Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 65


__ADS_3

"Makasih banyak Abang atas bonus bunganya, bunganya cukup wangi," ucapnya Kejora Aysila Mandala Jauhari.


Mesin motornya pun berhenti di depan pintu masuk makam TPU itu, Naufal terlebih dahulu membeli beberapa macam bunga untuk dia taburkan nantinya di atas pusara mama kandungnya itu.


Sebuket bunga mawar merah dan putih khusus ia belikan untuk mamanya, karena kedua bunga itulah semasa hidup mamanya yang paling favorit di sukainya.


"Sama-sama Nona cantik, semoga kalian bahagia dan kapan-kapan datang lagi yah," imbuhnya Dino sang penjaga toko bunga tersebut yang mengantar kepergian kedua pasangan sejoli yang sama-sama saling mencintai itu tapi, belum ada yang berani terang-terangan menyatakan perasaannya.


"Assalamualaikum Abang," jawab salam keduanya sebelum pergi dari tempat itu.


Dino hanya tersenyum sambil menaikkan jari jempolnya itu," hati-hati semoga kalian bahagia dan bisa bersatu dalam ikatan tali suci pernikahan,amin ya rabbal alamin, waalaikum salam," gumam Dino penjaga toko bunga sekaligus pemiliknya.


Mereka kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat pemakaman umum dimana berada rumah terakhir mamanya itu Bu Nining Anjarwati. Naufal segera membantu Kejora membuka helmnya, karena Kejora kesulitan untuk membukanya.


"Maaf sudah merepotkanmu," ucap Naufal yang melihat Kejora kerepotan membawa beberapa buket bunga tersebut dalam pangkuannya.


Kejora tersenyum tipis," tidak apa-apa kok Pak, saya merasa sama sekali tidak keberatan, malahan saya bahagia karena bisa diberikan dan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Mama kandungnya Pak Naufal walaupun beliau sudah meninggal dunia," sanggahnya Kejora.


"Syukur Alhamdulillah, saya sangatlah bersyukur dan bahagia mendengar hal itu dan juga saya tidak rugi dan menyesal mengajakmu sekalian ke sini," imbuhnya Naufal dengan senyuman bahagianya.

__ADS_1


Mereka kemudian berjalan ke arah dalam makam. Letak makam mamanya Naufal berada di blok tiga sehingga tidak terlalu jauh mereka tempuh dengan jalan kaki.


"Entah kenapa bisa aku sebahagia ini, hanya berjalan di tengah kuburan ini aku sudah sangat bahagia, apa aku egois mencintai pria yang sama sekali salah sangka dan salah paham dengan saya yang dikiranya adalah Pelangi Arunnika Rahmany, tapi aku takut yah Allah jika kelak, Pak Naufal mengetahui jika aku sudah menipu dan membohonginya kira-kira apa Pak Naufal akan marah dan membenciku dengan apa yang telah aku perbuat," batinnya Kejora yang mengekor di belakangnya Naufal.


Naufal mengetuk keningnya Kejora," Hey! Apa yang kamu pikirkan!?"


Kejora sedikit tersentak karena terkejut," Eeh itu Pak anu eh a-nu yang mana kuburannya mama Naufal?" Kilahnya Kejora yang menutupi kenyataan yang terjadi dalam hati dan pikirannya itu.


"Itu di depan makamnya Mama, yuk," jawabnya Naufal seraya menarik tangannya Kejora dengan pelan.


Kejora bernafas lega karena hampir saja keceplosan, untungnya dia masih bisa mengendalikan perasaan,diri serta ucapannya tersebut.


Kejora cukup terkejut mendengar penuturan dari mulutnya Naufal, ia menatap intens ke arah Naufal. Ia kaget dan tak bergeming mendengar perkataan dari Naufal.


"Ya Allah… apa maksud dari perkataan Pak Naufal barusan apakah dia serius atau hanya bercanda saja," batinnya Kejora.


Naufal menaruh beberapa buket bunga mawar merah dan ungu sesuai dengan bunga apa yang selama ini disukai oleh Bu Nining Anjarwati semasa hidupnya itu. Naufal juga tak lupa menyiram keseluruhan mamanya.


Naufal membaca beberapa doa dan surah Al Fatihah untuk ia kirimkan khusus untuk mamanya seorang. Kematian mamanya itu yang secara tiba-tiba,tanpa ada riwayat penyakit apapun yang membuat Naufal hingga detik ini bertanya-tanya. Tetapi, Naufal sudah berusaha untuk mencari bukti siapa pelaku dibalik kematian tersebut, hingga detik ini masih banyak nihil, karena saat kejadian terjatuhnya Bu Nining kala itu cctv sedang terganggu hingga rusak di sekitar ruangan tempat kejadian jatuh pingsannya hingga meregang nyawa ibunda tercinta sekitar kurang lebih dua tahun lalu.

__ADS_1


Naufal adalah putra pertama dari istri pertama kakak sepupunya Erka Mandala Jauhari yang secara tidak langsung adalah kakak sepupunya sendiri Kejora yang belum diketahui oleh keluarga besar Erka papanya Kejora.


Hal itu terjadi karena, Budianto sama sekali tidak mengetahui hingga detik ini masih sebelum bercerai dengan istri pertamanya dalam keadaan hamil muda.


"Ma, maafkan Naufal yang belum bisa mendapatkan petunjuk apapun jika, ketika Mama jatuh ada orang yang dengan sengaja melakukan hal tersebut sehingga mama harus meninggal dunia seorang diri di dalam kamar Mama," cicitnya Naufal Ariyan Budiyanto.


"Apa meninggal karena ada sengaja melakukan hal itu?!" Beonya Kejora.


"Iya, dugaan kamu benar sekali Pelangi,kalau mama terjatuh di dalam kamarnya karena adanya campur tangan dari orang lain yang hingga sekarang, saya belum mengetahui siapa karena diagnosis dokter katanya Mama tekena serangan jantung sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir," ungkap Naufal sambil sesekali menyeka air matanya itu.


Kejora menutup mulutnya saking tidak percayanya mendengar kenyataan yang begitu memilukan," astagfirullah aladzim ada ternyata orang yang sekejam itu di dunia ini, seperti yang pernah aku alami ketika aku berusia tiga belas tahun, kejadiannya sekitar sembilan tahun lalu, saya Mama, kakak kembarku mengalami kecelakaan mobil hingga mama kehilangan bayi yang dalam kandungannya dan kakakku Bintang Airen Mandala Jauhari hingga detik ini belum ditemukan keberadaannya apa dia masih hidup atau sudah meninggal dunia," terangnya Kejora yang melupakan siapa Naufal yang dengan mudahnya berbicara terbuka dan jujur menceritakan kisah pilu kehidupannya.


"Apa kamu punya kakak kembar!?" Beo Naufal.


"Iya Pak aku punya,"


"Kok baru tahu, kalau kamu punya saudara seingat aku kamu anak tunggal," tuturnya Naufal.


Kejora terkejut karena keceplosan menyebut jika dia adalah anak kembar.

__ADS_1


"Ya Allah… aku lupa kalau aku bukanlah Kejora disini mereka kenal aku sebagai Pelangi anak tunggal," Kejora membatin raut wajah mulai kebingungan, panik dan gugup.


__ADS_2