
Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
Noah entah dorongan dari mana sehingga ia langsung berinisiatif untuk mengecup dengan lembut bibir istrinya yang awalnya hanya berniat menjadikan pernikahannya sebagai hanya sekedar status hitam diatas putih saja.
Tapi hari ini berbeda, setelah mengetahui rahasia terbesarnya Pelangi dengan Kejora Ciuman itu cukup menuntut, hingga pasokan udara yang semakin menipis membuat mereka sama-sama segera menyudahi aktifitasnya di pagi hari itu. Noah tersenyum lembut sambil menyeka sudut bibirnya Pelangi yang terdapat sisa salivanya sembari berbisik.
Noah segera mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka saling bersentuhan. Noah tanpa ragu langsung mee luuu maat bibir yang merah merona itu. Hingga nafas mereka saling berbagi pasokan udara, air saliva mereka saling bertukaran satu dengan yang lainnya.
Karena ini pengalaman pertama mereka yang sama-sama perdana sehingga tampak jelas mereka sangat kaku untuk melakukannya. Noah memegang tengkuk lehernya Pelangi hingga memudahkan apa yang telah ia perbuat di atas bibirnya Pelangi.
"Kamu ternyata belum punya pengalaman sama sekali, aku suka itu berarti ciuman yang barusan kamu lakukan adalah yang pertama," Noah kemudian berjalan meninggalkan Pelangi yang berdiri mematung di tempatnya.
Hanya tatapan matanya yang sulit diartikan yang mampu ia lakukan. Noah berhenti diambang pintu lalu melirik ke arah Pelangi dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari wajahnya.
"Bibirmu sangat seksi Istriku tercinta, hal itu akan menjadi kegiatan yang harus aku lakukan di pagi hari sebelum aku berangkat kerja dan Ingat berakting baguslah jangan biarkan ada satupun dari mereka yang curiga dengan hubungan kita ini,"
Noah segera menutup pintu kamarnya Pelangi. Sedangkan Pelangi menyentuh bibirnya yang sedikit bengkak itu.
"Ciuman pertamaku diambil olehnya, suami bohonganku, tapi kalau Tuan Rizal dan Nyonya Annisa datang berarti aku harus berakting bermesraan di depan mereka," gumamnya Pelangi.
Noah berjalan menuruni tangga dengan jarinya masih berada fu ujung puncak bibirnya itu.
__ADS_1
"Bibirnya manis dan sangat kenyal hingga aku hampir saja kelepasan untungnya aku segera bisa tersadar dan mengontrol diriku untuk tidak terus jatuh ke dalam pesonanya, aku tidak akan menuntut hakku sebelum aku berhasil mengingat kebenaranya siapa dia sebenarnya apa kah kekasih masa kecilku Bintang Airen Mandala ataukah perempuan lain yang hanya mirip saja tanpa ada tes DNA yang aku pegang,"
Jauh dari Kuala Lumpur Malaysia, tepatnya di Indonesia Jakarta.
Kejora baru saja menutup pintu rumahnya itu dan bersiap berangkat kerja karena pakaian yang dipakainya adalah pakaian seragam salah satu kafe terkenal di Ibu kota Jakarta. Langkahnya terhenti ketika melihat seorang pemuda yang sedang berdiri di atas kap mobilnya itu.
"Pak Naufal," cicitnya Kejora Aysila Mandala yang terkejut dengan kedatangan atasannya itu.
Naufal tersenyum lebar ke arah Kejora," sedari tadi aku telpon kamu tapi sama sekali kamu enggak angkat, saya kira ada yang terjadi sama sehingga saya buru-buru datang untuk melihatmu," jelasnya Naufal yang bisa bernafas lega melihat Kejora baik-baik saja.
Kejora segera memeriksa hpnya yang tersimpan di dalam tasnya. Ia segera mengecek langsung hpnya karena, sedari tadi tidak mendengar suara hpnya yang berdering sekalipun.
"Maaf Pak saya lupa mengganti pengaturan nada dering hpku," sesalnya Kejora dengan menunjukkan hpnya ke depannya Naufal.
Kejora menurut begitu saja tanpa ada protes sedikitpun. Dia memakai helm berwarna merah itu lalu menaiki motor gedenya Naufal. Pria yang berpakaian kasual dan cukup santai setiap harinya.
Tetapi, sama sekali tidak mengurangi kadar ketampanannya yang paripurna itu. Malahan mampu membuat kesan yang cukup berkarisma di depan orang lain terutama khusunya para kaum wanita yang tergila-gila padanya.
"Pegang yang erat," imbuhnya
Noah sambil menggerakkan tangannya Kejora kepinggannya.
Kejora yang diperlakukan seperti cukup kaget karena, Ia merasa aneh memeluk pinggangnya pimpinan tempat ia bekerja beberapa minggu ini. Sudah hampir dua bulan Kejora memerankan perannya Pelangi.
__ADS_1
Tanpa sedikitpun mengeluh dengan aktifitas dan rutinitas sehari-harinya yang dia lakukan, padahal selama ini belum pernah ia bekerja kasar seperti itu dalam hidupnya.
Motor yang dikendarai oleh Naufal meliuk di atas jalan raya. Mau tidak mau Kejora harus berpegangan pada pinggangnya Naufal, awalnya hanya memegang ujung pakainnya Naufal, tapi karena laju kendaraannya melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi hingga mau tidak mau Kejora memeluk pinggangnya Naufal. Apa yang dilakukan oleh Kejora membuat Naufal tersenyum bahagia.
"Pelangi, aku sangat bahagia karena akhirnya hari ini kamu bersedia untuk aku bonceng yang awalnya selalu menolak jika aku berniat memboncengmu," cicitnya Naufal.
Setelah beberapa menit mereka lalui bersama, motor gede yah ditunggangi oleh Naufal sudah terparkir di bagian belakang kafe. Untungnya kafe di area tersebut khusus untuk Naufal seorang, sehingga kedatangan keduanya tidak ada yang mengetahui dan curiga dengan apa yang sedang terjadi. Sehingga kedua terbebas dari gibah, gosip tak sedap terutama khusus untuk Kejora.
Kejora segera berniat untuk menyerahkan helm yang sempat ia pakai ke dalam tangannya Naufal, tapi dia ingin melepas helm itu pengait kunci helmnya sulit untuk terbuka. Sehingga Kejora kesulitan untuk melepasnya.
"Kenapa juga ini sulit untuk dibuka padahal tadi waktu pasangnya mudah sekali," cicit Kejora Asyla Mandala yang keheranan dengan apa yang terjadi pada helm itu.
Kejora sudah mulai tidak sabaran dan kesal menghadapi helm tersebut yang tidak bersahabat dengannya. Baru saja Kejora ingin membuka mulutnya untuk ngomel-ngomel, tapi segera terhenti karena Naufal segera membantu Kejora.
Kejora mendongak agar memudahkan apa yang sedang dilakukan oleh Naufal untuk mengatasi masalahnya yang dihadapinya itu.
"Kalau mau buka ini harus sabar sedikit jangan pakai emosi," imbuhnya Naufal dengan diakhiri dengan senyuman menawannya yang mampu menggetarkan hati dan perasaannya Kejora.
Wajahnya Kejora langsung blushing memerah saking terpana sekaligus malu karena,hanya membuka pengait helm saja kesusahan.
"Makasih banyak," lirih Kejora sambil menyerahkan helm yang sedari tadi melindungi kepalanya.
"Sama-sama, masuklah sebelum kamu terlambat,"
__ADS_1