
Naufal kemudian berdiri dari posisinya dan segera meraih pakaiannya itu. Ia menatap nanar ke arah Kejora yang dianggapnya adalah Pelangi. Ia segera memakai pakaiannya yang masih sedikit basah itu dengan buru-buru.
"Aku bukan Pelangi Arunnika Rahmany, jadi aku minta padamu untuk berhenti mencintaiku dan berharap untuk menikahiku, buang jauh-jauh pikiran dan rencanamu itu karena aku bukan Pelangi!!" Jeritnya Kejora Aysila Mandala Jauhari.
Tubuh Naufal beringsut mundur dari posisinya sekarang. Dia keheranan melihat sikapnya Kejora yang berubah drastis setelah mereka menjalin hubungan yang intim.
"Pak Naufal, please dengan sangat pergi dari sini dan aku mohon jangan datang ke rumahku lagi untuk menemuiku lagi!" Bentaknya Kejora.
"Pelangi apa yang terjadi padamu sayang?"
Tapi, tatapan matanya terus tertuju pada perempuan yang sangat ia cintai itu dengan setulus hatinya. Sedangkan Kejora berpaling dan tidak ingin melihat wajahnya Naufal Arian Budiyanto itu.
Naufal sekali lagi berusaha untuk membujuk Kejora,"Pelangi, katakan padaku apa salahnya Mas padamu sayang? Jangan seperti ini, tolong katakan padaku," bujuknya Naufal.
"Saya tidak ingin melihat wajah Pak Naufal lagi dan aku mohon cukup sampai di sini saja hubungan kita berdua, jangan sekali-kali berani untuk mencariku apapun yang terjadi," ketusnya Kejora Aysila Mandala Jauhari.
__ADS_1
Kejora sudah memutuskan untuk mengakhiri kesalahan dan kekeliruan yang terjadi. Kejora sadar diri jika, yang terjadi padanya karena Naufal salah mengira dia adalah Pelangi Arunnika Rahmany. Hubungan yang baru sehari itu terjalin segera ia harus ia akhiri secepatnya sebelum terlambat dan Naufal mengetahui kebenarannya.
Naufal dengan berat hati dan terpaksa pergi dari rumah kontrakannya Pelangi dengan perasaan yang hancur, berkecamuk dan kebingungan karena hanya dalam hitungan detik saja hubungan mereka yang baik-baik saja, romantis dan mesra langsung berubah drastis dalam sekejap mata.
Naufal naik ke atas motornya dengan tatapan matanya yang terus tertuju pada rumah sederhana yang sudah menjadi saksi bisu penyatuan dan pembuktian dua pasang sejoli anak muda akan cinta mereka yang tulus, suci dan indah.
Air matanya menetes membasahi pipinya, ini kedua kalinya ia meneteskan air matanya yang pertama ketika melihat mamanya terbujur kaku diatas bangkar rumah sakit dan kedua hari ini ketika Kejora memutuskan hubungan mereka dengan sepihak tanpa ada kesalahan yang ia lakukan.
Motornya melaju dengan kecepatan tinggi, tanpa peduli lagi dengan hujan yang cukup lebat sore menjelang malam itu. Air matanya Kejora luruh seketika itu ia meremas dengan kuat sprei dan bedcover yang dipakainya itu. Kejora menangis, meraung-raung sejadi-jadinya meratapi kepergian pria yang sangat ia cintai.
Naufal sampai di rumahnya dan langsung menuju kamarnya. Wajahnya sangat marah dengan kejadian yang menimpanya itu. Bunda Putri yang melihat keponakannya yang datang itu,sama sekali tidak menggubris kehadirannya di pintu karena,Bu Putri Meutia Hatta adik kandung mamanya yang sejak kematian mamanya sudah tinggal bersamanya.
Naufal pun sudah menganggap bundanya itu mama keduanya di dunia ini. Bu Putri Meutia Hatta terkejut melihat tingkah keponakannya itu yang tidak pernah mengalami ataupun bertindak aneh seperti itu.
"Ya Allah… apa yang terjadi dengan anakku Naufal, tidak biasa masuk rumah tanpa mengucapkan salam sedikitpun, kenapa aku merasa ada hal aneh yang terjadi padanya," gumam Bu Putri Meutia Hatta yang kebingungan dengan sikapnya Naufal yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Prang!! Brukk!!
Lemparan beberapa benda yang langsung ke dinding tembok kamarnya Naufal bunyinya sangat nyaring di dalam rumah itu. Bu Puteri yang baru saja ingin berjalan ke arah dapur, langkah kakinya terhenti ketika mendengar suara gaduh bersumber dari dalam kamarnya Naufal Arian Budiyanto.
"Aahhh!! Pelangi kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini, setelah kamu terima lamaranku hari ini juga kamu memutuskan hubungan kita tanpa sebab, apa salahku haa!!" Jeritnya Naufal yang berlutut di atas lantai keramik setelah mengacaukan kamarnya dengan melempar berbagai macam benda yang mampu ia raih dalam jangkauannya.
Bu Putri segera berlari ke arah dalam kamarnya Nuafal yang kebetulan terbuka lebar sehingga apa yang dilakukan dan terjadi oleh Naufal dengan jelas ia lihat.
"Naufal hentikan Nak! Bunda mohon jangan seperti ini! Tahan amarahmu yang akan menghancurkan kehidupanmu," bujuknya Bu Putri yang memegang kedua tangannya Naufal.
Air matanya Naufal menetes membasahi pipinya itu, dia tidak mampu untuk berucap sepatah katapun lagi. Hatinya sangat hancur berkeping-keping karena harus pertama kalinya mengenal cinta harus patah hati juga.
Naufal memeluk tubuh bundanya itu," Bunda, apa aku kurang baik, apa aku tidak ganteng, apa aku kurang kaya sehingga Pelangi memutuskan hubungan kami?!" Naufal menatap Bundanya dengan tatapan sedih dan penuh dengan kekecewaan.
"Nak apa yang kamu katakan ini, apa maksudnya Bunda sama sekali tidak mengerti tapi, semua yang kamu katakan tidak benar adanya, kamu pemuda yang ganteng,baik hati,sholeh, rajin dan ulet dan punya usaha sendiri, kenapa gadis yang bernama Pelangi itu memutuskanmu?"
__ADS_1
"Saya juga tidak mengerti Bunda," jawabnya Naufal yang masih terisak dalam tangisannya itu.