Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 27


__ADS_3

Rindu mengemudikan mobilnya seorang diri tanpa bantuan dari pak Abdul suami dari bi Surti. Dia ingin kali ini mandiri dan menikmati indahnya ibu kota Jakarta siang itu yang cukup terik sinar mataharinya. Rindu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang saja, ia lumayan beruntung siang itu karena tidak terkena dan terjebak kemacetan.


Hanya butuh waktu kurang lebih satu jam, Rindu sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran. Rindu berjalan sambil menenteng paper bag di tangan kirinya itu dengan senyuman yang terus mengembang menghiasi wajahnya.


"Kampus tempat kerjanya Abang lumayan besar yah, pantesan karena dari seluruh daerah milih untuk lanjutkan sekolahnya di sini," gumam Rindu sembari mengedarkan pandangannya ke sekeliling lokasi area kampus.


Rindu tidak ingin memberitahukan kepada Erka jika ia datang sehingga ia tidak menghubungi nomor hp suaminya itu. Padahal sama sekali Erka tidak mengetahui rencana kedatangannya Rindu.


"Aku mungkin sebaiknya bertanya kepada orang lain untuk mengetahui dimana letak ruangan dosen berada," cicitnya seraya melihat banyak orang yang berlalu lalang di sekitarnya.

__ADS_1


Rindu berjalan beriringan bersama dengan pria yang kebetulan juga bekerja di sana sebagai salah satu dosen pelayaran. Mereka berbincang-bincang seolah seperti kawan lama yang baru bersua setelah beberapa tahun lamanya.


"Ohh gitu, kebetulan saya juga mau ke kantor dosen jadi Mbak bisa ikut bersama saya saja, dengan senang hati saya akan membantu perempuan yang paling cantik yang aku lihat hari ini," pintanya Pria itu yang mengusulkan bantuannya kepada Rindu sekaligus memuji dan memberikan gombalan recehannya di depan Rindu.


Rindu hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan dari pria tersebut.


"Dia perempuan yang cantik sepertinya masih singel, aku harus mendekatinya dan harus mendapatkan perhatian dan paling penting bisa melewati malam yang begitu panjang," Pria itu membatin.


Ardian menunjuk ke arah salah satu ruangan yang berada di depan mereka, "Ini Rindu tempat ruangan khusus dosen, semoga kamu bertemu dengan orang yang kamu cari, apa aku boleh meminta nomor hpmu?" Tanyanya Pria yang bernama lengkap Ardian Sumargo.

__ADS_1


Rindu tersenyum tipis lalu berucap sepatah kata," terima kasih banyak atas bantuannya untung ada Pak Ardian membantuku menunjukkan jalan sehingga aku tidak tersesat, maaf kalau masalah nomor hp aku harus meminta ijin sama suamiku dulu sebelum aku memberikan nomor hpku kepada pria lain," imbuhnya Rindu yang memang sedari dulu dia tidak akan mudah memberikan kepada orang yang baru dikenalnya dan juga tidak ada hubungan timbal balik apapun dengan orang tersebut dan mendorong ini berlaku untuk kepada semua orang tanpa terkecuali.


Raut wajahnya Ardian langsung berubah drastis setelah mendengar kenyataan yang meruntuhkan mental dan semangatnya untuk berkenalan dengan Rindu.


"Siapa pria yang paling beruntung mendapatkan cintamu dan hatimu itu,andai bisa aku saja yang berada diposisi pria itu," terangnya Ardian.


Rindu hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulutnya Ardian yang menurutnya itu hanya lelucon candaan saja.


"Pak Ardian!" Tegur seseorang.

__ADS_1


Keduanya menolehkan kepalanya ke sumber suara. Rindu tersenyum melihat kedatangan suaminya itu.


"Sayang, kenapa datang ke kampus tanpa menghubungi aku dulu," ujarnya Erka Mandala Jauhari.


__ADS_2