelangi segera menarik kakinya yang masih dipegang oleh Noah itu dengan sigap. Tubuhnya beringsut ke samping kirinya. Saking takutnya jika, apa yang sudah dia perbuat akan menjadikan dan membuat suami pura-puranya itu marah. Noah tersenyum tipis melihat apa yang dilakukan oleh Pelangi.
"Kenapa harus menjauh dariku sedangkan, aku tidak bermaksud untuk memakanmu apa kamu tidak ingin lagi dipijit? Karena aku yakin kamu pasti menikmati hasil pijatan ku sehingga kamu hampir saja tertidur," candanya Noah.
Pelangi menggoyangkan kedua telapak tangannya di depan wajahnya Noah," tidak… itu tidak benar tadi aku hanya ngawur kok mungkin karena efek aku ngantuk banget jadi maaf mungkin semua yang aku katakan adalah hanya mengada-ada," sanggahnya Pelangi.
Noah semakin memajukan wajahnya ke arah Pelangi hingga tubuhnya Pelangi terjatuh diatas sofa ruang tamu, sehingga Noah semakin merangkak ke atas tubuhnya Pelangi. Noah mengunkung tubuhnya Pelangi, dengan memegang kuat kedua pergelangan tangannya Pelangi.
"Tuan Muda Noah a-pa yang a-kan ka-mu la-ku-kan pa-da-ku a-ku mengaku salah," gagapnya Pelangi yang mulai ketakutan dan bergetar hebat saking takutnya.
Noah hanya tersenyum licik melihat ketakutannya Pelangi yang peluh keringat bercucuran membasahi pipinya itu. Noah memajukan wajahnya ke arah wajahnya Pelangi hingga,bibit keduanya itu saling bersentuhan langsung.
Noah tanpa ragu dan segan segera mengecup bibir itu, hingga nafas mereka saling beradu, air saliva mereka saling bertukaran hingga teriakannya seseorang yang cukup lantang membuat keduanya tersentak terkejut mendengar suara bagaikan guntur dan petir di siang bolong saja.
__ADS_1
"Noah!!" Jeritnya Bu Annisa.