
Sejak tadi, raut wajahnya selalu memperlihatkan senyuman kebahagiaannya. Ia tidak pernah memperlihatkan raut wajah kesedihan, kecewa, dan kerinduan yang mendalam sejak pertemuan dengan Rindu perempuan yang selalu ia cintai setulus hatinya.
"Apapun akan aku lakukan demi bisa aku bisa menikahi Rindu dan menjadikan dia seutuhnya milikku, entah kenapa akhir-akhir ini aku merindukan sentuhan hangatnya yang sudah hampir sembilan tahun lamanya aku tidak pernah lagi merasakannya," Lirihnya Erka sambil menatap ke arah langit yang hari itu begitu cerah di siang hari yang cukup terik tidak seperti biasanya yang selalu hujan mengguyur Ibu kota Jakarta.
Bintang dan Kejora segera menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajarannya saat itu, sebelum jam istirahat berbunyi.
"Bintang, kamu mau makan di mana di kantin sekolah atau tempat jualan baru yang ada di pojok depan sekolah?' tanyanya Kejora Aysila Mandala yang baru saja duduk di hadapan kakaknya yang membereskan perlengkapan sekolahnya itu.
"Bagaimana kalau di luar saja katanya teman ada makanan baru yang enak, murah lagi," imbuhnya Bintang sambil membayangkan makanan tersebut sudah berada di depan matanya.
"Oke, let's go girls!" Ucapnya Kejora seraya berjalan meninggalkan kakaknya yang masih masih merogoh tasnya untuk mencari uang jajannya itu.
Setelah mendapatkan uangnya, Bintang segera berlari untuk menyusul adiknya yang sudah berada di luar ruangan kelasnya. Tapi, karena berlari sehingga ia tidak terlalu melihat dengan baik jalan yang dilaluinya itu.
Brukk!!
"Aah!!" Jeritnya Bintang Airen Mandala yang sudah terduduk di atas lantai karena menabrak tubuh anak laki-laki yang kebetulan kakak kelasnya.
__ADS_1
Anak lelaki itu segera mengulurkan tangannya untuk membantu Bintang berdiri.
"Kamu kebiasaan di manapun selalu berlarian, ini kan bukan lapangan sepakbola yang bebas berlari secepat apapun!" Sarkasnya anak itu yang bernama Williams dengan tatapan dinginnya seperti biasanya.
Bintang menghempaskan tangannya William setelah mendengar ocehan tidak bermutu dari mulutnya William menurut Bintang.
"Tidak perlu repot-repot bantuin saya William Sneider, saya masih sanggup berdiri kok, pergi saja lihat kamu sudah ditungguin sama teman kamu di sana!" Tunjuknya Bintang sembari berdiri lalu membersihkan rok dan juga kakinya yang tadi menyentuh lantai.
William tersenyum tipis," ya sudah kalau enggak mau bantuan, aku hanya mau ingetin Ingat ini sekolah bukan milik kamu jadi kalau bisa tidak perlu berlari!" William kemudian meninggalkan Bintang yang sangat jengkel dengan perkataan anak yang sok jadi orang dewasa itu.
"Ihh sebel, kenapa juga selalu bertemu dengan itu anak, apa aku bisa dalam sehari saja tidak melihat wajahnya yang ganteng itu! Eehh ganteng hahaha!" Bintang tertawa terbahak-bahak karena menyadari apa yang barusan ia katakan yang tidak secara langsung mengakui kegantengan anak itu yang baru duduk di kelas lima sekolah dasar.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
Terkadang cobaan menghampiri hidup kita, agar kita menjadi orang yang lebih sabar dan ikhlas untuk menghadapi segalanya.
Hal yang paling sulit dari hidup ini adalah menerima kenyataan pahit, percuma disesali jadikan saja pelajaran.
__ADS_1
Semua hanya tentang waktu, tunggulah dan tetap doakan, jangan berubah atau menyerah.
Erka berdiri kemudian mendekati anak sulungnya itu," Bintang!" Panggilnya Erka ketika melihat Bintang yang kembali ingin berlari ke arah pagar.
Bintang segera menghentikan laju larinya itu setelah mendengar namanya disebut. Ia juga menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Bintang sedikit terkejut melihat Papanya Senja memangil namanya.
"Om Erka!" Teriaknya Bintang lalu segera berjalan ke arah Erka yang berjalan juga kearahnya dengan langkah kakinya yang lebar dan panjang.
"Bintang, Kejora mana, kok kamu sendirian? Kamu baik-baik saja kan sudah terjatuh?" Tanyanya Erka yang memberondong banyak pertanyaan untuk Bintang seorang.
Sedangkan Bintang dibuat pusing karena kebingungan mau jawab pertanyaan yang mana lebih duluan.
Jangan lupa untuk memberikan dukungannya yah! mampir juga dinovel aku yang judulnya:
Majikan Ayah Dari Anakku
Garis Tanganku
__ADS_1
Makasih banyak all readers..