
Noah sedikit kikuk begitupun dengan yang dialami oleh Pelangi karena, ini pengalaman pertamanya sehingga mereka sama-sama salah tingkah.
"Abang bertanya sekali lagi padamu, apa kah sudah siap untuk memenuhi tanggung jawabmu sebagai istriku?" Noah menyentuh bibir mungilnya Pelangi.
Tanpa adanya keraguan terbersit di dalam hatinya itu, Pelangi langsung mengiyakan permintaan dari suaminya tanpa keraguan sedikitpun. Baginya ia tidak ingin berdosa jika menunda-nunda terus hal itu, apa lagi dia sudah yakin dengan perasaannya sendiri.
Noah hanya bekerja sesuai dengan instingnya saja sebagai seorang laki-laki, walaupun ia sedikit grogi dan ketakutan jika, sampai apa yang diperbuatnya menyakiti istrinya itu.
Noah membaringkan tubuhnya Pelangi ke atas ranjangnya yang penuh dengan kelopak bunga mawar merah yang sangat indah, cantik dan masih segar itu.
"Sayang, Abang masuk ke toilet dulu kamu tunggu aku yah," imbuhnya Noah.
Noah berjalan cepat sambil memegang hpnya itu, Pelangi pun bergegas bangkit dari baringnya, ketika melihat punggung suaminya sudah tidak terlihat lagi.
"Sepertinya di internet ada panduan tentang hubungan suami istri yang seharusnya dilakukan agar semakin harmonis dan bahagia," cicitnya Pelangi yang membuka Mbah Google di telpon genggamnya itu.
Hingga ia menutup mulutnya saking terkejutnya melihat bebas artikel yang ia buka dan baca. Tetapi,ia harus memberanikan diri untuk menyelesaikan bacaannya tersebut.
"Ohh seperti itu yah jika, ingin membahagiakan suami dan semakin dicintai, apalagi katanya membahagiakan suami adalah pahalanya bisa besar," cicitnya Pelangi.
Pelangi segera menyimpan hpnya yang layarnya masih terbuka dengan menampilkan beberapa artikel tentang hubungan suami istri yang ideal. Dia melangkahkan kakinya menuju kemari pakaian mencari paper bag hadiah dari kedua kakak iparnya yang jahil itu.
Pelangi menyentuh pakaian itu tanpa membuka lipatannya yang masih rapi, "Ini dia pakaian yang aku cari seperti yang dijelaskan di google," cicit Pelangi.
__ADS_1
Tapi setelah membuka lipatannya dan mengangkat pakaian itu hingga ke depan wajahnya. Matanya terbelalak melotot hingga seolah bola matanya akan melompat dari tempatnya itu.
"Ya ampun, ini pakaian kainnya lembut tapi, tipis banget hingga transparan terlihat jelas apapun itu jika aku pakai, tapi demi pahala yang gede yah dengan berat hati aku akan pakai pakaian lingerie ini," gumamnya Pelangi.
Dia segera memakai pakaian itu, ia hanya mengurai rambutnya yang panjang hitam legam sedikit bergelombang. Pelangi memoles wajahnya dengan sedemikian cantiknya.
Sedangkan Noah memutar video di salah satu aplikasi, ia ingin muntah dan kepalanya pusing melihat beberapa adegan yang baru pertama kali melihatnya.
"Ya Allah… apa-apaan semua adegannya plus plus banget, bikin merinding sekujur tubuhku," kesalnya Noah yang segera mematikan layar hpnya itu.
Noah berganti pakaian tidur sebelum keluar, ia perlahan menutup pintu kamar mandi dengan perasaan jantungnya berdebar kencang setelah menyaksikan langsung adegan yang menurutnya sangat dewasa itu.
Tapi, setelah melihat ke sekelilingnya dan mendapati Istrinya berdiri di depannya langsung dengan senyuman termanisnya dalam balutan pakaian yang sungguh semakin membuatnya cenat cenut kepala atas bawah saja. Matanya terbelalak melihat penampilan Istrinya yang tidak memakai hijab dan pakaian seperti kebiasaannya setiap hari.
Hingga tanpa disadarinya langkahnya maju step by step dengan senyuman smirknya itu. Noah berbisik di telinganya Pelangi.
"Kamu sangat cantik seperti ini, Abang minta setiap hari sebelum Abang tidur kau berpakaian seperti ini saja setiap kali menyambut kedatangan Abang," tuturnya Noah di telinganya Pelangi yang hembusan nafasnya terkena telinganya hingga ke leher jenjangnya Pelangi.
Pelangi merasa geli dengan perlakuannya Noah," apa Abang menyukai jika aku seperti ini?" Tanyanya Pelangi yang sudah mengalungkan kedua tangannya ke lehernya Noah suaminya itu.
Noah menganggukkan kepalanya itu," Abang suka banget dan semakin buat ku bersemangat dan bahagia melihat kecantikanmu ini," pujinya Noah.
Noah kembali berusaha untuk mengingat beberapa adegan yang sempat hampir membuatnya muntah itu. Noah mulai mengecup setiap jengkal dan inci tubuhnya Pelangi hingga menyimpan beberapa tanda kemerahan di sana. Sehingga suara deee saaa haann mampu terdengar dengan begitu merdunya di telinganya Noah.
__ADS_1
Noah tersenyum dengan hal itu, Pelangi mencengkram erat rambutnya Noah untuk berusaha menahan gelombang getaran aneh yang mampu muncul dalam dirinya saat itu juga.
Noah perlahan melepaskan pengikat tali pita di pakaian kekurangan bahannya itu tapi mampu membuat si jago semakin bertambah bobotnya saja. Hingga meminta sesuatu pada pemiliknya.
Tanpa mereka sadari semua kain yang membungkus dan menutupi seluruh tubuhnya itu sudah berhamburan dan beterbangan hingga ke sembarang tempat bergabung dengan beberapa kelopak bunga yang tertata rapi di atas lantai keramik itu.
Noah mengangkat tubuhnya Pelangi dan membaringkannya tepat di dalam lingkaran hati itu dengan penuh hati-hati seolah tubuhnya Pelangi akan lecet jika membaringkannya dengan kasar.
Noah mendekatkan hidung mancungnya ke hidungnya Pelangi yang sama-sama mancung itu, "Pelangi Arunnika Rahmany Mandala Jauhari hari ini aku akan meminta hakku sebagai suamimu, apa kamu sudah siap?"
Pelangi melingkarkan tangannya ke punggungnya Noah," silahkan Noah Javier Rizaldi penuhilah tanggung jawabmu dan mari kita sama-sama melakukan ibadah ini semata-mata untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki dan pahala yang sebesar-besarnya," ujarnya Pelangi.
Noah semakin bersemangat untuk memenuhi keinginan dan permintaan Istrinya itu, perlahan ia mengecup keningnya Pelangi sambil membaca doa yang telah diajarkan oleh beberapa tetuah yang sebelumnya bertemu dengannya.
Setelah itu, kecupannya perlahan turun ke arah bawah dan semakin turun hingga mendapati sebuah gundukan perbukitan yang belum tersentuh oleh pendaki manapun. Noah tersenyum penuh arti melihat semua yang dimiliki oleh istrinya itu.
"Ternyata miliknya istriku dibandingkan yang divideo itu sangatlah berbeda, ini nih yang berlaku rumput sendiri lebih hijau dan subur dari pada rumput milik tetangga iya gak readers,"
Keeee cuuu paaan dan iii saaa pann membuat tubuhnya Pelangi bergetar hebat hingga serasa ada sesuatu yang akan keluar dari dalam tubuhnya itu. Noah semakin melancarkan serangannya hingga ia pun sudah tidak mampu mengontrol dirinya sendiri.
"Tahan yah istriku kalau sakit tidak perlu sungkan padaku untuk ngomong yang sejujurnya, tapi Abang akan melakukannya dengan penuh kehati-hatian kok, bismillahirrahmanirrahim," lirihnya Noah.
Percobaan demi percobaan dilakukan oleh Noah tapi, usahanya kembali gagal untuk membobol pertahanan Pelangi. Dengan berbagai usaha, peluh keringat pun dari tubuh masing-masing sudah bercucuran hingga Pelangi mengeluh kesakitan yang tidak tertahankan.
__ADS_1
"Hemmph sakit?!!!" Teriaknya Pelangi seraya memegang menggenggam erat ujung bedcover nya itu.