Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 17


__ADS_3

Erka tersenyum tipis melihat reaksinya Rindu yang seperti anak kecil itu yang bertingkah lucu menurutnya.


"Saya akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu kembali, walaupun aku harus melakukan hal yang sangat ekstrim sekalipun karena aku yakin hati dan cintamu hanya dan masih untukku," tegasnya Erka dengan senyuman liciknya itu yang menghiasi wajah tampannya yang lebih terkesan semakin membuatnya ganteng saja.


Rindu berlari kecil menuju rumahnya karena setelah melihat jika ayah dari kedua anak kembarnya ternyata memperhatikannya sedari tadi.


"Tunggu lah aku malam ini setelah tamu kamu pergi akan aku datangi kamu!" Gumam Erka lalu berjalan ke dalam rumahnya sambil menenteng beberapa kantong kresek karena keponakannya yang sudah seperti anak kandungnya sendiri yaitu Senja meminta dibelikan makanan ketika Erka pulang dari kampus.


Angga Pratama yang melihat raut wajahnya Rindu yang memerah merona menbuatnya bahagia karena menganggap dan mengira jika gara-gara dia lah sehingga, wanita pujaannya bertingkah malu-malu seperti itu.


"Ya Allah… Rindu semakin cantik saja, hanya delapan bulan tidak bertemu dengannya kenapa Rindu semakin cantik saja yah," batinnya Angga Pratama.


Berselang beberapa menit kemudian, hpnya Rindu berdering. Ia segera melihat hpnya kira-kira siapa orang yang menelponnya.


"Abang Erka,kok bisa dia tahu nomorku padahal ini kan nomor baru aku pakai," gumamnya Rindu yang merasa heran karena Erka mengetahui nomor hpnya itu.

__ADS_1


Angga Pratama yang memperhatikan setiap gerak geriknya itu tanpa terkecuali. Angga menautkan kedua alisnya melihat tingkahnya Rindu yang tidak biasa itu.


"Rin, apa yang terjadi padamu apa ada yang penting terus kenapa telponnya enggak diangkat?" Tanyanya Angga Pratama Kusuma yang mulai kepo dengan kehidupannya Rindu tidak seperti biasanya.


Rindu menatap ke arah Angga," Eeh ini teman yang nelpon,kalau gitu aku angkat dulu yah Abang," imbuhnya Rindu lalu segera berdiri dan meninggalkan ruang tamu rumahnya tempat dimana Angga berada yang kebingungan dan sekaligus penasaran ingin mengetahui siapakah orang yang menelponnya sehingga Rindu meninggalkannya.


"Aku sedikit merasa kalau yang menelpon Rindu itu seorang pria karena biasanya Rindu kalau mendapatkan telpon dari seseorang dia tidak perlu repot-repot untuk pergi dari hadapanku," lirihnya Angga Pratama Kusuma yang terus menerus memperhatikan Rindu yang tanpa disadarinya berjalan ke arah depan rumahnya tepatnya di ayunan dekat taman kecil rumahnya hanya untuk mengangkat telponnya Erka pria yang dia benci tapi, juga dia sayangi itu.


"Apa aku angkat saja, tapi aku marah dan jengkel dengan Abang Erka yang menikahi perempuan lain padahal jelas-jelas dia sudah berjanji padaku, tapi apa sih tujuannya menelponku,apa istrinya tidak marah?" Batinnya Rindu yang kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa.


Erka diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Rindu, karena dari kamarnya sangat jelas terlihat langsung dari dalam taman kecil yang berada di dalam halaman rumahnya Rindu karena kamarnya Erka berada di atas lantai dua.


"Angkat dong, saya sangat ingin mendengar suaramu itu," cicitnya Erka.


"Ternyata Abang masih memakai nomor yang sama seperti dulu, aku mungkin sebaiknya mengangkatnya karena aku cukup dibuat penasaran dengan maksud dari dia menelponku, tapi kalau aku angkat bagaimana kalau orang mengira aku tidak pelakor yang ingin merebut suami orang lain," Lirihnya Rindu yang sangat bimbang dan ragu dengan tindakan dan langkah yang harusnya ia tempuh selanjutnya.

__ADS_1


Angga sudah duduk gelisah di atas sofa, andai bisa dia ingin sekali berjalan mencari keberadaan Rindu yang sedang menelpon siapa.


"Apa aku diam-diam memperhatikan dan mendengarkan apa yang mereka berdua ceritakan,tapi kalau aku ke sana bisa-bisa Rindu jadi ilfeel padaku dan akan menjaga jarak dariku," batinnya Angga Pratama Kusuma.


Dengan penuh pertimbangan akhirnya Rindu pun mengangkat telponnya Erka yang sedari tadi hpnya berdering yang hanya berhenti sesaat saja.


"Bismillahirrahmanirrahim, assalamualaikum," sapanya Rindu ketika hpnya sudah berada di dekat telinganya.


Erka tersenyum bahagia," waalaikum salam, makasih banyak kamu sudah mengangkat telponku," tuturnya Erka yang akhirnya bisa mendudukkan bokongnya di atas kursi yang ditariknya itu agar berhadapan dengan cermin jendela kamarnya yang tinggi itu.


"Abang, apa istri Abang tidak marah jika Abang menelanku?" Tanyanya Rindu seraya mengayunkan ayunannya dengan perlahan.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Rindu malah Erka Mandala Jauhari tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Rindu yang menurutnya itu sangat lucu.


Rindu pun dibuat keheranan dengan tawanya Erka yang cukup membahana itu sehingga membuatnya sedikit menjauhkan hpnya dari daun telinganya itu.

__ADS_1


"Iihh ini orang kita bertanya karena pasti butuh jawaban tapi, malah dibalas dengan tawa renyahnya dan memekakkan telinga!" Gerutu Rindu padahal ia sangat bahagia mendengar suara tawanya Erka yang sejak hampir sepuluh tahun ia rindukan itu.


Erka segera menghentikan tawanya itu lalu berinisiatif untuk menjawab pertanyaan dari Rindu, "Maaf saya tidak dan belum pernah menikah sekalipun dalam hidupku, tapi kalau kawin dengan kamu pernah beberapa kali," candanya Erka yang membuat Rindu reflek terdiam sesaat menghayati perkataan dan gurauan Erka.


__ADS_2