Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 75


__ADS_3

Pelangi berjalan mengekor di belakangnya Noah masuk ke dalam restoran yang cukup mewahnya, tapi dipadati oleh pengunjung.


Pelangi menyentuh wajahnya dikedua sisinya yang merasa panas jika, Noah selalu memanggil namanya dengan panggilnya sayang ataupun perkataan yang lebih mesra dan romantisme.


Noah melihat ke arah Pelangi lalu berteriak kencang," kalau kamu mau kelaparan kamu jadi patung sekalian saja," candanya Noah. Pelangi spontan berlari terbirit-birit mengejar Noah, ujung gaun kembali ia angkat dengan jinjing.


Noah menunggu kedatangan istrinya di depan pintu, tanpa sepengetahuan Pelangi. Noah mengaitkan tangannya dengan tangan Pelang hingga mereka saling bergandengan tangan ke dalam area resto. Beberapa pasang mata memperhatikan kedatangan keduanya.


Noah berjalan dengan tatapan memuja ke arah istrinya itu, mereka pun duduk. Dengan Noah menarik kursi untuk istrinya itu.


"Sayang kamu mau pesan apa?" Tanyanya Noah.


"Terserah suamiku saja,mau pesan apapun pasti aku juga akan suka," timpalnya Pelangi Arunika Rahmany.


Keduanya sama-sama menunjukkan sisi malunya ketika masing-masing mengatakan dengan panggilan istriku dan suamiku. Seolah mereka dianggap pasangan yang saling dimabuk cinta diusia pernikahannya masuk tiga bulan.


Setelah mereka menikmati makanan yang tersaji di hadapan keduanya. Noah kembali menggandeng tangannya Pelangi menuju, kemenara Eiffel Tower Triangle Paris Perancis.


Malam itu begitu banyak pengunjung yang berdatangan, padahal sudah jam sebelas malam. Cuaca semakin dimginy, Pelangi yang kedinginan segera dipakaikan oleh Noah dengan jas mantel yang dipakainya.


"Jangan banyak gerak ataupun berniat untuk menolaknya, kamu itu kedinginan lihat bibirmu sudah pucat, ini kesalahanku yang lupa membelikan kamu baju hangat yang cukup tebal," pungkas Noah Javier Rizald.

__ADS_1


Mereka duduk di salah satu kursi panjang yang ada di taman kota sambil memandangi keindahan cahaya rembulan yang menerpa bangunan menara Eiffel. Noah sedari tadi menggenggam terus tangannya Pelangi seolah-olah memberikan kehangatan kepada Pelangi.


Raut wajah kedua selalu berseri-seri bahagia. Hingga Pelangi tanpa permisi dan aba-aba menyadarkan kepalanya ke pundaknya Noah.


"Bersandarlah jika kamu lelah, dalam keadaan apapun Abang ingin abanglah yang menjadi sabdaranmu kelak mulai detik ini, karena aku adalah suamimu jadi usahakan apapun itu yang kamu alami katakan pada Abang dengan jujur," imbuhnya Noah sembari mengecup genggaman tangannya Pelangi dengan tak bosan-bosannya.


Pelangi menatap intens ke arah Noah dan tanpa terduga Pelangi memegang tengkuk lehernya Noah lalu menggesekkan hidung mancung keduanya. Dengan sentuhan yang sangat lembut. Pelangi mulai mee luu maat dengan perlahan bibir seksi Noah.


Noah cukup terkejut dengan aksi Pelangi yang terbilang berani itu. Tapi, Noah sangat bahagia karena pri mana yang akan menolak jika diperlakukan istimewa dan romantis seperti ini.


Kedua tangannya Noah melingkar di pinggang rampingnya Pelangi. Tanpa peduli dengan sekitarnya, mereka saling memberikan kenyamanan bagi pasangannya masing-masing.


Keindahan kota Paris malam itu menjadi saksi bisu penyatuan keduanya bagi pasangan suami istri yang harus menikah kedua kalinya di dalam kehidupan mereka. Noah memilki alasan tersendiri untuk melaksanakan ijab kabul untuk kedua kalinya. Karena ketika mereka menikah pertama kalinya,nama yang disebut dalam lafas pernikahannya adalah namanya Kejora Aysila Mandala Jauhari sedangkan, orang yang dinikahinya adalah Pelangi atau Bintang Airen Mandala saudari kembarnya Kejora dalam keadaan hilang ingatan itu.


Noah dan Pelangi sudah berada kembali di Kuala Lumpur Malaysia. Keduanya belum ada yang berniat untuk menyatukan diri masing-masing ke dalam hubungan yang lebih erat dan intim. Alasannya karena, keduanya masih menjajaki perasaan sendiri. Sehingga keduanya sepakat untuk menunda hal tersebut.


Padahal kedua orang tuanya dan juga saudaranya sudah menginginkan agar segera memiliki momongan. Terutama Bu Annisa sudah tidak sabar menggendong cucu pertamanya. Kedua keluarga juga sepakat untuk belum membuka rahasia mereka, karena masih menyelidiki beberapa kasus kecelakaan maut yang melibatkan kedua keluarga besar itu.


Sedangkan di tempat lain yang sangat jauh dari tempat tersebut. Tepatnya di Jakarta Indonesia tercinta. Seorang perempuan yang masih muda sedang bersiap untuk berangkat ke kampus dan jugy butik yang dikelolanya itu.


Setelah mendapatkan surat cerai dari Noah begitu bahagiaannya Kejora yang sudah terbebas dari kebohongan yang harus ia ciptakan untuk kebahagiaan papanya itu. Kejora sekarang bebas melakukan apapun itu tanpa, mengingat status pernikahan atas namanya dengan salah satu anak dari sahabat papanya itu.

__ADS_1


Kejora menuruni undakan tangganya dengan perlahan. Senyuman mereka diwajahnya untuk memperlihatkan kepada papanya, walaupun dalam keadaan yang tidak enak badan.


"Assalamualaikum papaku yang paling ganteng sedunia," sapanya Kejora sambil memeluk Papanya dari arah belakang yang sementara menikmati sarapan paginya itu.


"Waalaikum salam putrinya Papa yang paling cantik sedunia yang tidak ada duanya itu," timpal Pak Erka papa kandungnya Kejora yang terpaksa ikut dalam arus kebohongan yang dilakukan dan diciptakan oleh putri dan keluarga besannya itu.


Kejora segera menghabiskan sarapannya karena, waktunya sudah hampir terlambat untuk ke kampus.


"Sayang bulan depan kamu sudah ujian proposal skripsi kamu kan?" Tanyanya Erka sembari sesekali menyantap makanannya yang terhidang di depannya itu.


"Insya Allah Pa, semuanya sudah beres tinggal nunggu hari hnya saja," ujarnya Kejora.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu nak, Papa bisa bernafas lega dan berharap serta berdoa agar ujiannya lancar dan mendapat hasil nilai yang bagus," harap pak Erka yang mendoakan yang terbaik untuk anak bungsunya itu.


"Amin ya rabbal alamin," Jawab Arjuna Aiden Jauhari dan Senja Aira Jauhari keponakannya itu.


"Senja Mbak enggak antar kamu soalnya Mbak buru-buru kamu nebeng saja dulu sama Arjuna ke kampus, gimana apa Arjuna setuju kalau Senja tidak masalah kan dek?" Tanyanya Kejora seraya menyeka ujung bibirnya itu.


Keduanya menatap bersamaan ke arah kakak sepupunya itu," tidak masalah kok Mbak kan Arjuna diantar sama supir pribadi yang baik hati enggak sombong pasti tidak mempermasalahkan semua itu," tukas Arjuna.


"Kalau gitu aku pamit yah, assalamu'alaikum warahmatullahi wa babarakatuh,"

__ADS_1


"Waalaikum salam," jawab mereka serentak.


__ADS_2