Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 16


__ADS_3

Kesepakatan berhasil mereka sepakati antara dua orang beda generasi itu. Erka sangat puas dan bahagia karena anaknya akan membantunya untuk mendekati kembali wanita pujaan hatinya itu.


Erka tersenyum bahagia," thanks sayang, kamu memang putrinya Papa yang pantas papa andalkan,papa berharap penuh dan besar padamu Nak, semoga apa yang kita rencanakan bisa sukses dengan baik," jelasnya Erka dengan senyuman penuh bahagiaannya.


"Kalau gitu aku masuk kelas dulu Papa, aku akan telpon Papa setelah sampai di rumah tapi, Ingat jangan sampai kita ketahuan dari Mama Rindu karena ini adalah rahasia antar putri dan papanya," imbuhnya Bintang sambil menautkan jari kelingkingnya di jari papanya itu.


"Papa semangat untuk kejar hatinya mama Rindu tapi,papa harus janji jangan sampai ketahuan sama mama yah!" Teriaknya Bintang Aisyla Mandala ketika selesai berpamitan kepada Papanya itu dengan terlebih dahulu mencium punggung tangan papanya.


"Papa berjanji pada kalian akan segera merebut kembali hatinya kekasihku agar ia segera setuju untuk menerima cintaku kembali dengan cara aku akan datang ke rumahnya besok untuk melamarnya langsung sebelum ada pria yang mendahuluiku," gumam Erka lalu beranjak dari kursi yang sedari tadi didudukinya itu.


Keesokan harinya, ketika kedua anaknya sudah diantar ke sekolahnya. Rindu yang sudah bersiap berangkat ke tokonya, ia membuka pintu rumahnya dan betapa terkejutnya melihat siapa sosok orang yang berdiri di depan pintu masuk rumahnya itu.


Rindu tidak menyangka jika, pria yang sedari dulu perhatian padanya, mengharapkan cintanya itu tapi, hingga sekarang belum terbalaskan walau sedikitpun.


"Abang Angga Pratama!" Cicitnya Rindu yang terkejut dengan kedatangan pria yang sangat berjasa dalam hidupnya selama ini tapi, tidak mungkin bisa mencintainya karena seluruh dan sepenuh hati dan jiwanya hanya untuk Erka seorang.

__ADS_1


"Assalamualaikum Rindu, maaf kedatangan Abang tiba-tiba tanpa memberitahukan kamu terlebih dahulu," ucapnya dengan tertawa cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


"Waalaikum salam, silahkan masuk Abang," ujarnya Rindu yang mempersilahkan masuk tamunya itu.


"Makasih banyak Rindu, sudah diijinkan masuk untuk duduk karena sedari tadi kakiku sudah kram lama berdiri menunggu kamu membuka pintu," candanya Angga Pratama yang ternyata itu hal serius yang sedari tadi ia lakukan karena menunggu terus menunggu di depan pintu seperti orang bego saja padahal terpasang bel pintu untuk memudahkan tamu yang datang agar diketahui oleh sang pemilik rumah.


"Ya Allah… Abang kalaupun Abang ingin masuk kan tinggal di tekan belnya gampang kan, kenapa meski harus berdiri beberapa jam enggak segitunya kali juga Abang," kelakarnya Rindu yang tersenyum ramah di depan Angga pria yang selalu berharap agar cintanya mendapatkan balasan dari wanita pujaan hatinya itu walupun harus menunggu lama dan sama sekali tidak pernah menuntut agar cintanya segera dibalas oleh perempuan yang selalu ia dambakan.


"Senyuman ini yang setiap hari ingin aku lihat Rindu,sejak kepergian kamu dari kampung hati ini sangat hampa dan selalu merindukan kehadiran mu di sisiku, andai saja kamu tahu apa yang aku alami beberapa bulan sejak kepergian kalian aku sangat menderita dan tersiksa tapi, cukup saya saja yang tahu semua itu," batinnya Angga Pratama yang sangat bahagia melihat senyuman yang selalu manis milik Rindu di matanya Angga.


Apa yang dilakukan oleh Rindu bersama Angga tanpa sengaja dilihat oleh Erka yang kebetulan baru saja pulang dari kampus PPIP. Tatapan matanya tajam menelisik memperhatikan interaksi keduanya, tangannya mengepal kuat hingga buku-buku urat tangannya menonjol dan terlihat begitu jelas.


Apa yang dilakukan oleh Erka diperhatikan langsung oleh ibunya Bu Halimah," kamu pasti sedih melihat wanita yang kamu sayangi bersama dengan pria lain,tapi Mama akan membantu kalian untuk segera bersatu seperti dulu lagi dalam ikatan tali suci pernikahan, semoga apa yang Mama harapkan bisa dikabulkan oleh Allah SWT, jadi berjuanglah Nak karena mungkin perjalanan kalian tidak semudah dulu," cicit Bu Halimah yang sejak tadi ikut memperhatikan ketiga orang itu dari balik jendela kamarnya Senja cucu ketiganya yang sudah jadi anak yatim-piatu sejak usia lima bulan.


"Maaf Abang mau minum apa, kopi,teh atau yang dingin?" Tanyanya Rindu yang sekedar berbasa-basi saja.

__ADS_1


Angga tersentak terkejut mendengar pertanyaan dari mulutnya Rindu karena sedang melamun.


"Yang dingin saja Rin, seperti cuacanya hari ini cukup panas," kilahnya Angga Pratama yang sudah kedapatan melamun.


"Kalau gitu tunggu dulu aku suruh bi Surti untuk buatkan minuman dan makanan ringan," imbuhnya Rindu lalu berjalan meninggalkan Angga Pratama yang duduk dengan gelisah dan salah tingkah itu.


Rindu berjalan ke arah luar setelah bertemu dengan Bi Surti di dapur karena pagar rumahnya terbuka lebar dan takutnya ada yang berbuat jahat. Tapi,sudut ekor matanya melihat seorang pria yang berdiri mematung di samping mobilnya terus tak jemu dan capek memandangnya itu.


Rindu jadi salah tingkah karena diperhatikan dengan intens oleh seorang pria yang sejak lama sudah melihat ke arah rumahnya Rindu.


"Itu kan Abang Erka, apa dia melihat aku berduaan dengan Abang Angga? Tapi, semoga saja tidak supaya Abang tidak berfikiran yang tidak-tidak tentang hubungan kami," gumamnya Rindu.


Rindu langsung menggelengkan kepalanya seraya mengetuk pelan kepalanya sendiri karena baru tersadar dengan gumamnya.


"Ya Allah… kenapa sampai aku berpikiran seperti itu, pasti itu tidak mungkin terjadi kan dia sudah punya anak dan istri kenapa aku terlalu geer dengan memikirkan hal sebodoh itu yang tidak mungkin jadi kenyataan," ketusnya Rindu lalu menarik pagar rumahnya karena Pak Abdul belum pulang dari mengantar kedua anak kembarnya itu.

__ADS_1


Erka tersenyum tipis melihat reaksinya Rindu yang seperti anak kecil itu yang bertingkah lucu menurutnya.


"Saya akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu kembali, walaupun aku harus melakukan hal yang sangat ekstrim sekalipun karena aku yakin hati dan cintamu hanya dan masih untukku," tegasnya Erka dengan senyuman liciknya itu yang menghiasi wajah tampannya yang lebih terkesan semakin membuatnya ganteng saja.


__ADS_2