Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 101


__ADS_3

Veri Ahmed Ali Miller dipusingkan oleh rencana dan niat bundanya itu. Bu Sandra berniat apapun yang terjadi, dia akan melamar Najwa Ayuna Ariesta sang dokter spesialis itu langsung menghadap kedua orang tuanya Najwa yaitu Pak Rizaldi Umar Lubis dengan istrinya Bu Annisa Haerani Gottardo.


Dua pasangan anak manusia yang berbeda status itu sama-sama saling memberikan keee puuu aaa saann dengan pasangannya masing-masing di tempat yang berbeda. Godaan pihak ketiga kadang kala lebih kuat dan tangguh dari pada pertahanan akal sehat sendiri.


Bu Annisa mondar mandir di sekitar ranjangnya. Beliau memikirkan kedua putrinya itu. Najwa Ayumi Ariesta dengan Nagita Ayana Agatha Pricilla yang sudah hampir jam dua belas malam belum pulang juga.


Sedang suaminya Pak Rizaldi Umar Lubis sudah terlelap tidur pulas dalam buaian mimpinya itu.


"Kenapa hatiku tidak tenang memikirkan mereka, apa jangan-jangan terjadi sesuatu padanya itu," batinnya Bu Annisa.


Bu Annisa berjalan ke arah luar menuju pintu utama rumahnya, tapi langkahnya terhenti setelah Pelangi menegurnya ketika hendak memutar handle pintu.


"Mami mau kemana kok jam segini belum tidur juga?" Tanyanya Pelangi Arunnika Rahmany anak menantu pertamanya itu.


Bu Annisa segera menghentikan kegiatannya itu untuk memutar kenop pintu," mami pengen cek kunci pintu saja,apa sudah terkunci dengan rapat atau tidak karena kebiasaan biasanya bibi Ani sering kelupaan menguncinya," kilahnya Bu Annisa yang tepaksa berbohong agar tidak ketahuan dengan apa yang dilakukannya itu.


"Ohh gitu Mi, Pelangi pamit ke dapur dulu kalau begitu," tuturnya Pelangi kemudian berjalan ke arah dapur.


Bu Annisa sedikit bernafas lega, kemudian meninggalkan tempat tersebut karena tiba-tiba rasa kantuknya mendera.


"Ngantuk banget, besok pagi saja aku interogasi kedua anak gadisku itu," cicitnya Nyonya Annisa.

__ADS_1


"Semoga saja alasanku ini dapat diterima oleh kedua orang tuanya Najwa dan juga Najwa, bagiku Najwa bisa hamil atau tidak, itu tidak masalah yang paling penting adalah kebahagiaan putra semata wayangku," batinnya Bu Sandra.


Apartemen yang awalnya tertata dengan rapi dan elegan sekarang berubah menjadi berantakan akibat ulah dari kedua pasangan muda mudi yang sedang dimabuk asmara itu. Nafas ngos-ngosan dari keduanya mampu memenuhi seluruh sudut penjuru kamar apartemen mewah itu. Dimana-mana tercecer pakaian yang awalnya mereka pakai sekarang sudah berserakan di atas lantai.


Veeri yang seperti kehilangan akal sehatnya untuk pertama kalinya menemukan keindahan dari seorang perempuan yang hampir membuatnya gila dan hilang kewarasannya itu. Semakin berrr gaaa iiii raah ketika si jagonya berhasil membobol gawang milik dokter muda yang cantik itu diusianya yang masuk dua puluh sembilan tahun.


"Aaahhh!!" teriakan sekaligus keluhan kesakitan dari mulutnya Najwa Ayuna Ariesta Rizaldi itu mampu memecahkan keheningan di tengah malam di dalam salah satu unit apartemen mewah tersebut.


Veri bukannya mendengarkan keluhan dari Najwa, untuk berhenti dengan kegiatannya itu tapi, malah semakin tertantang dan bersemangat untuk meraih kebahagiaan yang hakiki hingga seakan-akan terbang melayang tinggi hingga ke langit paling tingkat bkr tujuh.


"Hemmph sabar sayang,dikit lagi," ujarnya Veri Ahmed Ali.


Kedua tubuh mereka bercucuran peluh keringat membasahi sekujur tubuhnya. Hingga berkilauan terkena sinar pantulan lampu kamarnya. Bukannya sekali atau dua kali, tapi lebih beberapa kali Veri melakukan hal itu.


Veri tersenyum penuh kemenangan, karena melihat Najwa yang sudah mampu mengimbangi permainannya itu.


"Good baby,saya sangat menyukaimu jika jadi gadis penurut seperti ini." Imbuhnya Veri.


Dengan berbagai cara dan metode yang mereka berdua lakukan hingga menjelang jam satu dini hari, barulah mereka berhenti dari kegiatan dan aktivitasnya malam itu.


Veri mengecup dengan lama keningnya Najwa Ayuna Ariesta Rizald," Mas sangat mencintaimu, jadi aku mohon jangan pernah sekalipun menolak untuk menerima lamaranku esok,"

__ADS_1


Najwa hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan dari mulut kekasihnya itu," jadi hari ini kita jadian, tapi ingat jika kamu berani mencoba untuk selingkuh dariku bukan hanya aku yang akan pergi dari dunia ini tapi, kau juga akan ikut bersamaku," ancamnya Najwa yang tidak main-main dengan perkataannya itu karena ini adalah pengalaman pertamanya dan juga cinta pertamanya selama hidupnya ini.


Veri tersenyum simpul," Mas berjanji padamu, jika aku tidak akan pernah membuatmu terluka, sedih apalagi berniat untuk menduakan cintamu dengan apa pun dan siapapun di dunia ini, untuk membuktikan bahwa apa yang aku katakan benar adanya, Mas akan menikahimu secepatnya," ungkap Veri.


"Tapi, gimana kalau aku benar-benar enggak bisa hamil, gimana? Mas pasti akan menampakkan aku akan?" Tanyanya dengan manja sembari memainkan dada bidangnya yang sispack itu seperti roti sobek saja.


"Mas tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi, Ingat itu ini bukan sekedar janji tapi ucapan seorang pria sejati yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku hingga akhir hayatku," jelasnya Veri.


Najwa sangat bahagia mendengar perkataan dari mulutnya Veri, karena sudah banyak pria yang berniat untuk mendekatinya tetapi, setelah mengetahui jika dia divonis mandul, semua pria itu menjauhinya hingga menghilang tanpa jejak bagaikan ditelan bumi saja tanpa kabar dari pria-pria itu.


Veri kemudian berbisik di telinganya Najwa," sayang Abang pengen sekali lagi boleh kagak," pintanya Veri yang langsung menerkam mangsanya itu tanpa mendengarkan jawaban dari Najwa.


Kegiatan keduanya kembali berlanjut seolah tak ada capek, lelah tubuh mereka hingga menjelang subuh barulah mereka mengakhiri kegiatannya itu. Veri sangat bahagia mendapatkan hadiah yang sangat istimewa dari perempuan yang baru sehari dikenalnya itu. Veri menjadi laki-laki pertama yang mampu meen ciii ciiii piii apem kukus yang masih panas legit dan fres dari panci.


Keesokan harinya, Najwa dalam keadaan yang tidak baik-baik saja segera pulang ke rumahnya sebelum Veri Ahmed Ali Miller terbangun dari tidurnya.


Najwa Ayumi Ariesta belum sama sekali terlelap dalam tidurnya itu, tapi karena takut jika kedua orang tuanya mengetahui tidur dan menginap di tempat yang asing pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan nantinya.


"Aaauhh!" Keluhnya Najwa.


Walaupun dalam kondisi yang tidak stabil seperti itu, perih dan ngilu serta sakit yang teramat ia rasakan di bagian daerah sensitifnya itu.

__ADS_1


"Andaikan aku tahu rasa sakitnya seperti ini, aku tidak akan melakukannya, pantesan banyak perempuan di luar sana yang tidak ingin berniat untuk mengakhiri masa lajangnya mereka karena alasannya seperti yang aku alami.


__ADS_2