Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 33


__ADS_3

Rindu menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan hal itu," ya Allah… bagaimana dengan Mama apa dia akan menyuruh kita bercerai karena aku belum hamil?" Raut wajahnya Rindu seketika langsung berubah drastis sendu dan sangat khawatir dengan ibu mertuanya karena secara ibunya Budi dengan mama mertuanya saudara.


Erka menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya," dasar bodoh, Mama tidak mungkin bersikap seperti itu walaupun mereka saudaraan lagian kita kan sudah punya si kembar yang setiap hari selalu vbanyak ulahnya," jelasnya Erka yang tersenyum tipis menanggapi perkataan konyol Istrinya itu.


Rindu berpura-pura kesakitan sambil mengelus keningnya yang terkena pukulan mesra dari tangan kuat suaminya itu.


Tiga bulan kemudian...


Rindu hari ini merasakan tidak enak badan dan entah kenapa dia lebih menyukai bergelung dalam selimutnya dari pada bangun. Erka yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya dengan handuk berwarna kuning melilit di pinggang rampingnya.


"Tumben istriku belum bangun padahal ia paling anti lambat bangun," lirihnya Erka.

__ADS_1


Rindu sangat bahagia karena setelah penantiannya beberapa bulan membuahkan hasil. Dia sudah hamil anak ke tiganya bersama suaminya Erka Mandala Jauhari sang dosen pelayaran.


Rindua yang masih tertidur di atas ranjangnya segera bangun setelah hidungnya mencium bau sedap makanan yang sangat lezat. Ia mengendus aroma wangi masakan yang sungguh menggugah selera makannya bagi siapa saja yang mencium baunya.


Rindu mengerjapkan kedua pasang matanya itu," hum wanginya,"


Rindu buru-buru bangkit dari posisinya setelah melihat jam dinding yang terpasang dengan kuat di tembok.


"Ya Allah… sudah jam 9 pagi, kedua putriku akan berangkat sekolah," cicitnya Rindu yang menyibak selimut tebalnya itu.


"Sayang, pelan-pelan jalannya ingat kamu itu sedang hamil anak kita apa jangan-jangan kamu sudah lupa," guraunya Erka sambil menyimpan nampang tersebut ke atas meja nakas ranjangnya Rindu.

__ADS_1


Rindu segera menghentikan langkah kakinya setelah baru teringat dan menyadari jika dirinya sedang hamil tiga bulab anak ke tiga mereka.


Rindu tertawa cengengesan," maaf aku lupa abang kalau aku sudah hamil," imbuhnya dengan penuh penyesalan karena sudah bertindak ceoboh yang melupakan bayinya itu.


Erka berjalan mendekati Rindu lalu mengecup pipinya Rindu sekilas sembari menggendong tubuhnya Rindu dengan ala bridal stile.


Rindu spontan memeluk lehernya Erka," abang amu ngapain turunkan aku, aku takut abang entar aku jatuh lagi," ujarnya Rindu yang menutup kedua matanya dan tangannya berpegangan kuat dan erat.


Erka hanya tersenyum melihat reaksinya Rindu yang menurutnys lucu," kau tak perlu cemas san takut insya Allah abang masih kuat kok," elaknya Erka.


Rindu hanya terdiam dan tersipu malu mendengar perkataan suaminya itu.

__ADS_1


"Tidak perlu minta maaf istriku itu wajar terjadi kok yang paling penting jangan diulangi lagi yah, kamu tidak perlu khawatir dengan kedua anak kembar kita karena mereka sudah besar dan sangat mengerti dengan keaadaan mamanya kok,"


Erka mendudukkan tubuhnya Rindu ke atas kursi yang di depannya sudah terhidang beberapa makanan yang sengaja dimasak khsusus oleh Erka untuk istrinys yang ngidam nasi goreng dan kue brownies kesukaannya.


__ADS_2