Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 52


__ADS_3

Naufal memberikan sebuah paper bag ke hadapannya Kejora.


"Ini hadiah yang aku janjikan untukmu jika kamu berhasil mengerjakan pekerjaan pembukuan itu dengan benar dan baik" imbuhnya Naufal.


"Ini orang juga apa yang terjadi padanya, tiba-tiba terdiam dan seperti orang yang kesambet saja, apa disini ada hantu atau makhluk halus yang tiba-tiba datang secara juga sudah jam hampir jam dua belas malam juga,"


Kejora menggoyangkan jarinya di depan matanya Naufal langsung," Hey! Hallo sepada sepatu, apa Pak Naufal masih hidup!?" Kejora semakin dibuat khawatir dengan kondisinya Naufal.


"Ehh, aku masih sadar dan tidak mungkin kesambet apapun itu, karena kamu sudah bekerja dengan baik aku akan memberikan hadiah sesuai dengan janjiku sebelumnya,"


Naufal berjalan ke arah dalam ruangan pribadinya," anak itu belajar dari mana, setahu aku Pelangi hanya tamatan sekolah menengah atas saja."


Kejora tanpa ragu dan banyak pikir langsung saja mengambil paper bag tersebut. Ia membuka bungkusan itu dan kedua bola matanya cukup dibuat terkejut. Bukan masalah harganya,tapi dari manfaat benda itu.


"Hp," beonya Kejora.


"Maafkan aku hanya bisa belikan kamu hp murah saja, aku belikan kamu supaya komunikasi yang kamu lakukan lancar karena, aku lihat sudah hampir dua bulan kamu tidak pakai hp kan,"


"Ohh gitu yah, makasih banyak atas hadiahnya, aku tunggu hadiah-hadiah selajutnya," pungkasnya Kejora tanpa segan sedikitpun.


"Siap, yang paling penting kamu bisa menjalankan semua yang aku katakan dengan baik dan benar sesuai yang aku inginkan hadiah akan menantimu," imbuh Naufal dengan senyuman khasnya.


Kejora yang melihat senyumannya Naufal membuat dirinya begitu bahagia dan hatinya kembali bergetar.


"Ya Allah… senyumannya manis sekali, buat hatiku dah dig dug der saja, Kejora Aysila Mandala sadarlah pria yang berdiri di hadapanmu bukanlah pria yang mencintaimu, tapi pria yang mencintai perempuan yang mirip dengan wajahmu jadi jangan larut dalam euforia," bathinnya Kejora seraya menggelengkan kepalanya.


Apa yang dilakukan oleh Kejora membuat Naufal mengerutkan keningnya.


"Pelangi! Apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya Naufal dengan penuh selidik karena kebingungan melihat reaksinya Kejora.


"A-ku ba-ik saja kok Pak, hanya saja kepalaku sedikit pusing," kilahnya Kejora.


"Kalau gitu aku akan antar kamu pulang, kebetulan aku juga sudah bersiap pulang kok," imbuhnya Naufal.

__ADS_1


"Tapi, apa saya tidak merepotkan!?"


"Tidak sama sekali, kebetulan saya juga mau pulang kan rumahku kalau aku pulang pasti ngikutin jalan rumah kau," jelasnya Naufal pria berlesung pipit itu yang mampu menggetarkan hatinya Kejora yang menyamar menjadi Pelangi tanpa ada unsur kesengajaan.


"Alhamdulillah, kalau gini aku tidak ketahuan kalau aku sama sekali tidak mengetahui alamat rumahnya Pelangi,"


"Ayok ikut aku ke tempat parkiran," ajaknya Naufal yang menarik tangannya Kejora.


Naufal segera mengeluarkan sepeda motornya, ia lebih memilih naik motor dari pada berkendara dengan mobilnya. Kesannya lebih romantis karena berdekatan satu sama lainnya.


"Ini helmnya," Naufal menyodorkan sebuah helm yang bermotif kartun berwarna biru.


Kejora sama sekali tidak menolak pemberian dari Naufal, lalu segera memakainya. Berselang beberapa menit kemudian mereka sudah berada di jalan raya bergabung dengan pengendara lainnya.


Naufal sedikit berteriak,"pegangan entar kamu jatuh!" Teriaknya Naufal.


Kejora spontan memeluk erat tubuhnya Naufal dari arah belakang. Naufal sengaja menambah kecepatan laju kendaraan bermotornya. Sehingga hal itu, membuat Kejora segera berpegangan pada pinggangnya Naufal.


"Ish modus deh, tapi aku suka kok," gumamnya Kejora.


"Pelangi apa Abang boleh bicara sesuatu padamu!?" Teriaknya Naufal karena suaranya terbang dibawa angin.


"Apa?! Abang mau bicara apa!?" Pekiknya Kejora.


"Apa kamu mau jadi pacarku!?" Teriaknya Naufal sembari memalingkan sedikit wajahnya ke arah belakang.


Kejora terkejut mendengar pernyataan cintanya Naufal yang mengajaknya untuk berpacaran. Ia dibuat terdiam tanpa kata, keterkejutannya membuatnya mematung.


"Apa Abang Naufal mengajak aku berpacaran!?"


Naufal sedikit kecewa karena Pelangi tidak memberikan respon ataupun jawaban yang dia inginkan.


"Pelangi, apa kamu mau jadi pacarku? Tapi kalau kamu tidak mau aku tidak akan paksa kamu kok?" Teriak nya lagi Naufal.

__ADS_1


Kejora mengeratkan pelukannya di tubuhnya Naufal yang membuat Naufal kaget dan tidak mengerti dari respon yang ditunjukkan oleh Kejora.


"Maaf aku sudah lancang untuk menjadikanmu kekasihku," ucapnya Naufal.


"Bukan aku yang kamu cintai tapi, gadis yang bernama Pelangi jadi aku tidak boleh bahagia dengan kebahagiaan yang bukan milikku sendiri tapi, kebahagiaan yang tertukar yang harus saya jalani," gumamnya Kejora.


Mesin motornya Naufal pun berhenti, Kejora segera turun dari belakang motornya Naufal. Kejora terdiam hingga mereka sampai di kontrakannya Pelangi. Dia segera melepas helm yang melindungi Dania sedari tadi.


"Makasih banyak Pak sudah mengantar aku pulang," ucap Kejora lalu berjalan ke arah dalam rumahnya tanpa menoleh sedikitpun.


"Ternyata cintaku bertepuk sebelah tangan," lirih Naufal yang raut wajahnya spontan berubah drastis dari bahagia sekarang menjadi sendu.


Kejora sudah berniat menutup pagar rumahnya itu, tapi ia tanpa sengaja melihat mimik wajahnya Naufal yang sedih dan cemberut. Sehingga ia memiliki inisiatif sendiri. Kejora segera berlar kecili ke arah Naufal.


Kejora mengecup pipinya Naufal sekilas," aku bersedia menjadi pacarnya Abang Naufal,"


Kejora segera ngacir setelah melakukan aksinya yang cukup berani itu. Naufal dalam sekejap langsung tersenyum dan dalam hatinya berteriak kegirangan saking bahagianya karena, perasaannya terbalas dengan sebuah kecupan hangat dipipi kanannya itu.


Naufal mengelus pipinya yang sudah panas dan memerah. Perbuatan Gadis pujaan hatinya itu membuatnya kegirangan dan tersipu merona malu.


"Makasih banyak, i love you Pelangi Arunika Rahmany," cicitnya Naufal yang terdiam di samping motornya yang menjadi saksi bisu kebahagiaan keduanya malam itu.


Pelangi duduk di atas ayunan di belakang rumah besar nan megah miliknya Noah Javier Rizaldi. Putra sulung dari dokter Annisa dan Pak Rizaldi sahabat terbaiknya Erka Mandala Jauhari papanya Kejora.


"Dalam sekejap mata aku menjadi seorang Nyonya Muda, tapi semua ini adalah status dari perempuan yang bernama Kejora tapi, kenapa mereka menganggap aku Kejora apa wajah kami sangat mirip? Tapi, tidak mungkin ada kebetulan yang sama persis, saya harus segera menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya," tatapannya tajam melihat ke arah langit yang pagi itu sungguh cerah.


Bunga mawar yang berbagai macam jenis bunga itu bermekaran menambah kecantikan dan keindahan taman tersebut.


Pelangi menyentuh liontin kalungnya yang bertuliskan huruf B, "Ya Allah… apa arti dari inisial huruf B ini, apa kedua orang tua kandungku sendiri yang memberikan kalung ini atau ini adalah nama aku yang sebenarnya," gumamnya Pelangi.


Noah yang baru selesai berolahraga di pagi hari itu, segera duduk kembali di atas kursi rodanya sembari menyeka keringatnya itu.


"Apa yang sedang dia lakukan, kenapa aku merasa dia bukanlah Kejora Aysila Mandala karena sifat dan karakternya sangat berbeda tapi, apa mungkin itu terjadi karena Bintang Airen Mandala sudah meninggal dunia dalam kecelakaan maut waktu itu, tapi sepertinya aku harus segera menyelidiki semua ini, aku juga sempat melihat liontin kalung emasnya yang dipakai Kejora dengan inisial huruf B apa sebenarnya yang terjadi. Karena seingatku Kejora sudah sering disuruh oleh kedua orang tuanya untuk memakai hijab, tapi selalu menolaknya tapi ketika diamankan oleh anak buah ku sudah memakai hijab,"

__ADS_1


Noah segera kembali berdiri dari duduknya dan mengambil hpnya.


"Dimas tolong ke ruangan gym sekarang juga!" Perintahnya Noah.


__ADS_2