Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 93


__ADS_3

"Bintang Airen putrinya Papa," teriaknya Erka sambil segera memeluk tubuhnya Pelangi yang tersentak kaget karena, tiba-tiba ada seorang pria tua yang masih tampan itu diusianya yang hampir kepala lima dalam genggaman tangannya Noah.


"Putrinya Papa!" Beonya Pelangi Arunnika Rahmany.


"Iya sayang apa kamu melupakan papa juga?" tanyanya Erka Mandala Jauhari Umar yang sudah meneteskan air matanya itu.


Karena acara sudah berlangsung lama, sehingga mempelai pengantin perempuan dan wanita segera berjalan ke arah tempat Papanya memeluk seorang perempuan yang terlihat masih muda, cantik dan elegan dengan hijabnya yang menutupi seluruh kepalanya itu.


Pelangi berusaha untuk melepas pelukannya pak Erka, tapi Noah segera membuka suaranya itu," sayang istriku pria yang memelukmu adalah papamu yang beberapa hari ini sering kamu mimpikan, coba resapi semuanya menggunakan hatimu dan hayati apa yang diinginkan oleh hatimu itu," pintanya Noah Javier Rizaldy.

__ADS_1


Pelangi kemudian mengangkat kepalanya ke arah atas,ia memperhatikan dengan seksama raut wajahnya pria yang memeluknya tadi.


"Kenapa wajahnya sangat mirip dengan pria yang hampir setiap hari hadir dalam mimpiku, apa jangan-jangan apa yang dikatakannya benar adanya kalau benar beliau adalah papaku," batinnya Bintang Airen Mandala.


Semua tamu undangan yang kebetulan berada di sekitar area tempat mereka, memperhatikan interaksi dari beberapa orang itu. Pelangi segera memeluk kembali tubuhnya pak Erka,ia menangis tersedu-sedu tanpa ia ketahui


"Papa," cicitnya Pelangi.


"Pak Naufal Aslam Budianto," cicit Pelangi.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan Iya benar sekali Pelangi Arunnika Rahmany atau Bintang Airen Mandala Jauhari," timpalnya Naufal yang berjalan ke Pelangi yang berdiri awalnya di depannya Pak Erka papanya, karena tarikan tangannya Noah Javier Rizaldi ke dalam pelukannya agar semua orang tahu jika dia pasangan suami istri yang sah.


"Pak Naufal jadi adik ipar ku dong,ya Allah... tidak nyangka jika dulunya adalah atasanku sekarang menjadi saudaraku," ucapnya Pelangi dengan tersenyum bahagia.


"Benar sekali, kakak aku sangat bahagia bisa bertemu kamu lagi, syukur Alhamdulillah kakak masih hidup dan selamat dari kecelakaan maut itu, ini sungguh mukjizat yang terbesar yang pernah aku lihat dalam hidupku, apa Mbak tidak ingin memelukku seperti apa yang sering kali dulu kita lakukan jika kita berdua bertemu," dengan merentangkan kedua tangannya itu.


Pelangi tanpa ragu segera melepas pelukannya Noah dari pinggangnya itu, kemudian berhamburan memeluk tubuhnya adik bungsunya itu sekaligus adik satu-satunya.


Pelangi awalnya sama sekali tidak punya bayangan sebelumnya akan bertemu dengan anggota keluarganya sendiri. Bahkan rasa sayangnya terhadap Papa dan adik kembarnya itu tiba-tiba datang begitu saja hingga air matanya menetes membasahi pipinya saking rindu sekaligus sedih yang tak terkira yang ia tidak mengerti dengan apa yang sendiri rasakan dalam hati dan perasaannya itu.

__ADS_1


"Ya Allah... mereka pasti tidak berbohong padaku, wajah kami sudah jelas sama dan juga papa Erka juga sangat mirip dengan orang yang selalu hadir dalam mimpi-mimpiku, sedangkan perempuan itu apa itu Mamaku,ya Allah... jika aku masih punya waktu yang banyak maka kembalikan lah semua ingatan-ingatanku yang sempat hilang dari dalam hidupku selama hampir sepuluh puluh tahun lebih itu." harapnya Pelangi.l yang masih berpelukan dengan saudari kembarnya.


__ADS_2