Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 9


__ADS_3

Bi Surti tanpa sengaja melihat Rindu yang duduk sambil menangis tersedu-sedu meratapi nasibnya.


"Apa yang terjadi pada Nyonya Rindu karena semenjak kedatangan pria itu bertamu kesedihan itu jelas terlihat dari wajahnya Nyonya, ada hubungan apa dengan papanya Senja,apa mereka sudah saling kenal sebelumnya yah dan juga pria itu aku pernah melihatnya tapi,di mana?" Lirihnya Bi Surti yang ikut sedih melihat kesedihan majikannya itu.


Rindu yang rencananya akan berangkat ke salah satu ruko baru ia beli. Karena akan segera membuka cabang baru toko bakery cake Twins. Karena usahanya sudah semakin maju dan berkembang sehingga, ia berencana akan membangun sebuah toko baru untuk melebarkan sayapnya.


Tapi,hal itu tertunda karena suasana hatinya yang tidak tenang dan tidak stabil. Sehingga ia membatalkan keberangkatannya ke ruko tersebut.


"Ya Allah… kenapa aku harus bertemu kembali dengan pria itu jika aku hanya mendapatkan penderitaan cinta yang tidak berakhir dan berujung ini, kenapa!!" Teriaknya Rindu yang menutup kepalanya dengan bantal sehingga suaranya bisa diredam menggunakan bantal kepala.


Beberapa hari kemudian, pagi harinya Rindu diajak oleh kedua anak kembarnya untuk joging berkeliling komplek perumahannya.


"Mama, sudah siap belum?" Teriaknya Bintang sedari tadi mondar mandir di depan pintu kamar mamanya.


"Iya nih, Mama kok lama banget yah! Mama kayak mau ke ondangan saja pake make up lama banget!" Gerutunya Kejora Aysila yang ikutan ngomelin mamanya itu.


Karena kelelahan berdiri, mereka memilih untuk berjalan ke arah depan rumahnya dan memutuskan untuk berjalan-jalan hanya berdua saja. Pagar itu terbuka lebar bersamaan dengan Erka keluar dari rumahnya.


Erka tidak mengetahui jika selama ini Rindu memiliki dua orang anak kecil yang tinggal bersamanya.


"Siapa dua anak itu, kenapa wajahnya mengingatkan aku pada adikku mendiang Elisyah," batinnya Erka yang juga menutup pagar rumahnya karena hari ini kebetulan hari minggu hari liburnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum Papanya Senja," sapanya Kejora saat mereka saling berpapasan satu sama lainnya.


"Waalaikum salam," jawab salamnya Erka dengan senyuman ramahnya itu.


"Om kok Senja enggak ikut bareng sama Om?" Tanyanya Bintang Airen yang celingak-celinguk mencari keberadaan Senja.


"Oh Senja masih tidur, kasihan dedek Senja semalam demam jadi mungkin masih tertidur," jelasnya Erka.


"Oh gt pantesan sudah dua hari enggak datang ngerusuh di kamarnya Mama Rindu," ungkapnya Bintang sambil berjalan kecil di sampingnya Erka dan Kejora.


"Mama Rindu!" Beonya Erka.


"Iya, nama Mama kami Rindu, emangnya Om baru tahu yah? Padahal om sudah lama tinggal di depan rumah kami tapi, gak kenal mama kami yang paling cantik di blok ini," terangnya Kejora Aysila Mandala.


"Ya Allah… ternyata dia sudah menikah dan memiliki dua anak pantesan waktu itu seperti orang yang sama sekali tidak mengenalku, apa karena alasan kedua anak dan suaminya sehingga seperti seseorang yang belum pernah saling kenal," Erka membatin.


"Kok Om bengong,apa yang terjadi pada Om?" Tanya Bintang Airen Mandala seraya menggoyang lengannya Erka yang tiba-tiba terdiam tanpa kata.


"Ehh… tidak apa-apa kok hanya kepikiran sama Senja saja kok," kilahnya Erka yang menutupi kenyataan yang ada.


"Enak yah kalau punya Papa,coba kami juga punya Papa yang begitu perhatian sama kami, tapi sayangnya sejak kami dalam kandungan hingga sampai detik ini,kami berdua belum pernah melihat sekalipun papa kami," ungkapnya Bintang dengan raut wajahnya yang sendu sedangkan Kejora kedua bola matanya sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kalau gitu apa mereka adalah anakku karena kalau tidak salah ingat waktu itu, Rindu sempat ngomong kalau ia sudah lambat datang tamu bulanannya sudah dua bulan," gumamnya Erka Mandala Jauhari.


Rindu yang baru saja selesai berpakaian segera mencari keberadaan kedua putri kecilnya. Karena tidak enak sudah terlambat sehingga ditinggal pergi oleh kedua anaknya itu.


"Ini dua bocah kok belum apa-apa sudah ninggalin aku, dasar mereka enggan sabaran banget, mirip banget dengan Papa mereka," keluhnya Rindu sembari memakai dengan terburu-buru sepatu snikernya.


Rindu segera menutup pintu rumahnya dan berlari secepat mungkin untuk mengejar kedua anaknya itu. Rindu nafasnya sudah ngos-ngosan dan peluh keringatnya membasahi sekujur tubuhnya. Ia melihat kedua anaknya berjalan bersama pria yang seandainya bisa Ia tidak ingin sekali berhubungan dengannya pria yang sudah ingkar janji padanya.


"Bintang! Kejora!" Teriaknya Rindu yang segera berjalan cepat lalu menarik kedua tangan putrinya itu.


"Ayo ikut Mama pulang, jangan terlalu berlama-lama berbicara dengan orang asing!' sarkasnya Rindu dengan tatapan tajamnya yang tidak takut bermusuhan dengan pria yang hingga detik ini masih berada di dalam hati dan pikirannya.


Erka segera menarik tangannya Rindu," Rindu! Katakan padaku siapa papa kedua putrimu?"' tanyanya Erka penuh selidik dengan raut wajahnya yang sangat serius tak ingin dibantah.


Rindu menghempaskan tangannya Erka dengan cukup kasar," untuk apa kamu bertanya seperti itu padaku?! Tidak ada gunanya dan hubungannya dengan Anda!" Geram Rindu yang sudah menarik kedua tangan anaknya untuk segera pergi dari tempat tersebut.


"Kalau kamu tidak bicara aku akan mencari tahu sendiri jawaban dan jika aku tahu jangan sekali-kali untuk kembali bersembunyi dari kehidupanku cukup sekali Rindu kamu meninggalkan hidupku!" Jeritnya Erka dengan suara yang cukup menggema memenuhi blok D tersebut.


Bintang dan Kejora saling bertatapan satu sama lainnya sedangkan Rindu wajahnya sudah masam, memancarkan mimik wajah yang penuh kemarahan dan emosinya sudah membuncah di dadanya itu.


"Ya Allah… bagaimana ini, apa yang akan aku lakukan untuk menutupi kebenaran ini, saya tidak mungkin pindah dari sini, tapi aku tidak mungkin membiarkan dia mengambil putriku dari sisi hidupku, apapun akan aku lakukan untuk menghalanginya untuk mengambil hak asuh anak-ku, emang kamu ayah biologisnya tapi, saya mengandung dan melahirkannya hingga membesarkan keduanya!" umpatnya Rindu.

__ADS_1


__ADS_2